Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Naik Motor Gede hingga Sepeda, Cerita Alumni “Pulang” untuk 100 Tahun Gontor

Kompas.com, 15 September 2026, 06:31 WIB
Reni Susanti

Editor


PONOROGO, KOMPAS.com — Puluhan ribu alumni dari berbagai daerah dan luar negeri bersiap menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur.

Sebagian alumni menempuh perjalanan darat dengan cara yang tidak biasa. Ada yang melakukan tur menggunakan motor besar, bahkan mengayuh sepeda untuk kembali ke pesantren tempat mereka pernah menimba ilmu.

“Pondok itu bukan sekadar bangunan fisiknya, melainkan kontribusi, jiwa, dan kiprah para alumninya,” kata Ketua Panitia Reuni Akbar 100 Tahun PMDG Ahmad Suharto dalam rilisnya, Senin (14/9/2026).

Baca juga: Kaligrafer Dunia Berkumpul di Gontor, Menulis Peradaban Lewat Seni Islam

Menurut Ahmad, perjalanan para alumni untuk “pulang ke pangkuan ibu” menunjukkan kuatnya ikatan batin dan persaudaraan yang telah tumbuh sejak mereka menjalani pendidikan di pesantren.

“Gelombang kedatangan alumni yang menempuh jalur darat dengan motor maupun sepeda ini merupakan wujud kecintaan mereka untuk kembali meresapi nilai-nilai pendidikan Islam dan menyatukan langkah menatap abad kedua Gontor,” ujarnya.

Salah satu perjalanan lintas daerah dilakukan rombongan alumni pengguna motor besar yang dipimpin Zakiyanto Arief, alumnus Gontor 1999.

Rombongan tersebut beranggotakan alumni lintas generasi, mulai dari angkatan 1990-an hingga 2000-an.

“Boleh berbeda rem, berbeda motor, tetapi satu tujuan menuju satu pangkuan ibu, yaitu Gontor,” ungkap Zakiyanto.

Perjalanan menuju Gontor juga dilakukan sejumlah alumni yang berangkat dari titik kumpul regional Jawa Barat. Mereka memulai perjalanan dari Cikampek menuju Ponorogo.

“Kami berangkat dari Cikampek menuju Gontor bersama belasan alumni yang berasal dari berbagai daerah. Semua menuju Gontor untuk merekatkan kembali ikatan silaturahmi antaralumni,” tuturnya.

Baca juga: Puncak 100 Tahun Gontor, Prabowo Dijadwalkan Hadir

Menatap abad kedua Gontor

Ahmad mengatakan, para alumni Gontor kini memiliki beragam latar belakang dan bidang pengabdian.

Mereka terhimpun dalam 136 cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) di dalam dan luar negeri. Alumni Gontor juga disebut mengelola lebih dari 1.500 pesantren.

Menurut Ahmad, jaringan tersebut menjadi aset penting dalam melanjutkan pengabdian Gontor di bidang pendidikan dan pembangunan peradaban.

Peringatan 100 Tahun Gontor mengangkat tema “100 Tahun Merintis Pendidikan Holistik, Menginspirasi Dunia, dan Membangun Peradaban”.

Rangkaian puncak peringatan akan dimulai dengan khataman Al-Qur’an dan sujud syukur pada Jumat (18/9/2026).

Acara dilanjutkan dengan resepsi kesyukuran yang dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia pada Sabtu (19/9/2026).

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan reuni akbar lintas generasi pada Minggu (20/9/2026).

Momentum satu abad ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang nostalgia bagi para alumni, tetapi juga kesempatan untuk menyegarkan kembali nilai-nilai pendidikan Gontor dan menyatukan langkah memasuki abad kedua.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Aktual
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
Aktual
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Aktual
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Aktual
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Aktual
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Aktual
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Aktual
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Aktual
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Aktual
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar