Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebakaran di Hotel Jamaah Haji Indonesia di Makkah, PPIH Pastikan Semua Jamaah Selamat

Kompas.com, 7 Juni 2026, 06:32 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Insiden kebakaran sempat terjadi di kompleks Al Hidayah Tower, Aziziah, Makkah, Arab Saudi, yang menjadi tempat tinggal jamaah haji Indonesia.

Meski sempat memicu kepanikan dan proses evakuasi darurat, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan tidak ada jamaah Indonesia yang menjadi korban.

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menegaskan seluruh jamaah yang berada di kawasan tersebut dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka-luka.

"Yang perlu kami pastikan, seluruh jamaah kita tidak ada satu pun yang luka ataupun yang lainnya. Jadi insya Allah semua jamaah kita yang ada di Sektor 10 alhamdulillah aman," ujar Ihsan di Makkah, Sabtu (7/6/2026).

Baca juga: Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah

Kebakaran terjadi pada Jumat (6/6) sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS), atau sekitar satu jam menjelang waktu Maghrib. Sejumlah jamaah haji Indonesia pertama kali melaporkan adanya kepulan asap yang muncul di area depan Tower 7.

Setelah dilakukan penelusuran oleh petugas Sektor 10, sumber api diketahui berasal dari sebuah kamar yang digunakan sebagai tempat tinggal karyawan hotel.

Menurut Ihsan, kebakaran diduga dipicu oleh baterai skuter listrik yang sedang diisi daya.

"Karyawan hotel tersebut sedang mengisi daya (charging) baterai skuter. Diduga karena overheat (kelebihan panas), baterai tersebut meledak sehingga memunculkan api dan membakar barang-barang di kamar tersebut," kata Ihsan.

Jamaah Dievakuasi Melalui Tangga Darurat

Begitu kebakaran diketahui, manajemen hotel segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Makkah langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api.

Sesuai prosedur kedaruratan, petugas haji Sektor 10 bersama pihak hotel langsung mengevakuasi jamaah yang berada di Tower 6, Tower 7, dan Tower 8 melalui tangga darurat.

Langkah tersebut dilakukan karena asap mulai menyebar ke sejumlah area bangunan, sementara fasilitas lift dimatikan demi keselamatan penghuni.

Proses evakuasi berlangsung lancar hingga petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 20.00 WAS.

Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, jamaah yang sebelumnya berada di luar gedung diperbolehkan kembali ke kamar masing-masing.

Sebagian Jamaah Sudah Pulang ke Indonesia

Saat insiden terjadi, kompleks Al Hidayah Tower tidak dalam kondisi terisi penuh. Hotel tersebut ditempati jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Banten, Padang, dan Banjarmasin.

Namun, sebagian kelompok terbang (kloter) telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air sehingga jumlah penghuni berkurang.

PPIH Arab Saudi juga mengingatkan jamaah agar lebih berhati-hati menggunakan peralatan elektronik selama berada di Makkah, terutama di tengah suhu udara yang sangat panas.

Baca juga: Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?

"Kalau sudah tidak digunakan lebih baik dicabut, seperti pemanas air, pemanas nasi, ataupun charger HP. Potensi risiko kebakaran di Makkah makin besar karena faktor cuaca di luar yang juga sangat panas," kata Ihsan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, khususnya saat menggunakan perangkat elektronik di kamar hotel selama menjalankan ibadah haji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar