Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

35 Kebiasaan Buruk yang Bisa Menghalangi Rezeki Menurut Syekh Az-Zarnuji

Kompas.com, 9 Juli 2026, 21:04 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Rezeki dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai harta atau materi, tetapi juga mencakup kesehatan, ketenangan, kemudahan, dan berbagai nikmat lain yang diberikan Allah SWT.

Setiap manusia telah memiliki ketentuan rezekinya masing-masing, namun Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar dan menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa ada kebiasaan tertentu yang dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan rezeki. Salah satunya dijelaskan oleh Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim.

Baca juga: 6 Doa Hari Jumat yang Dianjurkan untuk Memohon Ampunan, Rezeki, dan Keberkahan

Rezeki Itu Luas, Tidak Hanya Berupa Harta

Dalam Islam, rezeki memiliki makna yang luas. Selain berupa harta, uang, jabatan, atau kekayaan, rezeki juga mencakup nikmat batin seperti kesehatan, ketenangan, kedamaian, keberuntungan, hingga kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Ketika seseorang merasa rezekinya tersendat, baik secara lahir maupun batin, Islam mengajarkan untuk tetap berikhtiar, memperbaiki amal, dan melakukan introspeksi diri.

Baca juga: 5 Doa Pembuka Rezeki untuk Memulai Usaha, Amalkan agar Rezeki Lancar dan Bisnis Berkah

35 Perilaku yang Dapat Menghambat Rezeki

Dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim halaman 43–44, Syekh Az-Zarnuji menyebutkan sejumlah perilaku yang diyakini dapat menghalangi datangnya rezeki atau menjadi sebab kefakiran.

Berikut perilaku yang disebutkan Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim:

  1. Berbuat dosa, terutama berdusta
  2. Melalaikan salat
  3. Tergesa-gesa meninggalkan masjid setelah salat Subuh
  4. Terlalu banyak tidur, terutama setelah salat Subuh
  5. Tidur dalam keadaan telanjang
  6. Buang air kecil dalam keadaan telanjang
  7. Makan dalam keadaan junub
  8. Makan sambil berbaring
  9. Mengabaikan makanan yang terjatuh di meja makan
  10. Membakar kulit bawang putih atau bawang merah
  11. Menyapu rumah menggunakan kain
  12. Menyapu rumah pada malam hari
  13. Membiarkan sampah hasil sapuan tidak segera dibuang
  14. Berjalan mendahului orang yang lebih tua tanpa izin
  15. Memanggil orang tua dengan namanya
  16. Membersihkan sela-sela gigi menggunakan kayu yang kasar
  17. Membasuh tangan dengan tanah atau debu
  18. Duduk di tangga
  19. Bersandar pada salah satu tiang pintu
  20. Berwudu di tempat beristirahat
  21. Menjahit pakaian yang sedang dikenakan
  22. Mengeringkan wajah menggunakan pakaian
  23. Membiarkan sarang laba-laba di dalam rumah
  24. Terlalu pagi pergi ke pasar dan lambat pulang darinya
  25. Membeli bubuk roti atau makanan dari orang fakir
  26. Mendoakan keburukan kepada anak
  27. Membiarkan wadah makanan terbuka
  28. Mematikan lilin atau lampu dengan tiupan napas
  29. Menulis menggunakan alat tulis yang telah rusak
  30. Menyisir rambut dengan sisir yang rusak
  31. Tidak mendoakan kebaikan untuk kedua orang tua
  32. Mengenakan serban sambil duduk
  33. Mengenakan celana sambil berdiri
  34. Bersikap kikir
  35. Cepat bosan, berlebihan, malas, dan lamban dalam mengerjakan sesuatu

Tetap Yakini Rezeki Berasal dari Allah SWT

Syekh Az-Zarnuji menjelaskan bahwa berbagai perilaku tersebut termasuk hal-hal yang diyakini dapat menghambat datangnya rezeki atau mewariskan kefakiran.

Karena itu, umat Islam dianjurkan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki diri.

Meski demikian, Islam juga mengajarkan bahwa hakikat rezeki sepenuhnya berada dalam ketentuan Allah SWT.

Oleh sebab itu, selain menjauhi perilaku yang tidak baik, setiap Muslim dianjurkan untuk terus berusaha, memperbanyak doa, menjaga ketakwaan, dan bertawakal kepada Allah SWT. Wallâhu a'lam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar