Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Golongan Orang Paling Menyesal di Akhirat, Jangan Sampai Menjadi Salah Satunya

Kompas.com, 14 November 2025, 16:17 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Keadaan manusia di akhirat itu berbeda-beda. Ada yang memperoleh kebahagiaan dan dimasukkan surga, ada orang yang sengsara dan masuk neraka. Ada juga orang yang mengira masuk surga tetapi ternyata tempatnya di neraka.

Berbagai macam kondisi manusia di akhirat itu tergantung bagaimana saat mereka hidup di dunia. Orang yang tulus dalam beribadah dan melakukan amal kebaikan, maka balasannya adalah surga. Sementara orang yang durhaka dan banyak melakukan maksiat serta tidak tulus dalam beribadah, tempatnya di neraka.

Baca juga: 17 Hadits Tentang Menuntut Ilmu

Hadits Dua Golongan Orang Paling Menyesal di Akhirat

Di akhirat kelak, ada segolongan orang yang paling menyesal. Hal ini terjadi karena golongan ini mempunyai petunjuk untuk dapat masuk surga, namun mereka mengabaikannya.

أَشَدُّ النَّاسِ حَسْرَةً ﻳَﻮْﻡَ اﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺭَﺟُﻞٌ ﺃﻣْﻜَﻨَﻪُ ﻃَﻠَﺐُ اﻟﻌِﻠْﻢِ ﻓِﻲ اﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻄْﻠُﺒْﻪُ ﻭﺭَﺟُﻞٌ ﻋَﻠَّﻢَ ﻋِﻠْﻤﺎً ﻓﺎﻧْﺘَﻔَﻊَ ﺑﻪِ ﻣَﻦْ ﺳَﻤِﻌَﻪُ ﻣِﻨْﻪُ ﺩُﻭْﻧَﻪُ 

Artinya: "Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang ada kesempatan mencari Ilmu di dunia tetapi tidak melakukannya dan orang yang mengajar orang lain tetapi yang di ajarnya mendapat faidah sedangkan ia sendiri tidak." (H.R. Ibnu Asakir).

Berdasarkan hadits di atas, ada dua golongan orang yang paling menyesal di akhirat, yaitu:

1. Orang yang punya kesempatan mencari ilmu tetapi tidak melakukannya

2. Orang yang mengajarkan ilmu tetapi ia sendiri tidak mengamalkannya atau tidak mendapat manfaat dari ilmu yang diajarkannya.

Orang yang Tidak Mau Mencari Ilmu

Orang-orang yang tidak mau mencari ilmu padahal ada kesempatan untuk mendapatkannya, ia termasuk orang yang celaka. Mencari ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim. Maka orang yang tidak mau mencarinya ia akan celaka.

Baca juga: Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Belajar agar Diberi Ilmu yang Berkah

Di dalam Al Quran, orang yang paling takut kepada Allah SWT dan paling taat kepada-Nya adalah orang-orang yang mempunyai ilmu. Sementara orang-orang yang tidak berilmu, cenderung membangkang kepada Allah SWT karena tidak mempunyai pemahaman tentang-Nya.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya: "Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (Q.S. Fatir: 28).

Orang yang dikehendaki kebaikan Allah SWT, maka ia akan diberikan pemahaman terhadap ilmu agama. Artinya, orang tersebut bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga diberikan pemahaman tentang ilmu agama.

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Orang yang Mengajar Tapi Tidak Mengamalkannya

Golongan kedua yang paling menyesal di akhirat adalah orang yang mengajarkan ilmu, tetapi ia sendiri tidak mengamalkannya. Dalam Al Quran, Allah SWT benci terhadap orang yang seperti ini.

كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Artinya: "Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (Q.S. Ash Shaff: 3)

Baca juga: Doa Agar Diberikan Ilmu yang Bermanfaat: Arab, Latin, dan Artinya

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ ﴿١٧٥﴾ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١٧٦﴾ سَاءَ مَثَلًا الْقَوْمُ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَأَنْفُسَهُمْ كَانُوا يَظْلِمُونَ

Artinya: "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).

Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim." (Q.S. Al A'raf: 175-177).

Orang yang mengajarkan ilmu tetapi tidak mengamalkannya, ibarat lilin yang menerangi sekitarnya, tetapi ia sendiri terbakar.

مَثَلُ الْعَالِمِ الَّذِي يُعَلِّمُ النَّاسَ الْخَيْرَ وَيَنْسَى نَفْسَهُ كَمَثَلِ السِّرَاجِ يُضِيءُ لِلنَّاسِ وَيَحْرِقُ نَفْسَهُ

Artinya: "Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia namun ia melupakan dirinya sendiri, laksana sebuah lilin yang menerangi orang sambil membakar dirinya." (H.R. Ath Thabrani).

Baca juga: Doa agar Terhindar dari Api Neraka dan Cara Mengamalkannya

Ketika sedang Isra' Mi'raj, Nabi Melihat orang yang mulutnya digunting dengan gunting neraka, ternyata penyebabnya adalah orang yang mengajarkan ilmu namun ia sendiri tidak mengamalkannya.

رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي رِجَالًا تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ: الخُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Artinya: "Pada malam aku di isra’kan oleh Allâh, aku melihat orang-orang yang mulutnya digunting dengan gunting-gunting dari neraka, maka aku berkata, ‘Siapa mereka wahai jibril?’ Maka ia menjawab, ‘Mereka adalah para penceramah dari ummatmu yang menyuruh orang melakukan kebaikan namun mereka melupakan dirinya sendiri, mereka membaca al-Kitab, tidakkah mereka berakal?"

Demikianlah pembahasan mengenai dua golongan yang paling menyesal di akhirat. Semoga bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 25 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Palu Hari Ini 25 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Palu Hari Ini 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Jayapura Hari Ini, 25 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Jayapura Hari Ini, 25 Februari 2026
Aktual
130 Ukiran Unta 12.000 Tahun Ungkap Kehidupan Arab Setelah Zaman Es
130 Ukiran Unta 12.000 Tahun Ungkap Kehidupan Arab Setelah Zaman Es
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Padang Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Padang Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026
Aktual
Jejak Kekeringan dan Lahirnya Islam: Studi Baru Ungkap Peran Iklim dalam Sejarah Arab
Jejak Kekeringan dan Lahirnya Islam: Studi Baru Ungkap Peran Iklim dalam Sejarah Arab
Aktual
BOS Madrasah 2026 Cair Sebelum Lebaran, Begini Cara Pencairannya
BOS Madrasah 2026 Cair Sebelum Lebaran, Begini Cara Pencairannya
Aktual
Tren Gamis Lebaran 2026: Siluet Elegan, Detail Mewah, dan Sentuhan Modern dalam Balutan Abaya
Tren Gamis Lebaran 2026: Siluet Elegan, Detail Mewah, dan Sentuhan Modern dalam Balutan Abaya
Aktual
7 Ide Menu Sahur Anak Kos Tanpa Masak, Praktis dan Tahan Lama
7 Ide Menu Sahur Anak Kos Tanpa Masak, Praktis dan Tahan Lama
Aktual
Kultum Ramadhan Selasa 24 Februari: Puasa dan Panggilan Iman, Madrasah Kemanusiaan Menuju Rindu kepada Allah
Kultum Ramadhan Selasa 24 Februari: Puasa dan Panggilan Iman, Madrasah Kemanusiaan Menuju Rindu kepada Allah
Aktual
Kemenag Targetkan Rp 4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Cair Sebelum Lebaran 2026
Kemenag Targetkan Rp 4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Cair Sebelum Lebaran 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 24 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 24 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini, 24 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini, 24 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini, 24 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini, 24 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Tangerang Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Tangerang Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com