Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Robert Dampingi 1.232 Anak Yatim Dapat Pendidikan dan Kesehatan

Kompas.com, 7 Oktober 2026, 17:18 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Santunan bulanan selama ini kerap menjadi bentuk perhatian yang diberikan kepada anak yatim dan yatim piatu. Namun, bagi Yayasan Al Qohhar, kebutuhan anak binaan tidak berhenti pada bantuan finansial.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan rutin bulanan dan penyerahan santunan anak yatim dan yatim piatu di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, Minggu (4/10/2026).

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 1.232 anak binaan, terdiri dari 865 anak yatim dan 367 yatim piatu. Selain santunan, kegiatan diisi tausiah, silaturahmi, serta berbagai aktivitas untuk anak-anak.

Pembina Yayasan Al Qohhar, H Robert Nitiyudo Wachjo, dalam tausiahnya mengingatkan anak-anak untuk membiasakan diri berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT.

Menurut Robert, perhatian kepada anak yatim merupakan amanat yang perlu terus dijaga.

"Perhatian kepada anak-anak ini adalah bentuk kecintaan dan upaya meneruskan amanat guru kami," ujar Robert.

Ketika kebutuhan anak lebih dari sekadar santunan

Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung, mengatakan pendampingan terhadap anak binaan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, kesehatan, makanan hingga tempat tinggal.

"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2025).

Baca juga: Cerita Inspiratif Cahaya: Shalat Selamatkan Ira dari Modus Scam Paket

Salah satu bentuk pendampingan dilakukan ketika anak binaan mengalami persoalan kesehatan serius.

Kartono mencontohkan Wildan, salah satu anak binaan yang mengalami gangguan penglihatan hingga hampir kehilangan kemampuan melihat. Ia kemudian mendapat pendampingan pengobatan hingga ke Singapura dan kondisinya berangsur membaik.

Kasus lain dialami anak binaan yang menderita kanker darah. Kondisinya sempat menyebabkan kelumpuhan, tetapi setelah menjalani pengobatan dan pendampingan, anak tersebut mulai menunjukkan perkembangan dan kembali bisa berjalan.

Untuk menunjang kebutuhan kesehatan anak-anak binaan, yayasan menyediakan akses dokter umum dan dokter gigi, kunjungan psikolog serta tenaga medis, hingga rujukan ke rumah sakit spesialis.

Robert juga berencana membangun rumah sakit sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan bagi anak binaan.

Pendidikan Disesuaikan dengan Kebutuhan Anak

Pendampingan juga dilakukan dalam bidang pendidikan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa biaya sekolah, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Bentuknya antara lain beasiswa, kebutuhan sekolah, renovasi rumah, hingga fasilitas penunjang seperti laptop, telepon seluler, sepeda listrik, dan sepeda motor.

Yayasan juga menyediakan pembinaan keterampilan dan minat anak melalui les Bahasa Inggris, jujutsu, serta renang. Untuk pengembangan pendidikan dan keterampilan, yayasan menjalin kerja sama dengan Universitas Binawan dan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Pendekatan tersebut membuat bantuan tidak selalu diberikan dalam bentuk yang sama kepada setiap anak.

Anaya Syakira Abimanyu (12), siswi SMP Dharma Karya UT Pamulang yang menjadi binaan sejak 2024, mengatakan dukungan yang diterimanya tidak hanya berupa santunan.

"Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami. Banyak mengajarkan hal-hal positif dan selalu support untuk kehidupan sehari-hari, HP, laptop, sepeda listrik, kasur, bahkan les bahasa Inggris di EF," ujar Anaya.

Sementara itu, Zahra (16), siswi SMAN 10 Depok, merasakan manfaat bantuan untuk menunjang aktivitas sekolahnya. Hal serupa dirasakan Mitsuhana Kazuko Minakoshi, siswi SMA Alhasra yang telah menjadi binaan sejak 2022.

Mitsuhana mengatakan dukungan yang diterimanya turut membantunya menjalani pendidikan dan mengejar rencana melanjutkan kuliah di IPB.

Berawal dari Majelis Taklim

Yayasan Al Qohhar resmi berdiri pada 9 Juli 2003. Sebelum menjadi lembaga yang menangani berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan, aktivitasnya berawal dari majelis taklim.

Setelah guru yang menjadi rujukan kegiatan tersebut wafat, amanat untuk memperhatikan anak yatim dan lansia tetap dilanjutkan.

Dalam perjalanannya selama lebih dari dua dekade, jumlah anak yang mendapatkan pendampingan berkembang hingga lebih dari 1.232 orang.

Selain anak yatim dan yatim piatu, yayasan juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada lansia secara rutin.

Baca juga: Kisah Fransisca, Apoteker Katolik Lulusan UM Bandung dengan IPK 3,96

Kartono mengatakan prinsip pendampingan tersebut adalah melihat kebutuhan anak secara langsung.

"Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya," kata Kartono.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar