Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI

Kompas.com, 10 Juni 2026, 08:44 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi resmi memasuki fase akhir. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, jutaan jemaah dari berbagai negara kini kembali ke tanah air masing-masing melalui bandara, pelabuhan, dan pintu perbatasan internasional yang tersebar di Arab Saudi.

Di tengah besarnya jumlah pergerakan manusia tersebut, Pemerintah Arab Saudi kembali menunjukkan keseriusannya dalam memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.

Jika selama beberapa tahun terakhir transformasi digital banyak difokuskan pada pengelolaan visa, aplikasi layanan haji, dan sistem keamanan di Masjidil Haram, kini inovasi terbaru diterapkan pada proses pemulangan jemaah.

Dilansir dari Saudi Gazette, Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi memperkenalkan gerbang elektronik otomatis serta perangkat penerjemah berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendukung komunikasi dalam 138 bahasa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam menghadirkan pengalaman ibadah haji yang semakin efisien, aman, dan nyaman bagi jutaan Muslim dari seluruh dunia.

Gerbang Elektronik Otomatis untuk Mengurai Antrean

Arus kepulangan haji merupakan salah satu fase paling kompleks dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam waktu relatif singkat, jutaan orang harus meninggalkan Arab Saudi melalui berbagai pintu keluar internasional.

Jika proses pemeriksaan keimigrasian dilakukan secara konvensional, antrean panjang berpotensi terjadi dan menghambat kelancaran perjalanan.

Karena itu, Arab Saudi mengoperasikan gerbang elektronik otomatis yang memungkinkan proses verifikasi identitas dilakukan secara digital.

Menurut keterangan Juru Bicara Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi, Mayor Nasser Al Otaibi, teknologi tersebut dirancang untuk mempercepat prosedur perjalanan tanpa mengurangi standar keamanan.

Melalui sistem otomatis, data identitas jemaah dapat diverifikasi secara cepat sehingga proses pemeriksaan menjadi lebih sederhana dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan.

Penerapan gerbang elektronik ini sekaligus menjadi bagian dari modernisasi layanan keimigrasian yang sedang dikembangkan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno

AI Penerjemah yang Mendukung 138 Bahasa

Tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji bukan hanya jumlah jemaah yang sangat besar, tetapi juga keragaman bahasa.

Setiap musim haji, Arab Saudi menerima kedatangan Muslim dari lebih dari 180 negara. Mereka datang dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

Kondisi tersebut sering kali menjadi hambatan komunikasi, terutama ketika petugas harus memberikan arahan, informasi keselamatan, atau membantu jemaah yang membutuhkan bantuan khusus.

Untuk mengatasi persoalan itu, Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengoperasikan perangkat penerjemah elektronik berbasis AI yang mampu menerjemahkan percakapan dalam 138 bahasa.

Teknologi ini memungkinkan petugas berkomunikasi secara lebih efektif dengan jemaah dari berbagai negara tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penerjemah manusia.

Penggunaan AI juga membantu mempercepat respons terhadap kebutuhan jemaah, terutama lansia, penyandang disabilitas, atau mereka yang mengalami kesulitan memahami bahasa Arab maupun bahasa internasional lainnya.

Haji dan Era Kecerdasan Buatan

Penerapan AI dalam layanan haji sebenarnya bukan hal baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pengelolaan ibadah haji dan umrah.

Mulai dari sistem pemantauan kerumunan di Masjidil Haram, analisis lalu lintas jemaah, pengawasan keamanan berbasis kamera pintar, hingga layanan digital pada aplikasi Nusuk.

Dalam buku Artificial Intelligence: A Modern Approach karya Stuart Russell dan Peter Norvig dijelaskan bahwa kecerdasan buatan mampu membantu manusia mengambil keputusan lebih cepat berdasarkan data yang tersedia secara real-time.

Konsep inilah yang kini diterapkan dalam berbagai layanan publik di Arab Saudi, termasuk sektor keagamaan dan penyelenggaraan haji.

Bagi pemerintah Saudi, teknologi bukan sekadar alat modernisasi, melainkan instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada tamu-tamu Allah.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi

Petugas Siaga 24 Jam

Meski teknologi semakin canggih, peran manusia tetap menjadi faktor utama dalam pelayanan haji.

Mayor Nasser Al Otaibi menjelaskan bahwa seluruh sistem digital tersebut didukung oleh petugas keimigrasian yang bekerja selama 24 jam penuh di berbagai pintu masuk dan keluar internasional.

Para petugas telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menghadapi situasi yang mungkin muncul selama masa kepulangan jemaah.

Penempatan personel dilakukan berdasarkan perencanaan operasional yang telah disusun jauh sebelum musim haji dimulai.

Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus perjalanan sekaligus memastikan setiap prosedur berjalan sesuai standar keamanan internasional.

Mobile Counter untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selain gerbang otomatis dan AI penerjemah, Arab Saudi juga mengoperasikan perangkat mobile counter yang dilengkapi solusi digital inovatif.

Perangkat ini dirancang untuk memberikan pelayanan lebih cepat kepada kelompok jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.

Lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu dapat menyelesaikan prosedur perjalanan tanpa harus berdiri lama dalam antrean.

Petugas dapat mendatangi langsung lokasi jemaah dan menyelesaikan proses pemeriksaan menggunakan perangkat digital bergerak.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan inklusivitas.

Baca juga: Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya

Transformasi Haji dalam Visi Saudi 2030

Pengembangan teknologi dalam layanan haji merupakan bagian dari program besar Vision 2030 yang digagas pemerintah Arab Saudi.

Melalui program tersebut, Saudi berupaya mengubah berbagai sektor pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Dalam dokumen resmi Vision 2030, pemerintah Saudi menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kepada jutaan peziarah yang datang setiap tahun ke Makkah dan Madinah.

Modernisasi layanan haji menjadi salah satu fokus utama karena ibadah ini merupakan aktivitas internasional terbesar yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman bagi jemaah.

Indonesia Juga Mengadopsi Teknologi Serupa

Transformasi digital dalam layanan haji tidak hanya dilakukan Arab Saudi.

Pemerintah Indonesia juga mulai menerapkan teknologi modern untuk mempercepat proses kedatangan jemaah haji setelah kembali dari Tanah Suci.

Melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Indonesia menghadirkan layanan Immigration Seamless Process Corridor Gate di sejumlah bandara internasional.

Teknologi ini pertama kali diterapkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kini diperluas ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sistem tersebut memungkinkan jemaah melewati proses pemeriksaan keimigrasian secara otomatis menggunakan teknologi biometrik.

Masa Depan Haji Berbasis Teknologi

Penggunaan kecerdasan buatan, biometrik, dan sistem digital menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji sedang memasuki babak baru.

Jika dahulu pelayanan haji sangat bergantung pada proses manual, kini teknologi hadir untuk membantu mengatasi berbagai tantangan yang muncul akibat meningkatnya jumlah jemaah dari tahun ke tahun.

Dalam buku The Age of AI karya Henry Kissinger, Eric Schmidt, dan Daniel Huttenlocher dijelaskan bahwa kecerdasan buatan akan mengubah cara manusia mengelola berbagai aktivitas berskala besar, termasuk pelayanan publik.

Fenomena tersebut kini dapat dilihat secara nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Teknologi tidak menggantikan nilai spiritual haji, tetapi menjadi sarana untuk memastikan jutaan Muslim dapat menjalankan perjalanan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan tertata.

Dari Tanah Suci Menuju Rumah dengan Lebih Cepat

Bagi jutaan jemaah, kepulangan dari Tanah Suci merupakan akhir dari perjalanan spiritual yang panjang dan penuh makna.

Di balik proses yang tampak sederhana saat melewati bandara, terdapat sistem teknologi canggih yang bekerja tanpa henti untuk memastikan perjalanan berlangsung lancar.

Gerbang otomatis, AI penerjemah, layanan biometrik, hingga mobile counter menjadi bukti bagaimana teknologi modern kini berpadu dengan pelayanan ibadah.

Transformasi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan haji tidak hanya berkembang dari sisi fasilitas fisik, tetapi juga dari pemanfaatan inovasi digital yang semakin maju.

Dengan dukungan teknologi, proses kepulangan jemaah menjadi lebih cepat, lebih aman, dan lebih manusiawi, sekaligus menandai era baru penyelenggaraan haji di abad ke-21.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar