Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Sunnah Ini Disebut Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya, Amalkan Setiap Hari

Kompas.com, 31 Juli 2026, 11:24 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Shalat sunnah qobliyah Subuh merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam.

Meski hanya terdiri dari dua rakaat, amalan ini selalu dijaga pelaksanaannya oleh Rasulullah SAW.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW menyebut pahala shalat qobliyah Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.

Baca juga: 7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga konsistensi mengerjakan shalat sunnah ini setiap hari.

Shalat Qobliyah Subuh dan Keutamaannya

Shalat sunnah qobliyah Subuh adalah shalat dua rakaat yang dikerjakan sebelum shalat fardhu Subuh.

Baca juga: 5 Surat Terpendek dalam Al-Quran yang Mudah Dihafal dan Sering Dibaca Saat Shalat

Ibadah ini termasuk dalam shalat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah yang mengiringi pelaksanaan shalat wajib sebelum maupun sesudahnya.

Besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap ibadah ini dijelaskan dalam hadits dari Aisyah RA.

“Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu shalat sunnah melebihi dua rakaat sebelum shalat Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keutamaan shalat ini juga ditegaskan dalam hadits riwayat Muslim.

“Dua rakaat fajar (shalat sunnah qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR Muslim).

Hadits tersebut menunjukkan bahwa dua rakaat qobliyah Subuh memiliki nilai yang sangat agung di sisi Allah SWT, bahkan melebihi seluruh kenikmatan dunia.

Shalat Qobliyah Subuh Termasuk Shalat Sunnah Rawatib

Shalat qobliyah Subuh menjadi bagian dari 12 rakaat shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Siapa yang shalat sunnah 12 rakaat sehari semalam, Allah dirikan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Tirmidzi).

Pelaksanaan shalat qobliyah Subuh dilakukan setelah terbit fajar shadiq atau setelah adzan Subuh sebelum menunaikan shalat wajib.

Dalam Mazhab Syafi'i, setelah melaksanakan shalat sunnah ini dianjurkan berbaring sejenak sebagai pemisah sebelum mengerjakan shalat Subuh.

Keutamaan Shalat Qobliyah Subuh

Shalat sunnah qobliyah Subuh memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.

1. Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya

Keutamaan terbesar shalat qobliyah Subuh adalah pahalanya yang lebih baik daripada seluruh kenikmatan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang ringan tersebut memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT sehingga layak dijaga setiap hari.

2. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW dikenal sangat menjaga pelaksanaan dua rakaat sebelum Subuh. Bahkan, disebutkan bahwa ketika fajar telah terbit, beliau tidak mengerjakan shalat sunnah selain dua rakaat tersebut. (HR Muslim).

Menunaikan qobliyah Subuh menjadi salah satu bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang sangat dianjurkan.

3. Menyempurnakan Shalat Fardhu Subuh

Shalat sunnah qobliyah Subuh menjadi pelengkap bagi shalat wajib. Selain menambah pahala, ibadah ini juga membantu membiasakan umat Islam menjaga kedisiplinan dalam melaksanakan shalat Subuh tepat waktu.

4. Mendapat Perlindungan dari Allah SWT

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang melaksanakan shalat Subuh berada dalam jaminan Allah SWT.

Shalat sunnah qobliyah Subuh turut memperkuat keistimewaan tersebut karena menjadi amalan pembuka hari yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.

5. Dibangunkan Rumah di Surga

Orang yang rutin menjaga shalat sunnah rawatib, termasuk dua rakaat qobliyah Subuh, mendapat kabar gembira berupa rumah di surga sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Tirmidzi.

Keutamaan ini juga diamalkan oleh Ummu Habibah RA, istri Rasulullah SAW, yang tidak pernah meninggalkan shalat rawatib setelah mengetahui besarnya pahala yang dijanjikan.

Waktu Pelaksanaan Shalat Qobliyah Subuh

Shalat qobliyah Subuh dikerjakan pada awal waktu Subuh setelah terbit fajar shadiq dan setelah adzan Subuh, sebelum pelaksanaan shalat fardhu.

Karena waktunya singkat dan hanya dua rakaat, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkannya meski sedang terburu-buru.

Shalat qobliyah Subuh merupakan ibadah sunnah yang ringan, tetapi memiliki keutamaan yang sangat besar.

Selain disebut lebih baik daripada dunia dan seisinya, amalan ini juga menjadi bagian dari shalat rawatib yang dijanjikan rumah di surga bagi orang yang menjaganya secara rutin.

Dengan membiasakan diri mengerjakan qobliyah Subuh, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat kualitas ibadah dan mengharap keberkahan serta ridha Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Aktual
Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Aktual
Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya
Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya
Aktual
Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama
Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Aktual
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
Aktual
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Aktual
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Aktual
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Aktual
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Aktual
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Aktual
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Aktual
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
Aktual
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar