Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — Keinginan berolahraga kadang terbentur urusan yang terasa sederhana: siapa yang menjaga anak, bagaimana memakai alat gym untuk pertama kali, atau apakah seseorang merasa nyaman berlatih di ruang bersama.
Kebutuhan itu menjadi dasar Basra Gym menghadirkan tempat olahraga dengan konsep keluarga muslim di Bandung Timur.
Penanggung jawab utama Basra Gym, Ghozalvan Farabi, mengatakan tempat tersebut ditujukan bagi keluarga muslim yang ingin berolahraga dengan memperhatikan privasi.
Baca juga: Tips Sehat Olahraga Saat Puasa ala Maryam Al Farsi, Sprinter Olimpiade UEA
Pengelola menerapkan aturan yang membatasi pengambilan foto dan video di area latihan.
“Ketika privasi itu kita jaga, itulah juga kenyamanan buat member lain,” kata Ghozalvan kepada Kompas.com dalam Grand Launching Basra Gym, Sabtu (27/9/2026).
Menurut dia, aturan tersebut sempat mendapat keberatan dari sejumlah anggota yang ingin mengabadikan aktivitas mereka.
Namun, pengelola tetap menerapkannya untuk menghormati privasi orang lain yang berada di ruang olahraga.
Salah satu fasilitas di Basra Gym, tempat olahraga yang mengusung keluarga muslim. Basra Gym menerima anggota muslim dan menyediakan area latihan bagi perempuan dan laki-laki. Konsep itu lahir dari pengalamannya merasa kurang nyaman ketika berolahraga di gym umum.
Selain menyediakan peralatan olahraga, pengelola berupaya membuat tempat tersebut dapat dikunjungi satu keluarga.
Anak-anak dapat mengikuti kegiatan yang disediakan atau berada di area bermain saat orangtua berolahraga.
Basra Gym juga menyediakan layanan penitipan anak, kafe, serta kajian rutin bulanan yang terbuka bagi anggota dan masyarakat umum.
Ghozalvan mengatakan, fasilitas anak dibuat agar orangtua, terutama ibu yang memiliki anak kecil, tetap mempunyai kesempatan untuk berolahraga.
Baca juga: Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menurut dia, ada anggota yang menghabiskan waktu beberapa jam di tempat tersebut karena dapat berlatih sekaligus mendampingi anaknya.
Program latihannya mencakup kelas untuk pemula, kelas bagi peserta berusia 55 tahun ke atas, serta kelas prenatal dan postnatal.
Ada pula kelas Muaythai dan pilates. Ghozalvan menyebut kelas muaythai dan pilates termasuk yang paling diminati anggota perempuan.
“Bahkan ibu-ibu yang baru melahirkan pun punya hak untuk nge-gym,” ujarnya.
Ia mengatakan sebagian besar anggota Basra Gym sebelumnya belum terbiasa datang ke pusat kebugaran. Karena itu, pendampingan dalam menggunakan alat dan pilihan kelas menjadi bagian dari layanan yang disiapkan pengelola.
Arena bermain anak di Basra Gym Bandung.Menurut data yang disampaikan Ghozalvan, Basra Gym memiliki sekitar 1.100 anggota setelah beroperasi selama dua setengah bulan. Sekitar 800 di antaranya merupakan perempuan.
Ia menyebut anggota tidak hanya datang dari Bandung Timur, tetapi juga dari daerah lain, termasuk Lembang.
Ghozalvan mengatakan biaya keanggotaan sebesar Rp 450.000 per bulan. Menurut dia, pengelola memilih mengembangkan fasilitas dan layanan bagi keluarga sebagai bagian dari konsep tempat tersebut.
Ia juga menyebut Basra Gym sebagai bagian dari konsep wakaf produktif.
Pantauan Kompas.com, Basra Gym memiliki area yang luas. Di area gym khusus akhwat, terlihat beragam alat fitnes yang komplit hingga tempat pemeriksaan kesehatan tubuh.
Sesuai dengan tema yang diusung, tak terdengar suara musik dalam fitnes area tersebut. Suasana bersih, lega, nyaman, dan wangi sangat terasa.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.