Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Dzikir Saat Hidup Sulit: Penawar Hati di Tengah Tekanan Meninggi

Kompas.com, 23 Januari 2026, 16:59 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa gelap. Doa seolah menggantung di langit, usaha terasa mentok, dan hati lelah menanggung harapan yang tak kunjung terjawab. Dalam kondisi seperti ini, Islam tidak hanya menganjurkan solusi lahiriah, tetapi menawarkan dzikir sebagai penopang batin.

Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dalam Tafsirnya,  Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ketenangan sejati bukan datang dari hilangnya masalah, tetapi dari hadirnya Allah di dalam hati melalui dzikir.

Baca juga: Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki

5 Dzikir Saat Hidup Sulit

Berikut ini beberapa dzikir yang bisa diamalkan saat hidup terasa sulit:

1. Dzikir Utama Saat Hidup Sulit: Istighfar

Dzikir paling utama saat hidup sulit adalah istighfar. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa salah satu keutamaan sitighfar adalah akan diberikan jalan keluar dari permasalahan hidup.

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: "Siapapun yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (H.R. Abu Dawud)

Bacaan istighfar paling sederhana adalah أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (Astaghfirullah) yang artinya "Aku memohon ampun kepada Allah".

Istighfar bukan hanya untuk meleburkan dosa-dosa, tetapi juga pembuka jalan keluar dari setiap permasalahan. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa istighfar adalah sebab dilapangkannya kesempitan hidup, meski seseorang tidak tahu dosa apa yang menjadi penghalang.

Baca juga: Empat Dzikir Ringan Penghapus Dosa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

2. Dzikir Peneguh Hati: Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl

Dzikir ini disebut sebagai peneguh hati karena memberikan pemahaman bahwa hanya Allah SWT yang mampu menolong dan memberikan jalan keluar.

Berikut ini bacaannya.

حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung"

Dzikir ini berasal dari Al Quran surat Ali Imran ayat 173. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah menyatakan bahwa dzikir ini dibaca Nabi Muhammad SAW saat menghadapi tekanan berat.

3. Dzikir Saat Jiwa Terhimpit: Doa Nabi Yunus AS

Saat berada dalam tekanan yang berat di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS membaca sebuah doa dan dzikir yang diabadikan dalam surat Al Anbiya' 87.

Berikut bacaannya:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz zaalimiin.

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim

Mengenai keutamaan doa dan dzikir ini, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim membaca doa ini dalam kesulitan, kecuali Allah mengabulkannya.”
(HR. At Tirmidzi)

Dalam Al-Fawaid, Ibnul Qayyim menyebut dzikir ini sebagai pengakuan tauhid, penyucian Allah, dan kerendahan diri, tiga kunci pembuka pertolongan Allah SWT.

Baca juga: Dzikir Penenang Hati: Hasbunallah wa Nimal Wakil

4. Dzikir Penenang Pikiran: Hauqalah

Dzikir Hauqalah merupakan salah satu kalimat perbendaharaan surga. Dzikir ini berisi pengakuan akan kelemahan diri dan mengakui Keagungan dan Kekuatan Allah SWT.

Bacaan Hauqalah sebagai berikut: 

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Laa haula walaa quwwata ilaa billah.

Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Al-Adzkar bahwa bacaan ini sangat dianjurkan ketika seseorang merasa tidak mampu lagi mengendalikan keadaan.

5. Dzikir Ringan Tapi Menguatkan: Shalawat

Membaca shalawat juga menjadi salah satu dzikir yang dianjurkan untuk dibaca saat hidup terasa sulit. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab Jala’ul Afham menjelaskan bahwa shalawat mempunyai khasiat sebagai berikut:

  • Menenangkan hati
  • Menghapus kegelisahan
  • Membuka pintu doa
  • Mendapat balasan sepuluh kebaikan.

Baca juga: Bacaan Dzikir Singkat Setelah Shalat Lengkap dengan Terjemahannya

Bagaimana Mengamalkan Dzikir Saat Hidup Sulit?

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, cara mengamalkan dzikir di saat hidup sulit adalah sebagai berikut:

  • Dzikir dilakukan dengan hati yang sadar
  • Tidak terburu-buru meminta hasil
  • Dibaca konsisten, bukan hanya saat terdesak

Dzikir bukan mantra instan, tetapi latihan menghadirkan Allah SWT dalam hati di setiap keadaan. Saat manusia mengingat Allah di saat senang, maka Allah SWT akan mengingatnya di saat sulit.

ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ

Artinya: “Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. At Tirmidzi).

Baca juga: 3 Dzikir Pendek Penghapus Dosa

Penutup: Dzikir itu Menguatkan Jiwa

Islam tidak menjanjikan hidup bebas masalah. Namun, dzikir menjanjikan hati yang tidak rapuh oleh masalah. Islam akan memberikan kekuatan untuk tetap tegar saat menghadapi masalah.

Ketika hidup sulit, mungkin Allah tidak langsung mengangkat beban, tetapi Dia menguatkan jiwa seseorang untuk bisa menanggung setiap masalah yang dihadapi. Dan itulah makna dzikir yang sesungguhnya.

Allah SWT sudah memberikan dua jaminan ketika seseorang menghadapi masalah

1. Allah tidak membebani suatu kaum di luar batas kemampuannya. (Q.S. Al Baqarah: 286)

2. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan (Q.S. Alam Nasyrah: 5-6).

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar