KOMPAS.com - Banyak Muslim langsung berzikir setelah mengucapkan salam dalam shalat. Salah satu amalan yang paling sering dilakukan ialah membaca “Astaghfirullah” sebanyak tiga kali.
Amalan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Para ulama menjelaskan bahwa istighfar setelah shalat bukan berarti shalat yang dilakukan pasti salah.
Sebaliknya, istighfar menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba yang menyadari bahwa tidak ada ibadah yang benar-benar sempurna.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya memohon ampun segera setelah menyelesaikan shalat wajib.
Baca juga: Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Dalil utama amalan ini berasal dari hadis sahih riwayat Imam Muslim yang diriwayatkan oleh Tsauban RA.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Kāna Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama idzā inṣarafa min ṣalātihi istaghfara tsalātsan wa qāla: Allāhumma antas-salāmu wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām
Artinya: “Apabila Rasulullah SAW selesai dari shalatnya, beliau memohon ampun tiga kali, lalu mengucapkan: ‘Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dari-Mulah segala kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.’” (HR Muslim No. 591)
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa membaca istighfar tiga kali setelah salam termasuk sunnah yang dianjurkan dalam zikir penutup shalat.
Sekilas, mungkin muncul pertanyaan: mengapa seseorang memohon ampun setelah selesai beribadah? Bukankah shalat merupakan amal kebaikan?
Baca juga: Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Para ulama menerangkan bahwa istighfar setelah shalat merupakan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia.
Selama shalat, seseorang bisa saja lalai, kurang khusyuk, atau melakukan kekurangan yang tidak disadari. Karena itu, istighfar menjadi penutup yang menyempurnakan ibadah.
Imam An-Nawawi dalam penjelasannya atas Shahih Muslim menyebutkan bahwa istighfar setelah shalat menunjukkan adab seorang hamba yang tidak merasa bangga terhadap amalnya, melainkan berharap Allah menerima ibadah yang telah dikerjakan.
Anjuran memperbanyak istighfar juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 106:
وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Wastaghfirillāh, innallāha kāna ghafūran raḥīmā.
Artinya: “Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa: 106)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa istighfar merupakan ibadah yang dianjurkan dalam berbagai keadaan, termasuk setelah menyelesaikan amal saleh.
Baca juga: 7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
Memohon ampun bukan hanya dilakukan ketika berbuat dosa, tetapi juga sebagai bentuk penyucian hati dan pendekatan diri kepada Allah.
Dalam hadis Tsauban disebutkan secara jelas bahwa Rasulullah SAW membaca istighfar sebanyak tiga kali.
Angka tiga dalam banyak sunnah menunjukkan bentuk penguatan dan kesempurnaan, seperti mencuci anggota wudhu tiga kali atau mengulang tasbih dalam beberapa zikir.
Para ulama menjelaskan bahwa yang paling utama ialah membaca:
Astaghfirullah.
Sebanyak tiga kali berturut-turut, kemudian dilanjutkan dengan doa:
Allahumma antas-salāmu wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Baca juga: Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Urutan ini merupakan zikir yang paling sahih berdasarkan riwayat Imam Muslim dan menjadi amalan yang banyak diajarkan dalam kitab-kitab fikih maupun zikir harian.
Selain menjadi sunnah setelah shalat, istighfar memiliki dampak spiritual yang besar.
Membiasakan diri memohon ampun menumbuhkan sifat tawadhu, mengikis rasa ujub terhadap amal, dan mengingatkan bahwa setiap manusia selalu membutuhkan rahmat Allah.
Zikir setelah shalat berfungsi menjaga kesinambungan hubungan seorang Muslim dengan Allah.
Ibadah tidak berhenti ketika salam diucapkan, melainkan dilanjutkan dengan doa, istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir sebagai penyempurna ibadah.
Karena itu, membaca istighfar tiga kali setelah shalat bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi latihan untuk selalu mengevaluasi diri dan menyerahkan seluruh amal kepada Allah SWT.
Bagi yang ingin mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, urutannya cukup sederhana.
Setelah mengucapkan salam dan mengakhiri shalat, bacalah “Astaghfirullah” sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan doa “Allahumma antas-salāmu wa minkas-ssalām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.”
Setelah itu, seseorang dapat meneruskan zikir dan doa sesuai tuntunan yang sahih.
Baca juga: Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Sunnah ini menunjukkan bahwa penutup terbaik sebuah ibadah adalah kerendahan hati.
Semakin besar amal yang dilakukan, semakin besar pula kebutuhan seorang hamba untuk memohon ampun dan berharap agar Allah menerima ibadahnya dengan penuh rahmat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.