Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Museum Al-Qur'an di Makkah Ungkap Media Penulisan Wahyu pada Zaman Nabi Muhammad

Kompas.com, 14 Juli 2026, 10:37 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Sejarah Islam menyimpan kisah luar biasa tentang bagaimana Al-Qur'an dijaga sejak pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jauh sebelum mushaf Al-Qur'an dihimpun menjadi satu kitab, para sahabat Nabi yang bertugas sebagai penulis wahyu telah mencatat setiap ayat menggunakan berbagai media sederhana yang tersedia pada masa itu.

Jejak sejarah tersebut kini dihadirkan kembali melalui Museum Al-Qur'an yang berada di Kawasan Budaya Hira (Hira Cultural District), Makkah. Museum ini menampilkan replika berbagai bahan yang digunakan untuk menulis wahyu pada masa kenabian sekaligus memberikan pengalaman edukatif mengenai proses awal pendokumentasian Al-Qur'an.

Pengunjung diajak mengenal bagaimana para sahabat Rasulullah SAW segera menuliskan setiap ayat yang turun atas perintah Nabi. Tradisi tersebut menjadi bukti besarnya perhatian umat Islam sejak awal dalam menjaga kemurnian firman Allah.

Baca juga: Museum Al-Quran di Makkah Simpan Mushaf Berusia Lebih dari Seabad

Beragam koleksi yang dipamerkan menggambarkan kondisi masyarakat Arab pada abad ke-7. Di antaranya terdapat replika lembaran kulit samak, pelepah kurma, potongan kayu, batu, hingga tulang hewan seperti tulang belikat dan tulang rusuk yang pernah digunakan sebagai media penulisan wahyu.

Seluruh koleksi disusun dalam konsep museum modern yang memadukan penjelasan sejarah dengan teknologi interaktif sehingga memudahkan pengunjung memahami proses penulisan Al-Qur'an sebelum dihimpun menjadi satu mushaf.

Kulit Samak Menjadi Media Penulisan Utama

Di antara berbagai media yang dipamerkan, kulit samak menjadi salah satu bahan yang paling menonjol.

Pada masa Rasulullah SAW, kulit hewan yang telah melalui proses penyamakan banyak digunakan karena memiliki daya tahan tinggi sehingga mampu menjaga tulisan tetap awet. Bahan tersebut menjadi salah satu media utama yang dipakai para penulis wahyu untuk mencatat ayat-ayat Al-Qur'an.

Museum juga menjelaskan bahwa setiap kali wahyu turun, Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabat penulis wahyu untuk segera mencatatnya sekaligus menunjukkan letak ayat tersebut dalam surah. Proses itu menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian susunan Al-Qur'an sejak masa kenabian.

Menampilkan Proses Awal Kodifikasi Al-Qur'an

Selain menghadirkan replika benda-benda bersejarah, setiap koleksi dilengkapi dengan panel informasi yang menjelaskan karakteristik bahan, alasan penggunaannya, hingga teknik penulisan yang dilakukan pada masa itu.

Melalui penjelasan tersebut, pengunjung memperoleh gambaran nyata mengenai lingkungan tempat Al-Qur'an diturunkan sekaligus memahami besarnya usaha para sahabat dalam mendokumentasikan wahyu hingga akhirnya dihimpun menjadi mushaf yang utuh.

Museum ini juga mengulas tahapan sejarah penulisan dan kodifikasi Al-Qur'an, perkembangan ilmu-ilmu Al-Qur'an, hingga perjalanan pelestarian mushaf dari masa ke masa.

Wisata Edukasi di Kawasan Budaya Hira

Museum Al-Qur'an merupakan salah satu destinasi utama di Hira Cultural District, kawasan budaya yang dibangun untuk memperkenalkan sejarah turunnya wahyu di Makkah.

Baca juga: Masuk Museum Ini, Jemaah Serasa Hidup di Zaman Nabi Muhammad

Melalui ruang pamer modern, multimedia interaktif, dan sajian visual yang imersif, museum menghadirkan pengalaman belajar yang memperkaya pemahaman pengunjung terhadap sejarah Al-Qur'an sekaligus mempererat kecintaan kepada Kitab Suci umat Islam.

Keberadaan museum ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi melestarikan warisan peradaban Islam dan memperkenalkan berbagai tonggak penting sejarah wahyu kepada jamaah umrah, haji, maupun wisatawan dari berbagai negara.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani
10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani
Aktual
HUT ke-81 RI, Ketum MUI Ajak Masyarakat Rawat Persatuan NKRI
HUT ke-81 RI, Ketum MUI Ajak Masyarakat Rawat Persatuan NKRI
Aktual
HUT ke-81 RI, Ketua Bidang Fatwa MUI Ajak Masyarakat Jaga Moral dan Ketahanan Keluarga
HUT ke-81 RI, Ketua Bidang Fatwa MUI Ajak Masyarakat Jaga Moral dan Ketahanan Keluarga
Aktual
Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Aktual
Waketum MUI: Kemerdekaan RI Harus Diisi dengan Karya Nyata dan Menjaga Ukhuwah Wathaniyah
Waketum MUI: Kemerdekaan RI Harus Diisi dengan Karya Nyata dan Menjaga Ukhuwah Wathaniyah
Aktual
Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kemakmuran Rakyat
Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kemakmuran Rakyat
Aktual
100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
Aktual
Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah
Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah
Aktual
Unsur Islam di Balik Pemilihan Tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945
Unsur Islam di Balik Pemilihan Tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945
Aktual
HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
Aktual
HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
Aktual
Menko Polkam Sebut Bendera Merah Putih Wajib Dihormati, Bagaimana Pandangan Islam?
Menko Polkam Sebut Bendera Merah Putih Wajib Dihormati, Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat
Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat
Aktual
Gempa M 7,7 NTT, Cerita Mahasiswa KKN UMY yang Putar Haluan Jadi Relawan
Gempa M 7,7 NTT, Cerita Mahasiswa KKN UMY yang Putar Haluan Jadi Relawan
Aktual
Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar