Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Kerja sama suami dan istri menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga.
Dukungan timbal balik dibutuhkan agar rumah menjadi tempat aman bagi pasangan untuk menghadapi kelelahan dan berbagai persoalan kehidupan.
Pandangan tersebut disampaikan pimpinan Pondok Pesantren La Tansa Cipanas, KH Adrian Mafatihullah Karim, bersama istrinya, Khairunnisa, dalam bedah buku Luka Lelaki, Berpikir Bijak Sebelum Bertindak pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
“Kesuksesan sejati seorang pria tidak diukur dari seberapa jauh ia melangkah sendirian, melainkan dari seberapa kokoh fondasi yang dibangun bersama pasangannya,” ujar Khairunnisa, yang juga merupakan pendidik di Ponpes La Tansa dalam rilisnya, Minggu (4/10/2026).
Baca juga: Darah Haid Berhenti lalu Keluar Lagi, Bolehkah Berhubungan Suami Istri?
Menurut Khairunnisa, kekuatan keluarga dibangun melalui komitmen, kesabaran, dan kemampuan pasangan untuk saling melengkapi.
Dukungan dalam rumah tangga juga menjadi bekal ketika pasangan menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, kasih sayang dan perhatian seorang istri dapat membantu suami menghadapi tekanan dalam menjalani kehidupan.
“Di balik ketangguhan seorang suami dalam menghadapi badai kehidupan, selalu ada cinta yang sabar, doa yang tak pernah putus, dan tangan lembut seorang istri yang senantiasa menguatkan,” tuturnya.
Baca juga: Belajar dari Ilmu Nahwu, Begini Cara Islam Ajarkan Suami Istri Kelola Konflik Rumah Tangga
Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa Cipanas, KH Adrian Mafatihullah Karim, bersama istrinya, Khairunnisa, dalam bedah buku Luka Lelaki, Berpikir Bijak Sebelum Bertindak pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).Khairunnisa menekankan, ketangguhan tidak berarti seseorang tidak pernah merasa lelah. Karena itu, pasangan perlu memiliki ruang untuk bersandar dan mendapatkan dukungan.
“Lelaki hebat bukanlah mereka yang tidak pernah lelah, melainkan mereka yang memiliki tempat paling aman untuk bersandar. Ketulusan, keteguhan, dan peran sunyi seorang istri mampu mengubah kelemahan suami menjadi kekuatan, dan keraguan menjadi keyakinan,” katanya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Adrian menjelaskan tanggung jawab suami yang dibahas dalam bukunya, mulai dari mencari nafkah hingga menjadi pelindung yang hangat bagi keluarga.
Menurut dia, tanggung jawab di luar rumah perlu berjalan bersama kehadiran seorang suami bagi keluarganya. Untuk menjalankan peran tersebut, dukungan dan saling pengertian antara pasangan menjadi penting.
“Menjadi kepala keluarga berarti memikul dunia di atas pundak, bahkan saat dunia itu perlahan meremukkan tulang-tulangmu. Ketangguhan terbesar seorang lelaki sering kali lahir dari tangisan yang tertahan dan luka yang sengaja dibiarkan berdarah dalam diam, demi satu alasan yaitu keluarga,” ungkap Adrian.
Adrian mengatakan, bukunya membahas sisi rapuh laki-laki di balik tuntutan untuk selalu terlihat tegar. Menurutnya, laki-laki kerap diajarkan untuk tidak mengeluh meskipun menghadapi tekanan kehidupan.
“Lelaki sering kali diajarkan untuk tidak mengeluh, bahkan ketika hidup menghujamnya bertubi-tubi,” ujarnya.
Melalui pembahasan tersebut, Adrian menekankan pentingnya memahami beban yang dihadapi pasangan. Ia juga menyoroti dukungan istri dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
“Dan rumah itu menjadi utuh karena ada ketulusan istri yang menjaga dan mendoakannya,” kata Adrian.
Dalam bedah buku itu, Adrian dan Khairunnisa menekankan bahwa membangun keluarga membutuhkan kerja sama yang terus dijaga.
Komitmen, kesabaran, dan dukungan timbal balik menjadi dasar bagi pasangan untuk menjalankan tanggung jawab di rumah maupun di masyarakat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.