Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiai Adrian La Tansa: Membangun Keluarga Perlu Kerja Sama Suami Istri

Kompas.com, 4 Oktober 2026, 06:35 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Kerja sama suami dan istri menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga.

Dukungan timbal balik dibutuhkan agar rumah menjadi tempat aman bagi pasangan untuk menghadapi kelelahan dan berbagai persoalan kehidupan.

Pandangan tersebut disampaikan pimpinan Pondok Pesantren La Tansa Cipanas, KH Adrian Mafatihullah Karim, bersama istrinya, Khairunnisa, dalam bedah buku Luka Lelaki, Berpikir Bijak Sebelum Bertindak pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

“Kesuksesan sejati seorang pria tidak diukur dari seberapa jauh ia melangkah sendirian, melainkan dari seberapa kokoh fondasi yang dibangun bersama pasangannya,” ujar Khairunnisa, yang juga merupakan pendidik di Ponpes La Tansa dalam rilisnya, Minggu (4/10/2026).

Baca juga: Darah Haid Berhenti lalu Keluar Lagi, Bolehkah Berhubungan Suami Istri?

Menurut Khairunnisa, kekuatan keluarga dibangun melalui komitmen, kesabaran, dan kemampuan pasangan untuk saling melengkapi.

Dukungan dalam rumah tangga juga menjadi bekal ketika pasangan menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, kasih sayang dan perhatian seorang istri dapat membantu suami menghadapi tekanan dalam menjalani kehidupan.

“Di balik ketangguhan seorang suami dalam menghadapi badai kehidupan, selalu ada cinta yang sabar, doa yang tak pernah putus, dan tangan lembut seorang istri yang senantiasa menguatkan,” tuturnya.

Baca juga: Belajar dari Ilmu Nahwu, Begini Cara Islam Ajarkan Suami Istri Kelola Konflik Rumah Tangga

Rumah sebagai tempat aman untuk bersandar

Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa Cipanas, KH Adrian Mafatihullah Karim, bersama istrinya, Khairunnisa, dalam bedah buku Luka Lelaki, Berpikir Bijak Sebelum Bertindak pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).Dok IIBF Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa Cipanas, KH Adrian Mafatihullah Karim, bersama istrinya, Khairunnisa, dalam bedah buku Luka Lelaki, Berpikir Bijak Sebelum Bertindak pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Khairunnisa menekankan, ketangguhan tidak berarti seseorang tidak pernah merasa lelah. Karena itu, pasangan perlu memiliki ruang untuk bersandar dan mendapatkan dukungan.

“Lelaki hebat bukanlah mereka yang tidak pernah lelah, melainkan mereka yang memiliki tempat paling aman untuk bersandar. Ketulusan, keteguhan, dan peran sunyi seorang istri mampu mengubah kelemahan suami menjadi kekuatan, dan keraguan menjadi keyakinan,” katanya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Adrian menjelaskan tanggung jawab suami yang dibahas dalam bukunya, mulai dari mencari nafkah hingga menjadi pelindung yang hangat bagi keluarga.

Menurut dia, tanggung jawab di luar rumah perlu berjalan bersama kehadiran seorang suami bagi keluarganya. Untuk menjalankan peran tersebut, dukungan dan saling pengertian antara pasangan menjadi penting.

“Menjadi kepala keluarga berarti memikul dunia di atas pundak, bahkan saat dunia itu perlahan meremukkan tulang-tulangmu. Ketangguhan terbesar seorang lelaki sering kali lahir dari tangisan yang tertahan dan luka yang sengaja dibiarkan berdarah dalam diam, demi satu alasan yaitu keluarga,” ungkap Adrian.

Memahami sisi rapuh pasangan

Adrian mengatakan, bukunya membahas sisi rapuh laki-laki di balik tuntutan untuk selalu terlihat tegar. Menurutnya, laki-laki kerap diajarkan untuk tidak mengeluh meskipun menghadapi tekanan kehidupan.

“Lelaki sering kali diajarkan untuk tidak mengeluh, bahkan ketika hidup menghujamnya bertubi-tubi,” ujarnya.

Melalui pembahasan tersebut, Adrian menekankan pentingnya memahami beban yang dihadapi pasangan. Ia juga menyoroti dukungan istri dalam menjaga keutuhan rumah tangga.

“Dan rumah itu menjadi utuh karena ada ketulusan istri yang menjaga dan mendoakannya,” kata Adrian.

Dalam bedah buku itu, Adrian dan Khairunnisa menekankan bahwa membangun keluarga membutuhkan kerja sama yang terus dijaga.

Komitmen, kesabaran, dan dukungan timbal balik menjadi dasar bagi pasangan untuk menjalankan tanggung jawab di rumah maupun di masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kemenag: 4,63 Juta Santri Terverifikasi, Bukan Angka Final Jumlah Santri Nasional
Kemenag: 4,63 Juta Santri Terverifikasi, Bukan Angka Final Jumlah Santri Nasional
Aktual
Belajar dari Nabi Yusuf, Kendalikan Krisis Ekonomi dan Pangan
Belajar dari Nabi Yusuf, Kendalikan Krisis Ekonomi dan Pangan
Aktual
'Hanya Bercanda' Bukan Alasan Menyakiti Orang Lain, Ini Batasannya dalam Islam
"Hanya Bercanda" Bukan Alasan Menyakiti Orang Lain, Ini Batasannya dalam Islam
Aktual
Di Madrasah Fakfak, Buku dan Listrik Terbatas, Ada Kelas Tanpa Papan Tulis
Di Madrasah Fakfak, Buku dan Listrik Terbatas, Ada Kelas Tanpa Papan Tulis
Aktual
Anggota DPR Usulkan Sex Toy di Lapas, MUI: Haram
Anggota DPR Usulkan Sex Toy di Lapas, MUI: Haram
Aktual
Menag Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos, Ini Cara Daftarnya
Menag Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos, Ini Cara Daftarnya
Aktual
Kiai Adrian La Tansa: Membangun Keluarga Perlu Kerja Sama Suami Istri
Kiai Adrian La Tansa: Membangun Keluarga Perlu Kerja Sama Suami Istri
Aktual
MUI Tegaskan 'Sex Toy' bagi Warga Binaan Lapas Hukumnya Haram
MUI Tegaskan "Sex Toy" bagi Warga Binaan Lapas Hukumnya Haram
Aktual
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Aktual
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Aktual
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Aktual
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
Aktual
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Aktual
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar