Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026

Kompas.com, 20 September 2026, 12:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak hanya dipenuhi aktivitas di arena perlombaan.

Di balik rangkaian kegiatan tersebut, ada pekerja yang menjalankan tugas untuk mendukung kelancaran perhelatan.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027

Salah satunya terlihat di Taman Simpang Lima, salah satu area yang ramai didatangi masyarakat selama MTQ berlangsung.

Indra, Eko, dan Rizal yang merupakan tiga dari puluhan petugas kebersihan melakukan tugasnya di area tersebut.

Dengan sapu lidi di tangan, ketiganya menyusuri taman. Sesekali, mata mereka tertuju ke tanah untuk mencari daun kering, bungkus makanan, botol minuman, atau benda lain yang tertinggal setelah keramaian.

Baca juga: Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026

Petugas Kebersihan Bekerja Pastikan Venue MTQ Nyaman

Indra, Eko, dan Rizal merupakan pekerja harian lepas di Jawa Tengah yang turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

Bagi Eko, kesempatan bekerja dalam perhelatan nasional yang digelar di Jawa Tengah membawa kegembiraan tersendiri. Ramainya kegiatan juga membuat aktivitas mereka terus berjalan.

“Alhamdulillah, masih bisa bergabung di event ini. Cukup ramai,” kata Eko sambil menjalankan pekerjaannya, Jumat (18/9/2026).

Pekerjaan mereka tidak berhenti pada menyapu. Setiap bagian area diperiksa untuk memastikan tidak ada sampah atau kotoran yang mengganggu aktivitas pengunjung.

Ketika menemukan minuman atau benda lain yang tumpah, mereka segera membersihkannya menggunakan kain pel.

“Setiap sudut pokoknya kami perhatikan agar nyaman. Kalau ada yang tumpah juga pasti kami pel. Bukan hanya sapu saja,” tutur Rizal.

Mereka juga tidak menunggu sampah terkumpul dalam jumlah banyak. Setelah menyelesaikan satu bagian, ketiganya berpindah ke bagian lain sambil memeriksa kondisi di sekitarnya.

“Ya, pokoknya kami periksa tiap sudut lokasi. Terima kasih untuk masyarakat yang sudah sadar menjaga kebersihan, membuang sampah di tempatnya,” lanjut Indra.

Kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya turut membantu pekerjaan mereka. Dengan begitu, kebersihan area dapat lebih mudah dipertahankan di tengah aktivitas masyarakat yang terus berlangsung.

Tangan-tangan yang Bekerja di Balik Layar Perhelatan MTQ

MTQ Nasional XXXI mempertemukan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangkaian perlombaan Al-Qur’an.

Di luar arena tersebut, berbagai pekerja juga menjalankan tugas masing-masing. Ada petugas keamanan, tenaga kesehatan, tim teknis, hingga petugas kebersihan yang bekerja mendukung kebutuhan selama acara berlangsung.

Indra, Eko, dan Rizal menjadi bagian dari pekerja yang berada di balik ramainya perhelatan tersebut.

Mereka tidak tampil di panggung atau mengikuti perlombaan, tetapi tetap menjalankan pekerjaan yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.

Aktivitas mereka berlangsung berdampingan dengan keramaian pengunjung. Ketika masyarakat menikmati suasana MTQ di Taman Simpang Lima, ketiganya terus bergerak dari satu bagian ke bagian lain untuk menyelesaikan tugas.

Jaga Kebersihan Venue 24 Jam, Dibagi Jadi Tiga Shift

Kebersihan venue dijaga selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Shift pertama mulai bekerja sejak pukul 05.00, kemudian tugas dilanjutkan oleh petugas pada shift kedua dan shift berikutnya.

Indra, Eko, dan Rizal bertugas pada shift kedua. Setelah satu kelompok menyelesaikan gilirannya, petugas pada shift berikutnya mengambil alih pekerjaan.

Sistem tersebut diterapkan selama rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung mulai 11 September 2026. Petugas bekerja bergantian untuk memastikan area tetap terawat dari pagi hingga malam.

Dengan pembagian waktu tersebut, pekerjaan kebersihan tidak berhenti ketika satu kelompok selesai bertugas. Giliran berikutnya langsung dilanjutkan oleh petugas lain.

Bagi Indra, Eko, Rizal, dan puluhan petugas lainnya, menjaga kebersihan menjadi bagian dari pekerjaan mereka selama perhelatan MTQ Nasional XXXI berlangsung.

Di tengah ramainya kegiatan, mereka menjalankan tugas secara bergantian dari satu shift ke shift berikutnya demi mendukung suksenya MTQ Nasional XXXI.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Aktual
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Aktual
Tak Hanya Debus, Naskah Kuno Tarekat Rifa’iyyah Nusantara Disorot di Turki
Tak Hanya Debus, Naskah Kuno Tarekat Rifa’iyyah Nusantara Disorot di Turki
Aktual
Dampak Perundungan Menurut Islam, Pelaku Bisa Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Dampak Perundungan Menurut Islam, Pelaku Bisa Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Aktual
Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jatim, 6 Pelimpahan Disorot Kemenhaj
Aktual
Muhammadiyah: Qiwamah Bukan Kekuasaan, tetapi Tanggung Jawab
Muhammadiyah: Qiwamah Bukan Kekuasaan, tetapi Tanggung Jawab
Aktual
Dari Nol Menuju 10.000 Pesantren Rintisan yang Adaptif
Dari Nol Menuju 10.000 Pesantren Rintisan yang Adaptif
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar