Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Bulan Rabiul Awal

Kompas.com, 13 Agustus 2026, 19:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Rabiul Awal menjadi bulan istimewa bagi umat Islam karena dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang membawa ajaran dan teladan bagi umat manusia.

Dilansir dari laman Kemenag, Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut terjadi pada hari Senin, bulan Rabiul Awwal, tahun 571 M.

Baca juga: 4 Amalan Sunah di Bulan Rabiul Awal, dari Puasa hingga Sedekah

Allah memilih hari dan bulan tersebut sebagai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW, bukan hari atau bulan lain yang dipandang memiliki keutamaan tertentu dalam Islam.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW kemudian diperingati setiap tahun di berbagai wilayah dunia. Momen Maulid Nabi disambut umat Islam sebagai simbol terbitnya fajar budi pekerti, nilai-nilai luhur kemanusiaan, dan nilai-nilai keilahian.

Baca juga: Hikmah Rasulullah SAW Dilahirkan Pada Hari Senin Bulan Rabiul Awal Tahun Gajah

Keterangan mengenai hari Senin sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga terdapat dalam hadis:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

“Itu (puasa Senin) hari aku dilahirkan, aku diutus, atau hari wahyu diturunkan,” (HR Muslim).

Allah memilih kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Senin, 12 Rabiul Awwal. Kelahiran beliau tidak terjadi pada malam Lailatul Qadar, malam Nisfu Syaban, hari Jumat, maupun malam Jumat.

Begitu pula Nabi Muhammad SAW tidak dilahirkan pada bulan Ramadhan, saat Al-Qur'an diturunkan, ataupun pada asyhurul hurum, yakni bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di balik pilihan waktu tersebut terdapat hikmah yang dijelaskan oleh sejumlah ulama.

4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW 

Jalaluddin As-Suyuthi dalam karyanya Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid mengutip penjelasan Ibnul Haj Al-Abdari Al-Maliki Al-Fasi mengenai hikmah kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari Senin dan bulan Rabiul Awwal.

Menurut Ibnul Haj, sebagaimana dikutip Jalaluddin As-Suyuthi, terdapat empat hikmah di balik kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari Senin dan bulan Rabiul Awwal. (As-Suyuthi, Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], halaman 67-68).

1. Senin Mengingatkan pada Penciptaan Pohon dan Rezeki

Pertama, Senin merupakan hari ketika Allah menciptakan pohon. Hari tersebut mengingatkan manusia pada penciptaan makanan pokok, rezeki, berbagai buah, serta beragam kebaikan yang menjadi kebutuhan dan asupan manusia sekaligus memberikan kesenangan bagi mereka.

2. Rabi Berarti Musim Semi

Kedua, secara etimologi, kata “Rabi” berarti musim semi. Makna tersebut menjadi isyarat dan optimisme jika dikaitkan dengan waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Abu Abdirrahman As-Shaqli mengatakan, “Setiap orang memiliki ‘nasib’ (baik) dari namanya.”

3. Musim Semi Melambangkan Keadilan

Ketiga, musim semi atau Ar-Rabi’ merupakan musim yang dianggap paling pas, adil, dan terbaik. Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW yang juga dikenal paling adil dan toleran.

4. Waktu Kelahiran Nabi Menjadi Mulia

Keempat, Allah memang menghendaki waktu tersebut menjadi mulia karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seandainya Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada waktu yang telah memiliki kemuliaan sebelumnya, orang dapat mengira bahwa kemuliaan Nabi Muhammad SAW berasal dari kemuliaan waktu kelahirannya.

Dengan demikian, kemuliaan tersebut justru dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada waktu yang sebelumnya tidak dianggap sebagai waktu paling mulia.

Penjelasan ini menjadi salah satu hikmah yang disampaikan Ibnul Haj mengenai waktu kelahiran Rasulullah SAW.

Kelahiran Nabi pada Senin, 12 Rabiul Awwal juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang keteladanan dan ajaran beliau.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani
10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani
Aktual
HUT ke-81 RI, Ketum MUI Ajak Masyarakat Rawat Persatuan NKRI
HUT ke-81 RI, Ketum MUI Ajak Masyarakat Rawat Persatuan NKRI
Aktual
HUT ke-81 RI, Ketua Bidang Fatwa MUI Ajak Masyarakat Jaga Moral dan Ketahanan Keluarga
HUT ke-81 RI, Ketua Bidang Fatwa MUI Ajak Masyarakat Jaga Moral dan Ketahanan Keluarga
Aktual
Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Aktual
Waketum MUI: Kemerdekaan RI Harus Diisi dengan Karya Nyata dan Menjaga Ukhuwah Wathaniyah
Waketum MUI: Kemerdekaan RI Harus Diisi dengan Karya Nyata dan Menjaga Ukhuwah Wathaniyah
Aktual
Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kemakmuran Rakyat
Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kemakmuran Rakyat
Aktual
100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia
Aktual
Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah
Mendaki Gunung Bukan Sekadar Mengejar Puncak, Bisa Jadi Ruang Muhasabah
Aktual
Unsur Islam di Balik Pemilihan Tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945
Unsur Islam di Balik Pemilihan Tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945
Aktual
HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
Aktual
HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
HUT RI, Menag Ajak Umat Bantu Korban Gempa: Agama Tak Hanya Bicara Langit
Aktual
Menko Polkam Sebut Bendera Merah Putih Wajib Dihormati, Bagaimana Pandangan Islam?
Menko Polkam Sebut Bendera Merah Putih Wajib Dihormati, Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat
Kisah Umar bin Khattab, Menolak Kenikmatan yang Tak Dirasakan Rakyat
Aktual
Gempa M 7,7 NTT, Cerita Mahasiswa KKN UMY yang Putar Haluan Jadi Relawan
Gempa M 7,7 NTT, Cerita Mahasiswa KKN UMY yang Putar Haluan Jadi Relawan
Aktual
Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Suntiang dan Songket Minangkabau Hiasi Perlengkapan Ibadah pada HUT RI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar