Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Asyura Hapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan 10 Muharram

Kompas.com, 9 Juni 2026, 12:18 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah pergantian tahun Hijriah, umat Islam kembali memasuki salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, yaitu Muharram.

Bulan ini bukan sekadar penanda awal tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri.

Di antara amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.

Meski hanya berlangsung satu hari, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, yakni dapat menghapus dosa-dosa selama setahun yang telah berlalu.

Karena itu, banyak ulama menyebut puasa Asyura sebagai salah satu ibadah sunnah yang pahalanya sangat besar dibandingkan dengan ringan dan singkatnya amalan tersebut.

Lalu, bagaimana sejarah puasa Asyura? Mengapa hari ini begitu istimewa? Dan benarkah puasa sehari dapat menjadi sebab diampuninya dosa selama setahun?

Baca juga: Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Juni 2026: Ada Ayyamul Bidh, Tasua, dan Asyura

Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah

Muharram termasuk satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS At-Taubah: 36)

Dalam kitab Lathaif al-Ma'arif, ulama besar abad ke-8 Hijriah, Ibnu Rajab Al-Hanbali, menjelaskan bahwa Muharram memiliki kedudukan istimewa karena disebut langsung oleh Rasulullah SAW sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)

Menurut Ibnu Rajab, penyandaran nama Muharram kepada Allah menunjukkan kemuliaan yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya.

Karena itu, memperbanyak ibadah pada bulan ini menjadi kesempatan berharga bagi setiap Muslim untuk membuka lembaran tahun baru dengan amal saleh.

Baca juga: Kalender Islam Juni 2026: Catat Tanggal 1 Muharram 1448 H dan Tahun Baru Islam

Sejarah Puasa Asyura yang Bermula dari Nabi Musa

Hari Asyura ternyata telah dikenal jauh sebelum Islam datang.

Dalam riwayat sahih yang diriwayatkan Imam Muslim, Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Rasulullah SAW kemudian bertanya alasan mereka melaksanakan puasa tersebut.

Mereka menjawab bahwa hari itu merupakan hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Sebagai bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut.

Mendengar penjelasan itu, Rasulullah SAW bersabda:

"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian."

Beliau kemudian berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Dikutip dari buku Fiqih Kontroversi Jilid 2 karya H.M. Anshary, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Islam menghormati para nabi terdahulu dan melanjutkan tradisi ibadah yang bersumber dari wahyu Allah selama tidak mengalami penyimpangan.

Puasa yang Menghapus Dosa Setahun

Keutamaan terbesar puasa Asyura terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Abu Qatadah RA.

Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang pahala puasa Asyura, beliau menjawab:

"Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu." (HR Muslim)

Hadits ini menjadi salah satu dalil yang paling sering dikutip para ulama ketika menjelaskan besarnya pahala puasa 10 Muharram.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan penghapusan dosa adalah dosa-dosa kecil yang dilakukan seorang Muslim selama setahun terakhir.

Adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh disertai penyesalan dan tekad untuk tidak mengulanginya.

Meski demikian, para ulama menilai keutamaan ini tetap sangat besar.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin beserta syarahnya, Imam An-Nawawi menyebut puasa Asyura sebagai sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW secara konsisten mengerjakannya.

Baca juga: Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Catat Tanggal, Niat, dan Keutamaannya

Mengapa Dosa Bisa Dihapus dengan Puasa?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan umat Islam.

Menurut para ulama, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa merupakan bentuk penghambaan total kepada Allah yang melibatkan kesabaran, pengendalian hawa nafsu, keikhlasan, dan ketundukan terhadap perintah-Nya.

Dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa memiliki kekuatan spiritual yang mampu membersihkan hati dari berbagai penyakit batin.

Ketika seseorang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, ia sedang melatih dirinya untuk meninggalkan sesuatu yang halal demi menaati perintah Allah. Dari sinilah lahir ketakwaan yang menjadi tujuan utama puasa.

Karena itu, tidak mengherankan apabila Allah memberikan ganjaran yang sangat besar bagi orang yang menjalankannya.

Rasulullah Bahkan Ingin Menambah Puasa Sehari Sebelumnya

Menjelang akhir hayatnya, Rasulullah SAW menyampaikan keinginan untuk membedakan praktik puasa umat Islam dengan kaum Yahudi.

Beliau bersabda:

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR Muslim)

Dari hadits ini, para ulama kemudian menganjurkan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram sebagai pendamping puasa Asyura.

Dalam buku Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa tingkatan puasa Muharram yang paling utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan.

Sebagian ulama bahkan menganjurkan menambah puasa tanggal 11 Muharram agar semakin berbeda dari tradisi kaum Yahudi.

Baca juga: Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah

Jadwal Puasa Asyura 1448 H

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 10 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026.

Karena jatuh pada hari Kamis, umat Islam berkesempatan memperoleh dua keutamaan sekaligus, yaitu puasa Asyura dan puasa sunnah Kamis yang rutin dikerjakan Rasulullah SAW.

Sementara itu, puasa Tasu'a dapat dilaksanakan sehari sebelumnya, yakni Rabu, 24 Juni 2026.

Niat Puasa Asyura

Berikut bacaan niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'Asyuraa sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."

Momentum Memulai Tahun dengan Lembaran Baru

Tahun baru Islam sering kali berlalu tanpa banyak perhatian. Padahal Muharram menghadirkan kesempatan berharga untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Puasa Asyura mengajarkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari amalan yang berat.

Terkadang satu hari yang diisi dengan ibadah, keikhlasan, dan ketaatan mampu menghadirkan keberkahan yang luar biasa.

Di tengah kesibukan hidup, puasa Asyura menjadi pengingat bahwa Allah selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya.

Hanya dengan satu hari berpuasa, seorang Muslim berpeluang mendapatkan penghapusan dosa selama setahun yang lalu, sebagaimana dijanjikan Rasulullah SAW.

Karena itu, ketika 10 Muharram tiba, jangan biarkan kesempatan istimewa ini berlalu begitu saja.

Bisa jadi, amalan sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan menjadi sebab datangnya ampunan, keberkahan, dan perubahan hidup yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar