Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor

Kompas.com, 18 September 2026, 22:49 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Genap berusia 100 tahun, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menandai perjalanan satu abad dengan khataman Al Quran dan sujud syukur.

Puluhan ribu santri, alumni, pengurus, dan keluarga besar Gontor berkumpul di Masjid Jami Gontor, Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026).

Baca juga: Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian puncak kesyukuran 100 Tahun Gontor.

Jamaah memenuhi bagian dalam masjid hingga meluber ke area luar, menciptakan suasana khidmat dalam pertemuan keluarga besar Gontor yang datang dari berbagai daerah dan negara.

Baca juga: Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir

Sujud Syukur Jadi Puncak Kesyukuran 100 Tahun Gontor

Dilansir dari TribunJatim.com, rangkaian sujud syukur diawali dengan salat Magrib berjamaah di Masjid Jami Gontor.

Masjid tersebut memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Gontor karena diresmikan Presiden kedua RI, Soeharto, pada 1978 dalam rangka peringatan 50 tahun Pondok Modern Gontor di Ponorogo.

Setelah salat Magrib, sujud syukur dipimpin Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Para jamaah mengikuti prosesi tersebut secara bersama-sama, baik dari dalam masjid maupun area di luar masjid.

Momen tersebut menjadi salah satu puncak peringatan satu abad Gontor. Setelah melewati perjalanan panjang sejak berdiri hingga mencapai usia 100 tahun, keluarga besar pesantren mengekspresikan rasa syukur melalui ibadah dan doa bersama.

Puluhan Ribu Santri dan Alumni Ikut Sujud Syukur

Juru Bicara Panitia 100 Tahun Pondok Gontor, Riza Azhari Zarkasy, mengatakan kegiatan khataman dan sujud syukur diikuti hampir puluhan ribu orang dari berbagai kalangan.

Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan santri Gontor, tetapi juga alumni dan pondok pesantren alumni.

“Ya, baik, Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa melaksanakan khotaman dan juga sujud syukur yang diikutin oleh hampir puluhan ribu dari berbagai macam kalangan, baik itu santri seluruh kampus Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan juga pondok pesantren alumni. Bahkan juga hari ini, masyaallah, dengan antusias para alumni juga ikut turut hadir di sini,” ungkap Juru Bicara Panitia 100 Tahun Pondok Gontor, Riza Azhari Zarkasy, Jumat malam.

Riza menjelaskan, berdasarkan data yang ada, jumlah alumni yang hadir di Pondok Gontor mencapai hampir 20.000 orang.

“Alumni yang datang tidak hanya dari Indonesia saja. Jadi ini seluruh luar negeri pun semuanya hadir di sini. Jadi seluruh santri alumni Gontor dan juga pondok-pondok pesantren juga dari luar negeri pun semuanya jadi turut ikut semuanya, begitu,” urainya.

Kehadiran alumni dari berbagai wilayah membuat peringatan satu abad Gontor tidak hanya menjadi momentum keagamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan kembali bagi para lulusan yang pernah menempuh pendidikan di lingkungan pesantren Gontor.

Mengapa Jumat Dipilih untuk Sujud Syukur?

Riza mengatakan pemilihan Jumat sebagai waktu pelaksanaan sujud syukur merupakan bagian dari ikhtiar para kiai. Hari Jumat dinilai memiliki keutamaan dan keberkahan sehingga dipilih sebagai bagian dari momentum puncak kesyukuran 100 Tahun Gontor.

“Berdasarkan ikhtiar para kyai,masyaallah alhamdulillah, hari Jumat merupakan hari hari yang baik. Sehingga, kita mencari keberkahan daripada hari tersebut sehingga kegiatan sujud syukur dilaksanakan pada hari Jumat, begitu,” tegasnya.

Menurut Riza, rangkaian puncak kesyukuran tersebut sekaligus menjadi momentum berkumpulnya alumni Gontor dari berbagai negara. Antusiasme terlihat dari alumni yang secara khusus melakukan perjalanan menuju Ponorogo untuk mengikuti peringatan satu abad almamaternya.

Alumni Datang untuk Merasakan Kembali Suasana Gontor

Salah satu alumni Pondok Gontor, Fajar Andika Firdaus, datang dari Bandung untuk mengikuti rangkaian peringatan satu abad Gontor.

Ia berangkat pada Jumat (18/9/2026) pukul 07.00 WIB dan sempat singgah di Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ponorogo.

“Habis itu baru nyampe di pondok di sini, alhamdulillah. Sama teman-teman juga yang dari luar kota kita ketemuan di Jogja, habis itu ngumpul di sini. Saya dari angkatan 2017, Survival Generation,” tegasnya.

Bagi Fajar, kedatangannya bukan semata-mata untuk menghadiri reuni. Ia ingin kembali merasakan atmosfer kehidupan pesantren yang menurutnya sulit ditemukan ketika berada di luar lingkungan Gontor.

Dia mengaku mengikuti reuni di Pondok Gontor di Ponorogo biar dapat nuansa pesantrennya. “Kalau misalkan kita pas di luar itu enggak ada ngerasain, fi'il Pondok Gontor itu. ya, gontor itu kalau enggak di sini gitu. Nah, ini momennya buat akhir, buat resepsi tujuh syukuran juga untuk resepsi pertemuan 100 tahun Gontor,” paparnya.

Bagi para alumni, momentum satu abad tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan teman-teman seperjuangan, mengenang masa pendidikan di pesantren, serta menyatukan kembali keluarga besar Gontor dalam suasana peringatan yang bersejarah.

Harapan Gontor Memasuki 100 Tahun Berikutnya

Memasuki usia satu abad, harapan untuk masa depan menjadi bagian penting dari pertemuan para alumni. Fajar berharap perjalanan Gontor tidak berhenti pada pencapaian 100 tahun, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi pada masa mendatang.

Alumni 2017 ini berharap tentunya buat 100 tahun ini adalah untuk menjadikan 100 tahun lagi yang akan ke depannya untuk lebih baik lagi.

“Jadi di 200 tahun selanjutnya Gontor lebih baik lagi dan juga bisa menginspirasi dan juga tetap bertahan di suatu Indonesia ini. Always survive for inspiring and leading this nation. Yes,”‘pungkasnya.

Peringatan 100 Tahun Gontor di Ponorogo menjadi momentum berkumpulnya puluhan ribu santri dan alumni dari berbagai daerah hingga luar negeri.

Khataman Al Quran dan sujud syukur digelar sebagai bagian dari puncak kesyukuran atas perjalanan satu abad Gontor. Para alumni juga membawa harapan agar Gontor terus bertahan, berkembang, dan menjalani perjalanan panjang pada 100 tahun berikutnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul “100 Tahun Perjalanan Gontor, Puluhan Ribu Alumni Bersujud Syukur di Masjid Jami: Menatap Abad Kedua”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
KHGT Muhammadiyah:1 Ramadhan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027
Aktual
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
100 Tahun Gontor, Puluhan Ribu Santri dan Alumni Sujud Syukur di Masjid Jami Gontor
Aktual
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Lakukan Sujud Syukur di Peringatan 100 Tahun Gontor
Aktual
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Kemenag Papua: Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Jaga Perdamaian di Tanah Papua
Aktual
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Tak Hanya di Sekolah, Kemenag Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai Anak Paling Lama 2 Jam Sehari
Aktual
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Ini Aturan untuk Murid dan Guru
Aktual
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Aktual
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Aktual
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Aktual
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar