Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak Yaman di Tanah Suci dan Seruan Perdamaian Houthi-Arab Saudi

Kompas.com, 12 Oktober 2026, 07:18 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Nama Yaman melekat pada salah satu sudut Ka'bah, yakni Rukun Yamani.

Bagi Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten M Ishom el Saha, nama itu menjadi pengingat akan jejak sejarah dan ikatan peradaban Yaman dengan Tanah Suci.

Dalam refleksi setelah sembilan hari berada di Tanah Suci, Ishom mengangkat keterkaitan tersebut untuk menyerukan perdamaian antara Houthi dan Arab Saudi serta perlindungan bagi warga sipil.

“Jangan biarkan nama Yaman yang melekat pada rukun Ka'bah dan bintang yang dirindukan itu justru dikelilingi oleh penderitaan,” tulis Ishom dikutip dari laman Kemenag, Senin (12/10/2026).

Baca juga: Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Menurutnya, Yaman memiliki akar peradaban tua, tradisi keilmuan, jaringan perdagangan, dan warisan kebudayaan yang panjang.

Dalam ingatan sejarah Arab, negeri itu kerap dikaitkan dengan kemakmuran, kearifan, serta keteguhan masyarakatnya.

Rukun Yamani, pengingat ikatan dengan Yaman

Ishom menjelaskan, Rukun Yamani terletak sebelum Hajar Aswad dalam arah perjalanan tawaf yang berlawanan dengan arah jarum jam.

Sudut Ka'bah itu dinamai Rukun Yamani karena menghadap ke arah Yaman, mengikuti tradisi penamaan geografis Arab.

“Bagi jamaah, Rukun Yamani bukan sekadar bagian bangunan suci, melainkan pengingat bahwa arah mata angin dapat menyimpan jejak sejarah dan ikatan peradaban,” tulisnya.

Dalam refleksinya, Ishom juga mengingatkan keutamaan penduduk Yaman melalui hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim tentang kelembutan hati mereka.

Ia menyebut mengusap Rukun Yamani merupakan sunah bagi jemaah yang memungkinkan untuk melakukannya, tanpa menyakiti atau berdesakan dengan jemaah lain.

Baca juga: Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Lokasi Rawan di Arab Saudi

Bintang Suhail sebagai simbol harapan

Selain Rukun Yamani, Ishom mengangkat Suhail al-Yamani, nama Arab bagi bintang Canopus yang memiliki tempat dalam tradisi pengamatan langit masyarakat Arab.

Menurutnya, kemunculan bintang tersebut dari arah selatan dikaitkan dengan Yaman, sekaligus menjadi penanda perubahan musim dan meredanya panas di sejumlah wilayah Jazirah Arab.

Ishom menggunakan peralihan musim itu sebagai perumpamaan bahwa konflik juga semestinya memiliki batas dan jalan keluar.

“Sebagaimana kemunculan Suhail menandai peralihan musim, konflik pun semestinya memiliki batas dan jalan keluar,” tulisnya.

Ia berharap warisan sejarah dan kebudayaan Yaman menjadi pengingat untuk mengutamakan kehidupan masyarakat yang terdampak konflik.

Baca juga: Dibeli di Arab Saudi, Boneka Unta Oleh-oleh Haji Ternyata Buatan Indonesia

Kondisi masjid kondusif, kekhawatiran tetap ada

Ishom menyebut kondisi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kondusif selama sembilan hari pengalamannya di Tanah Suci. Meski demikian, ia tetap merasakan kekhawatiran terhadap situasi keamanan kawasan.

Kekhawatiran itu mencakup kemungkinan kenaikan harga avtur yang berdampak pada harga tiket pesawat, hingga potensi gangguan keamanan terhadap penerbangan menuju Tanah Suci.

Menurutnya, ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi turut menimbulkan kecemasan bagi umat Islam yang sedang beribadah maupun merencanakan perjalanan.

Mereka mengharapkan perjalanan yang tenang, penerbangan yang aman, serta kesempatan beribadah tanpa dibayangi kekhawatiran.

Ishom menegaskan, seruan perdamaian yang disampaikannya merupakan panggilan kemanusiaan dan persaudaraan agar perselisihan politik tidak terus membebani masyarakat.

“Senjata boleh menjadi bahasa kekuasaan, tetapi perdamaian semestinya menjadi bahasa kebijaksanaan,” tulisnya.

Ia menyerukan agar Houthi dan Arab Saudi membuka jalan dialog, melindungi warga sipil, serta mengutamakan masa depan generasi yang hidup dalam kecemasan.

“Sebab kemuliaan bangsa tidak diukur dari panjangnya konflik, melainkan dari keberanian mengakhirinya,” tulis Ishom.

“Biarkan jamaah datang ke Tanah Suci dengan tenteram, biarkan Yaman pulih, dan biarkan langit Arab kembali menjadi ruang harapan, bukan bayang-bayang peperangan," pungkasnya. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar