Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram, Menghidupkan Kasih Sayang di Hari Asyura

Kompas.com, 23 Juni 2026, 11:17 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com - Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam yang sarat dengan makna spiritual.

Selain dianjurkan menjalankan puasa Asyura, umat Islam juga banyak menghidupkan amalan sosial, salah satunya menyantuni anak yatim.

Di Indonesia, tradisi ini bahkan dikenal luas sebagai "Lebaran Anak Yatim" dan diperingati dengan berbagai kegiatan berbagi di masjid maupun panti asuhan.

Baca juga: 3 Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, dari Waktu Pelaksanaan hingga Sejarahnya

Tradisi tersebut mencerminkan ajaran Islam tentang kasih sayang, kepedulian sosial, dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan.

Makna Spiritual Hari Asyura dan Keutamaan 10 Muharram

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki keutamaan tersendiri.

Baca juga: Puasa Tasua dan Asyura 2026 Tinggal Hitungan Hari, Catat Jadwal dan Niatnya

Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram diperingati sebagai hari ketika Nabi Musa AS dan kaumnya diselamatkan Allah SWT dari kejaran Firaun.

Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada Hari Asyura.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Selain puasa, Hari Asyura juga menjadi momentum untuk memperbanyak amalan saleh lainnya, termasuk menyantuni anak yatim.

Dalam Islam, anak yatim memiliki kedudukan istimewa. Al-Qur'an melalui Surah Ad-Dhuha ayat 9 memerintahkan umat Islam agar tidak menelantarkan anak yatim.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan menunjukkan kasih sayang kepada anak yatim.

Karena itu, Hari Asyura menjadi momen yang tepat untuk meneladani akhlak mulia beliau melalui kepedulian dan perhatian kepada mereka.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang merawat anak yatim akan berada dekat dengannya di surga.

Karena itu, menyantuni anak yatim pada 10 Muharram dipandang sebagai salah satu bentuk amal saleh yang mengandung nilai spiritual dan sosial yang besar.

Di Indonesia, keutamaan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan santunan anak yatim atau yang dikenal sebagai Idul Yatama.

Masyarakat mengadakan acara di masjid, musala, maupun panti asuhan dengan memberikan bingkisan, makanan, dan dukungan moral kepada anak-anak yatim.

Tradisi ini juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda. Dengan melibatkan anak-anak dan remaja dalam kegiatan santunan, nilai kepedulian, empati, dan kasih sayang dapat ditanamkan sejak dini.

Amalan Menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram

Keutamaan menyantuni anak yatim pada Hari Asyura tidak lepas dari ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya kasih sayang terhadap mereka.

Dalam hadis riwayat Thabrani, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka setiap rambut yang disentuhnya akan menjadi kebaikan baginya."

Meskipun hadis tersebut dinilai dhaif oleh sebagian ulama, pesan moral yang terkandung di dalamnya tetap relevan, yaitu mendorong umat Islam untuk berbuat baik dan menunjukkan kasih sayang kepada anak yatim.

Tradisi menyantuni anak yatim di Indonesia umumnya dilakukan dengan memberikan santunan berupa uang, pakaian, makanan, atau kebutuhan lainnya.

Kegiatan tersebut sering diiringi pembacaan sholawat, doa, dan tausiyah untuk memperkuat nilai spiritual Hari Asyura.

Amalan ini juga memiliki dampak sosial yang besar. Dengan memberikan perhatian kepada anak yatim, masyarakat membangun solidaritas dan memperkuat rasa kebersamaan.

Di sejumlah daerah, seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kegiatan santunan anak yatim bahkan dihadiri ratusan anak dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan.

Selain bantuan materi, perhatian secara emosional juga menjadi bagian penting dari tradisi ini.

Mengajak anak yatim bermain, berbincang, dan membuat mereka merasa diperhatikan merupakan bentuk kasih sayang yang memiliki makna mendalam.

Meski demikian, perhatian kepada anak yatim tidak seharusnya berhenti pada Hari Asyura saja.

Momentum 10 Muharram dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga kepedulian terhadap anak yatim sepanjang waktu.

Tradisi Lebaran Anak Yatim di Indonesia Pada Hari Asyura

Tradisi Lebaran Anak Yatim telah mengakar di berbagai daerah di Indonesia. Pada Hari Asyura, masyarakat menggelar santunan anak yatim yang dipadukan dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan doa Asyura dan sholawat.

Di berbagai daerah di Pulau Jawa, misalnya, komunitas dan takmir masjid memberikan bingkisan berupa pakaian, buku, dan makanan kepada anak-anak yatim.

Kegiatan ini menciptakan suasana kebersamaan dan membuat anak yatim merasakan kehangatan dari lingkungan sekitarnya.

Tidak sedikit pula kegiatan santunan yang dilengkapi dengan hiburan, seperti permainan tradisional dan pentas seni Islami.

Selain memberikan manfaat materi, kegiatan tersebut juga menghadirkan dukungan emosional yang penting bagi anak-anak.

Organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) mendorong umat Islam memanfaatkan 10 Muharram sebagai momen berbagi kepada sesama, termasuk anak yatim.

Di sisi lain, Muhammadiyah mengingatkan bahwa amalan tersebut hendaknya dilakukan atas dasar niat ikhlas untuk berbuat baik dan tidak semata-mata bertumpu pada dalil-dalil yang diperselisihkan.

Mengapa Tradisi Menyantuni Anak Yatim Perlu Dilestarikan?

Tradisi menyantuni anak yatim pada 10 Muharram memiliki dampak spiritual dan sosial yang besar.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang merawat anak yatim.

Kegiatan ini juga membantu anak-anak yatim merasa dihargai, dicintai, dan menjadi bagian dari lingkungan yang peduli terhadap mereka.

Perhatian dan kasih sayang yang diberikan dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta optimisme dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi pendidikan, tradisi ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai empati, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang perlu dijaga dan diwariskan.

Pada akhirnya, menyantuni anak yatim pada 10 Muharram merupakan cerminan dari nilai-nilai Islam yang luhur, yakni kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Melestarikan tradisi Lebaran Anak Yatim bukan hanya menjadi bentuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di tengah masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar