Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Fransisca, Apoteker Katolik Lulusan UM Bandung dengan IPK 3,96

Kompas.com, 7 Oktober 2026, 14:09 WIB
Reni Susanti

Editor


BANDUNG, KOMPAS.com — Perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi Fransisca Natalia Hedy untuk menempuh pendidikan profesi apoteker di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Sebagai seorang Katolik, ia mengaku merasa nyaman belajar di kampus Islam tersebut.

Fransisca menjadi salah satu dari 12 lulusan angkatan pertama Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UM Bandung.

Baca juga: Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah

Ia menyelesaikan pendidikan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi di angkatannya, yakni 3,96.

“Saya enjoy bisa kuliah di UM Bandung. Tidak ada diskriminasi terkait latar belakang agama,” ujar Fransisca dalam rilisnya, Rabu (7/10/2026).

Ia bersama 11 lulusan lainnya menjalani pengambilan sumpah apoteker di Auditorium KH Ahmad Dahlan, kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 751, Sabtu (3/10/2026).

Belajar dalam keberagaman

Selama mengikuti pendidikan, Fransisca mengaku dapat menjalani pembelajaran tanpa mengalami diskriminasi berdasarkan agamanya.

Saat mengikuti mata kuliah agama, ia memilih memahami persamaan dan mengesampingkan perbedaan.

Baginya, perbedaan keyakinan tidak menghambat proses belajar maupun interaksi dengan lingkungan kampus.

Pengalaman itu menjadi bagian penting dari perjalanan Fransisca sebelum memasuki dunia kerja sebagai apoteker.

Ia juga mengaku bahagia menjadi bagian dari angkatan pertama pendidikan profesi apoteker di UM Bandung. Menurutnya, dukungan dosen dan fasilitas pembelajaran membantu dirinya menyelesaikan pendidikan.

Baca juga: Muhammadiyah: Cegah Korupsi Sejak Dini Dimulai dengan Rizki yang Halal

Melayani tanpa membedakan latar belakang

Setelah mengucapkan sumpah profesi, Fransisca menegaskan komitmennya untuk menjalankan pekerjaan dengan menjunjung kejujuran, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian.

Ia ingin membawa nilai-nilai tersebut dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk melayani siapa pun tanpa membedakan latar belakang.

“Di mana pun saya berkarier nanti, saya ingin tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan cinta kasih kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar