Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhaj: Seluruh Ekosistem Haji dan Umrah Harus Satu Visi Tingkatkan Pelayanan Jamaah

Kompas.com, 28 Juni 2026, 10:14 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor haji dan umrah bergerak dalam satu visi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah.

Menurutnya, penyelenggaraan haji dan umrah harus mengedepankan keamanan, kenyamanan, ketertiban, kepatuhan terhadap syariat, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Pemerintah juga menilai penguatan ekosistem industri haji dan umrah menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi jamaah.

Baca juga: Kemenhaj Sambas Siapkan Strategi Hadapi Musim Haji 2027, Masa Tunggu Jadi 28 Tahun

Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Menhaj Minta Seluruh Ekosistem Haji dan Umrah Bergerak Satu Visi

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu visi untuk menghadirkan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, tertib, sesuai syariat, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi.

Baca juga: Kemenhaj Bentuk Task Force Optimalkan Penerbangan Haji, Targetkan Wisatawan Timur Tengah ke Indonesia

“Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat,” ujar Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).

Menurut Gus Irfan, perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem industri umrah merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, seluruh elemen dalam industri haji dan umrah diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip pelayanan dan perlindungan kepada jamaah.

Sinergi dan Kepatuhan Regulasi Jadi Kunci

Gus Irfan menekankan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan tata kelola industri haji dan umrah yang profesional.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, menjadi fondasi penting agar penyelenggaraan haji dan umrah berjalan secara berkeadaban serta memberikan kepastian bagi seluruh pihak.

Gus Irfan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya, berbagai inovasi dan capaian layanan yang telah berjalan dengan baik harus dipertahankan, sementara aspek-aspek yang masih memerlukan penyempurnaan akan menjadi fokus perbaikan pada musim haji berikutnya.

“Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji,” kata dia.

International Islamic Expo 2026 Jadi Ajang Konsolidasi Industri

Forum International Islamic Expo 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan di sektor haji dan umrah.

Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, industri halal, serta mitra internasional.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar