Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal 5 Alam yang Harus Dilalui Manusia

Kompas.com, 25 September 2025, 13:24 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dunia bukan satu-satunya kehidupan yang harus dijalani manusia. Ada kehidupan sebelum hidup di dunia, dan ada kehidupan selepas kehidupan dunia.

Ada 5 alam yang harus dilalui manusia dalam perjalanannya. Dua kehidupan sebelum kehidupan di dunia dan dua kehidupan setelah kehidupan dunia.

Apa saja alam tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: 7 Dampak Memakan Harta Haram di Dunia dan Akhirat

1. Alam Ruh

Sebelum berada di dunia, manusia pada awalnya berbentuk ruh dan berada di alam ruh. Ruh sudah diciptakan jauh sebelum manusia dilahirkan. Ruh diciptakan bersamaan dengan penciptaan Nabi Adam AS.

“Ketika Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya. Lalu dari punggungnya tersebut jatuhlah benih yang kemudian di ciptakan anak keturunannya hingga hari kiamat. Diantara kedua mata setiap mata manusia terdapat seberkas cahaya, kemudian Dia memperlihatkan mereka kepada Adam. Lalu Adam bertanya, ‘Wahai Tuhan, siapakah mereka?’ Allah menjawab, ‘Mereka adalah anak keturunanmu.’…” (H.R. At Tirmidzi).

Tidak ada yang memahami mengenai kehidupan di alam ruh ini kecuali hanya sedikit saja pengetahuan yang diberikan oleh Allah SWT.

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: 'Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." (Q.S. AL Isra': 85).

2. Alam Rahim

Alam Rahim merupakan tempat persiapan akhir sebelum manusia melanjutkan perjalanannya di dunia.

Pada fase ini, unsur jasmani manusia dibentuk secara bertahap hingga berwujud manusia sempurna. Hal terpenting dalam fase ini adalah bersatunya jasad dan ruh membentuk manusia yang utuh.

Proses pembentukan janin dan periodisasi perkembangannya dijelaskan dalam sebuah hadits:

“Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging). Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: 10 Dampak Maksiat Terhadap Kehidupan Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah

Selama periode kehidupan di dalam rahim, ada dua kejadian penting yang berlangsung di dalamnya, yaitu persaksian sebelum bersatunya ruh dengan jasad dan penetapan takdir yang akan dijalani manusia selama hidup di dunia.

Pertama, Persaksian atas ke-Esa-an Allah merupakan wujud penegasan dan penanaman tauhid sebelum manusia menghadapi kehidupan yang dapat memalingkannya dari Allah. Hal ini diabadikan dalam Alquran surat Al a'raf ayat 172.

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"

Bersamaan dengan itu pula, Allah menetapkan takdir manusia yang meliputi rezeki, ajal, amal bahagia dan celakanya.

وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى

Artinya: “…Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan…” (Q.S. Al Hajj: 5).

3. Alam Dunia

Alam dunia menjadi fase terpenting dan terberat dari seluruh rangkaian perjalanan manusia. Dunia adalah tempat penentuan nasib untuk mengarungi kehidupan terakhir nan abadi di akhirat.

Di dunia, Allah memberikan seluruh potensi terbaik kepada manusia dan kemampuan untuk melakukan pilihan-pilihan hidup. Hal ini dimaksudkan untuk menguji manusia, apakah layak untuk dimasukkan ke surga sebagai tempat persinggahan terakhir.

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Artinya: "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (Q.S. Al Mulk: 2).

Tentang bagaimana menjalani kehidupan di dunia, Nabi Muhammad SAW menyampaikan:

“Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia hanyalah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.” (H.R. Tirmidzi).

Baca juga: 9 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Lengkap Beserta Artinya

4. Alam Barzakh

Setelah melewati kehidupan dunia, manusia akan memasuki babak baru kehidupan, dimana tidak ada lagi beban tanggung jawab untuk menjalankan ketaatan.

Dua fase kehidupan sesudah kematian merupakan tempat untuk menuai balasan dari semua aktivitas yang pernah kita lakukan.

Alam Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara sebelum berlabuh di tempat terakhir kehidupan. Barzakh berarti pembatas, yaitu batasan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Alam Barzakh adalah tempat menunggu sebelum pengadilan Allah ditegakkan. Meskipun demikian, di alam barzakh manusia sudah mulai menuai balasan dari amal yang telah dilakukan di dunia.

Di alam ini, manusia tinggal seorang diri menantikan hari kebangkitan, teman satu-satunya adalah amal yang telah dilakukan di dunia.

Sungguh beruntung bagi orang-orang yang hidupnya dipenuhi dengan ketaatan dan kebaikan, ia dapat merasakan kenikmatan di dalam kubur dan dibukakan pintu surga untuknya.

Sedangkan orang-orang yang berbuat keburukan, Allah akan menyiksanya di dalam kubur dan dibukakan pintu neraka untuknya.

5. Alam Akhirat

Alam akhirat menjadi tujuan terakhir dari kehidupan manusia. Di alam akhirat, manusia akan mendapatkan balasan dari apa yang telah dilakukan di dunia.

Mereka yang bisa menjaga diri dengan beramal sholeh dan taat kepada Allah SWT, akan mendapatkan kenikmatan yang besar. Sementara mereka yang durhaka kepada Allah SWT dan banyak melakukan kemaksiatan, akan mendapatkan kesengrsaraan yang tiada tara.

Banyak orang menyesal di akhirat besok karena ketika hidup di dunia tidak beriman kepada Allah SWT dan tidak melakukan amal-amal sholeh. Mereka minta dikembalikan ke dunia, namun tentunya tidak ada jalan lagi untuk kembali.

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Artinya: "Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". (Q.S. As Sajdah: 12).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar