Editor
KOMPAS.com - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak hanya dipenuhi aktivitas di arena perlombaan.
Di balik rangkaian kegiatan tersebut, ada pekerja yang menjalankan tugas untuk mendukung kelancaran perhelatan.
Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Salah satunya terlihat di Taman Simpang Lima, salah satu area yang ramai didatangi masyarakat selama MTQ berlangsung.
Indra, Eko, dan Rizal yang merupakan tiga dari puluhan petugas kebersihan melakukan tugasnya di area tersebut.
Dengan sapu lidi di tangan, ketiganya menyusuri taman. Sesekali, mata mereka tertuju ke tanah untuk mencari daun kering, bungkus makanan, botol minuman, atau benda lain yang tertinggal setelah keramaian.
Baca juga: Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Indra, Eko, dan Rizal merupakan pekerja harian lepas di Jawa Tengah yang turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Bagi Eko, kesempatan bekerja dalam perhelatan nasional yang digelar di Jawa Tengah membawa kegembiraan tersendiri. Ramainya kegiatan juga membuat aktivitas mereka terus berjalan.
“Alhamdulillah, masih bisa bergabung di event ini. Cukup ramai,” kata Eko sambil menjalankan pekerjaannya, Jumat (18/9/2026).
Pekerjaan mereka tidak berhenti pada menyapu. Setiap bagian area diperiksa untuk memastikan tidak ada sampah atau kotoran yang mengganggu aktivitas pengunjung.
Ketika menemukan minuman atau benda lain yang tumpah, mereka segera membersihkannya menggunakan kain pel.
“Setiap sudut pokoknya kami perhatikan agar nyaman. Kalau ada yang tumpah juga pasti kami pel. Bukan hanya sapu saja,” tutur Rizal.
Mereka juga tidak menunggu sampah terkumpul dalam jumlah banyak. Setelah menyelesaikan satu bagian, ketiganya berpindah ke bagian lain sambil memeriksa kondisi di sekitarnya.
“Ya, pokoknya kami periksa tiap sudut lokasi. Terima kasih untuk masyarakat yang sudah sadar menjaga kebersihan, membuang sampah di tempatnya,” lanjut Indra.
Kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya turut membantu pekerjaan mereka. Dengan begitu, kebersihan area dapat lebih mudah dipertahankan di tengah aktivitas masyarakat yang terus berlangsung.
MTQ Nasional XXXI mempertemukan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangkaian perlombaan Al-Qur’an.
Di luar arena tersebut, berbagai pekerja juga menjalankan tugas masing-masing. Ada petugas keamanan, tenaga kesehatan, tim teknis, hingga petugas kebersihan yang bekerja mendukung kebutuhan selama acara berlangsung.
Indra, Eko, dan Rizal menjadi bagian dari pekerja yang berada di balik ramainya perhelatan tersebut.
Mereka tidak tampil di panggung atau mengikuti perlombaan, tetapi tetap menjalankan pekerjaan yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.
Aktivitas mereka berlangsung berdampingan dengan keramaian pengunjung. Ketika masyarakat menikmati suasana MTQ di Taman Simpang Lima, ketiganya terus bergerak dari satu bagian ke bagian lain untuk menyelesaikan tugas.
Kebersihan venue dijaga selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Shift pertama mulai bekerja sejak pukul 05.00, kemudian tugas dilanjutkan oleh petugas pada shift kedua dan shift berikutnya.
Indra, Eko, dan Rizal bertugas pada shift kedua. Setelah satu kelompok menyelesaikan gilirannya, petugas pada shift berikutnya mengambil alih pekerjaan.
Sistem tersebut diterapkan selama rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung mulai 11 September 2026. Petugas bekerja bergantian untuk memastikan area tetap terawat dari pagi hingga malam.
Dengan pembagian waktu tersebut, pekerjaan kebersihan tidak berhenti ketika satu kelompok selesai bertugas. Giliran berikutnya langsung dilanjutkan oleh petugas lain.
Bagi Indra, Eko, Rizal, dan puluhan petugas lainnya, menjaga kebersihan menjadi bagian dari pekerjaan mereka selama perhelatan MTQ Nasional XXXI berlangsung.
Di tengah ramainya kegiatan, mereka menjalankan tugas secara bergantian dari satu shift ke shift berikutnya demi mendukung suksenya MTQ Nasional XXXI.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.