Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Kompas.com, 18 September 2026, 23:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Meski Pimpinan Pusat Muhammadiyah belum mengeluarkan maklumat resmi tentang penetapan awal Ramadhan 2027, namun prediksi awal bulan puasa bisa diamati dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Di dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirujuk Muhammadiyah, telah tercantum kapan jatuhnya 1 Ramadhan 1448 H.

Tanggal tersebut menjadi acuan bagi warga Muhammadiyah yang menggunakan KHGT untuk bersiap sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Libur Lebaran 2027 Menurut SKB 3 Menteri dan Perkiraan Awal Ramadhan

1 Ramadhan 1448 H jatuh pada 8 Februari 2027

Dalam Kalender KHGT Muhammadiyah, tercantum bahwa jatuhnya 1 Ramadhan 1448 H bertepatan dengan Senin, 8 Februari 2027.

Dalam kalender tersebut, Ramadhan berlangsung selama 29 hari dan berakhir pada Senin, 8 Maret 2027 yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1448 H.

Baca juga: Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri

Dengan demikian, jika mengacu pada KHGT, malam pertama Ramadhan berlangsung sejak Ahad malam, 7 Februari 2027.

Umat Islam yang mengikuti penanggalan tersebut dapat mulai melaksanakan salat Tarawih pada malam itu.

KHGT juga mencantumkan 17 Ramadhan 1448 H atau Nuzulul Quran bertepatan dengan Rabu, 24 Februari 2027.

Kapan Idul Fitri 2027 menurut KHGT?

Selain awal Ramadhan, KHGT juga mencantumkan 1 Syawal 1448 H atau Idul Fitri pada Selasa, 9 Maret 2027.

Penanggalan melalui KHGT memungkinkan tanggal-tanggal dalam kalender Hijriah diketahui jauh sebelum bulan tersebut berlangsung karena menggunakan sistem perhitungan kalender yang telah disusun sebelumnya.

Maklumat PP Muhammadiyah untuk Ramadhan 2027 Belum Terbit

Meskipun KHGT mencantumkan 8 Februari 2027 sebagai 1 Ramadhan 1448 H, tanggal tersebut belum dapat disebut sebagai keputusan resmi Muhammadiyah karena Maklumat PP Muhammadiyah tentang awal Ramadhan 1448 H belum diterbitkan.

Karena itu, informasi mengenai 1 Ramadhan 1448 H berdasarkan KHGT perlu dibedakan dari Maklumat resmi Muhammadiyah.

KHGT merupakan sistem kalender yang menjadi dasar perhitungan, sedangkan maklumat menjadi dokumen resmi Muhammadiyah terkait penetapan awal Ramadhan.

Pemerintah Belum Menetapkan Awal Ramadhan 2027

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadhan menggunakan mekanisme hisab dan rukyatul hilal yang kemudian dibahas dalam Sidang Isbat.

Karena Ramadhan 1448 H masih beberapa bulan lagi, pemerintah belum mengeluarkan keputusan final mengenai awal puasa 2027.

Perbedaan tanggal awal Ramadhan masih memungkinkan terjadi karena masing-masing pihak dapat menggunakan metode dan kriteria penetapan awal bulan Hijriah yang berbeda.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengikuti keputusan resmi dari organisasi atau pemerintah yang menjadi acuannya.

Jadwal Ramadhan 2027 berdasarkan KHGT Muhammadiyah

Jika mengacu pada kalender KHGT, beberapa tanggal penting Ramadhan 1448 H adalah:

  • 1 Ramadhan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027.
  • 17 Ramadhan 1448 H atau Nuzulul Quran: Rabu, 24 Februari 2027.
  • 29 Ramadhan 1448 H: Senin, 8 Maret 2027.
  • 1 Syawal 1448 H atau Idul Fitri: Selasa, 9 Maret 2027.

Dengan demikian, 8 Februari 2027 merupakan tanggal yang tercantum sebagai 1 Ramadhan 1448 H dalam KHGT Muhammadiyah. Namun, masyarakat tetap perlu menunggu Maklumat resmi Muhammadiyah untuk mengetahui keputusan awal Ramadhan 1448 H.

Kalender Hijriah Global Tunggal Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah untuk bulan Ramadhan 1448 H.khgt.muhammadiyah.or.id Kalender Hijriah Global Tunggal Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah untuk bulan Ramadhan 1448 H.

Apa itu Kalender Hijriah Global Tunggal?

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) merupakan sistem penanggalan Hijriah berbasis hisab global yang dirancang untuk menyatukan tanggal dan hari dalam kalender Islam di seluruh penjuru dunia.

KHGT menggunakan pendekatan yang memandang bumi sebagai satu zona waktu pengamatan hilal atau ittihād al-maṭāli‘. Artinya, awal bulan Hijriah tidak lagi ditentukan oleh rukyat di satu lokasi, melainkan melalui perhitungan astronomi global.

KHGT berlandaskan tiga prinsip utama, yakni keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia untuk memulai bulan baru, penggunaan hisab atau perhitungan astronomi sebagai metode penentuan waktu, serta kesatuan matlak yang memandang seluruh permukaan bumi sebagai satu zona waktu untuk kalender Islam.

Cara mengakses Kalender Hijriah Global Tunggal

KHGT dapat diakses melalui situs resmi Muhammadiyah, aplikasi desktop, maupun aplikasi ponsel. Pengguna dapat membuka laman khgt.muhammadiyah.or.id atau halaman pelengkap di tarjih.or.id/khgt untuk mendapatkan informasi terkait KHGT.

Bagi pengguna PC atau laptop, KHGT juga tersedia dalam bentuk aplikasi desktop. Sementara pengguna ponsel dapat mencari aplikasi HisabMu KHGT atau MASA melalui Play Store maupun App Store.

Aplikasi tersebut menyediakan sejumlah fitur, seperti kalender Hijriah, waktu salat, fase bulan, serta konversi tanggal Masehi ke Hijriah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Aktual
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
Aktual
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Aktual
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Aktual
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Aktual
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Aktual
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Aktual
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Aktual
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Aktual
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar