Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Ghofur Dorong Kitab Kiai Zulfa Jadi Rujukan Bahtsul Masail Muktamar NU

Kompas.com, 12 Juli 2026, 08:49 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimun mendorong agar kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa karya Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menjadi salah satu referensi dalam pembahasan Bahtsul Masail pada Muktamar Nahdlatul Ulama mendatang.

Menurut Gus Ghofur, kitab tersebut memuat berbagai isu penting yang layak mendapat perhatian lebih dalam forum-forum resmi NU, termasuk Muktamar dan Musyawarah Nasional (Munas).

"Isu-isu dalam buku itu perlu mendapatkan tempat yang semestinya," kata Gus Ghofur dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran dan bedah kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Aula Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.

Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum

Acara tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh NU yang menilai kitab tersebut memberi kontribusi signifikan bagi pengembangan fikih kontemporer di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Bahtsul Masail Dinilai Perlu Lebih Menonjol

Gus Ghofur menilai pelaksanaan Muktamar NU selama ini kerap lebih banyak menyita perhatian publik pada dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU maupun Rais Aam PBNU. Sementara itu, pembahasan ilmiah melalui forum Bahtsul Masail justru sering kali kurang mendapatkan sorotan.

Karena itu, ia berharap karya-karya ilmiah seperti Ithafu Ummati Al-Muqtafa dapat menjadi bahan kajian utama dalam forum-forum keilmuan NU.

"Buku-buku yang seperti ini perlu kita sampaikan pada saat Muktamar maupun Munas NU," ujarnya.

Kitab tersebut menghimpun empat karya berbahasa Arab yang membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, hingga sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.

Salah satu pokok bahasannya mengulas metode pengambilan keputusan hukum di lingkungan NU yang tidak hanya berpijak pada teks keagamaan, tetapi juga mempertimbangkan tujuan syariat (maqashid syariah), kondisi sosial masyarakat, adat istiadat, serta perkembangan zaman sebelum sebuah fatwa ditetapkan.

Said Aqil: Tradisi Kitab Harus Dihidupkan

Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj turut memberikan apresiasi terhadap terbitnya kitab tersebut. Menurutnya, karya ilmiah seperti ini menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali menghadirkan pemahaman keagamaan secara instan dan dangkal.

"Di tengah derasnya informasi teknologi yang serba digital dan dangkal, maka membuat satu rujukan yang berakar kokoh dalam satu bidang keilmuan seperti kitab ini merupakan kebutuhan mendasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan," kata Said Aqil.

Ia menambahkan, kitab karya Kiai Zulfa menjadi pengingat bahwa NU tidak hanya bergerak dalam aspek organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan pesantren yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama.

Kiai Zulfa Ajak Ulama Hidupkan Tradisi Menulis

Sementara itu, penulis kitab sekaligus Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk kembali menghidupkan tradisi menulis kitab sebagai warisan intelektual umat Islam.

Menurutnya, kekuatan peradaban Islam sejak masa awal hingga berkembang di Nusantara tidak hanya lahir dari para ulama yang alim, tetapi juga dari karya-karya ilmiah yang mereka tinggalkan.

Baca juga: Jelang Muktamar NU, KH Zulfa Mustofa Ajak Ulama Hidupkan Tradisi Menulis Kitab

"Tradisi ulama adalah tradisi ilmu. Dan tradisi ilmu tidak akan kokoh tanpa tradisi menulis. Karena itulah para ulama terdahulu tidak hanya mendidik murid, tetapi juga meninggalkan kitab sebagai warisan intelektual bagi umat," ujar Kiai Zulfa.

Ia berharap semangat menulis kitab kembali tumbuh di lingkungan pesantren sehingga tradisi keilmuan Islam yang bersanad dan relevan dengan perkembangan zaman dapat terus berlanjut sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya keputusan-keputusan keagamaan yang responsif terhadap persoalan kontemporer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar