Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban: Jumlah Rakaat, Niat, dan Tata Caranya

Kompas.com, 1 Februari 2026, 13:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam Nisfu Syaban, salah satunya dengan melaksanakan Sholat Tasbih.

Sholat ini dikenal dengan sebutan Sholat Tasbih, karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang dilakukan secara berulang-ulang dalam setiap rakaatnya.

Ibadah sunnah ini dikerjakan pada pertengahan bulan Syaban sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Sholat Tasbih dikenal memiliki keutamaan karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih dalam jumlah tertentu.

Pelaksanaannya menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadah.

Baca juga: Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil: Arab, Latin, Artinya

Waktu Pelaksanaan Sholat Tasbih Nisfu Syaban 2026

Berdasarkan kalender Hijriah, malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah dimulai sejak Magrib pada Senin, 2 Februari 2026, hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026.

Sholat Tasbih dianjurkan dilaksanakan pada rentang waktu tersebut, khususnya setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh.

Tata Cara Sholat Tasbih

Sholat Tasbih dikerjakan sebanyak empat rakaat yang dapat dilakukan dengan satu atau dua kali salam.

Secara umum, tata cara Sholat Tasbih tidak berbeda dengan shalat sunnah lainnya, baik dari segi syarat maupun rukun.

Perbedaannya terletak pada adanya bacaan tasbih khusus yang dibaca dalam jumlah tertentu pada setiap rakaat.

Pada setiap rakaat, bacaan tasbih dibaca 75 kali, sehingga total bacaan tasbih dalam satu shalat mencapai 300 kali.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Esa, segala puji bagi Allah dan Allah dzat yang Maha Agung.”

Berikut adalah tata cara pelaksanaan Sholat Tasbih:

1. Membaca niat dalam Hati

Sebelum memulai shalat, luruskan niat dalam hati untuk melaksanakan Sholat Sunnah Tasbih karena Allah SWT.

Adapun niat Sholat Tasbih empat rakaat dengan dua kali salam adalah sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatan Tasbihi Rak’ataini Lillahi Ta’ala. Allahu Akbar

Artinya: “Aku niat shalat tasbih dua rakaat, karena Allah. Allahu Akbar”.

Jika shalat ini dikerjakan dengan empat rakaat dengan satu salam, maka bacaan niatnya:

أصلي سنة التسبيح أربع ركعات لله تعالى

“Ushalli sunnatan tasbihi arba’a rokaatin lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat shalat tasbih empat rakaat, karena Allah. Allahu Akbar.”

2. Membaca takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca surat Al Fatihah dan surat pendek

5. Membaca bacaan tasbih sebanyak 15 kali sebelum ruku

6. Ruku

7. Setelah ruku sebelum bangun itidal, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali

8. Itidal

9. Setelah itidal sebelum sujud, kembali membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali

10. Sujud pertama

11. Di waktu sujud, setelah membaca doa sujud, lalu membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali sebelum duduk di antara sujud

12. Duduk di antara dua sujud

13. Setelah membaca doa di antara dua sujud, lalu membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali sebelum sujud kedua

14. Sujud kedua

15. Di waktu sujud, setelah membaca doa sujud, membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali

16. Sebelum berdiri ke rakaat kedua, hendaknya “duduk istirahah” dan membaca bacaan tasbih sebanyak 10 kali sebelum berdiri untuk melanjutkan rakaat berikutnya.

17. Lakukan hal yang sama di rakaat berikutnya. Sebagai catatan, setelah membaca tasyahud awal atau tasyahud akhir sebelum salam, terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melanjutkan seperti biasa.

Doa Setelah Shalat Tasbih

Setelah melaksanakan sholat, gunakan kesempatan untuk kembali berdoa. Berikut bacaan doa setelah Sholat Tasbih:

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ. والصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allahumma inna nas aluka taufiqo ahlil huda wa a’mala ahlil yaqiini wa muna shohata ahli taubati wa ‘azma ahli shabri wawajala ahlil khosy yati wa tholaba ahli raghbati wa ta’abbud ahlil wara’i wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi hattaa nakhoafaka. Allahumma Innaa nas aluka makhofata tuhjizunaa ‘an ma’aashiika hatta na’mala bithoo’atika subhaana khooliqo nuur. Washolaatu wassalaamu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah aku meminta padaMu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (padaMu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (padaMu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara syubhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga aku pun dapat takut kepada Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu, sehingga dengan taat padaMu aku pun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridhoMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan dimurnikan padaMu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan padaMu karena wujudnya prasangka baik kepadaMu. Maha Suci Allah Sang Pencipta Cahaya.”

Keutamaan Sholat Tasbih

Dilansir dari Antara, dalam riwayat Nabi Muhammad SAW, Sholat Tasbih dianjurkan untuk dikerjakan setidaknya sekali seumur hidup. 

Tujuan utama shalat ini adalah memohon ampunan kepada Allah SWT serta berharap agar dosa-dosa dihapuskan.

Karena itu, malam Nisfu Syaban menjadi salah satu waktu yang sering dipilih umat Islam untuk melaksanakannya.

Anjuran Kekhusyukan dalam Sholat Tasbih

Agar Sholat Tasbih lebih bermakna, ibadah ini dianjurkan dilakukan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.

Selain itu, umat Islam diimbau memanfaatkan malam Nisfu Syaban untuk memohon ampunan, keberkahan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan doa.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar