Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru

Kompas.com, 3 April 2026, 06:00 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Doa qunut Subuh menjadi amalan yang akrab bagi banyak umat Islam di Indonesia. Dibaca pada rakaat kedua setelah i’tidal, doa ini sering dilantunkan baik saat shalat berjamaah maupun ketika shalat sendirian.

Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa ada perbedaan penting dalam bacaan doa qunut tergantung pada siapa yang membacanya.

Perbedaan ini bukan pada isi doa secara keseluruhan, melainkan pada penggunaan kata ganti (dhomir) yang menyesuaikan posisi seseorang dalam shalat: sebagai imam atau sebagai individu.

Perbedaan Utama: Kata Ganti dalam Doa

Secara umum, struktur doa qunut tetap sama. Namun, ada perubahan pada kata ganti yang digunakan:

1. Doa Qunut Saat Shalat Sendirian

Ketika seseorang shalat sendiri, doa qunut menggunakan kata ganti tunggal, yang merujuk pada diri sendiri.

Baca juga: Doa Qunut Subuh Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Tata Caranya

Ciri utamanya adalah penggunaan akhiran:

  • “-nii” (aku)
  • “-lii” (kepadaku)

Contoh:

  • Allaahummahdinii (Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku)
  • Wa ‘aafinii (berilah kesehatan kepadaku)
  • Wa tawallanii (pimpinlah aku)
  • Wa baarik lii (berkahilah untukku)

Maknanya menjadi lebih personal karena doa tersebut dipanjatkan untuk diri sendiri.

2. Doa Qunut Saat Menjadi Imam

Berbeda dengan shalat sendirian, seorang imam mewakili seluruh makmum. Karena itu, kata ganti yang digunakan berubah menjadi jamak.

Ciri utamanya adalah penggunaan akhiran “-naa” (kami)

Contoh:

  • Allaahummahdinaa (Ya Allah, berilah petunjuk kepada kami)
  • Wa ‘aafinaa (berilah kesehatan kepada kami)
  • Wa tawallanaa (pimpinlah kami)
  • Wa baarik lanaa (berkahilah untuk kami)

Dengan perubahan ini, doa menjadi representasi seluruh jamaah yang ikut shalat.

3. Perbedaan pada Kalimat Istighfar

Perbedaan juga terlihat pada bagian permohonan ampun di akhir doa:

  • Sendirian: Astaghfiruka (Aku memohon ampun kepada-Mu)
  • Imam: Nastaghfiruka (Kami memohon ampun kepada-Mu)

Perubahan ini menegaskan bahwa imam tidak hanya berdoa untuk dirinya, tetapi juga untuk makmum.

Bagian Doa yang Tetap Sama

Meskipun ada perbedaan pada kata ganti, sebagian besar bacaan doa qunut tetap sama, terutama pada bagian yang berisi pujian dan pengagungan kepada Allah.

Contohnya:

  • Fainnaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik
  • Wa innahuu laa yadzillu man waalait

Bagian ini tidak berubah karena tidak berkaitan dengan subjek (aku/kami), melainkan menjelaskan sifat-sifat Allah.

Kenapa Perbedaan Ini Penting?

Perbedaan kecil dalam dhomir ini memiliki makna yang besar. Dalam shalat berjamaah, imam berperan sebagai wakil seluruh makmum, sehingga bahasa yang digunakan harus mencerminkan kebersamaan.

Sebaliknya, saat shalat sendirian, doa menjadi lebih personal dan langsung ditujukan untuk diri sendiri.

Memahami perbedaan ini membantu menjaga kesesuaian bacaan dengan konteks ibadah, sekaligus menambah kekhusyukan dalam shalat.

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Shubuh: Dalil, Arti, dan Waktu Membacanya

Doa Qunut untuk Shalat Subuh Sendirian dan Berjamaah

Berikut bacaan doa qunut Subuh lengkap untuk dua kondisi: shalat sendirian dan sebagai imam (berjamaah), dilengkapi dengan teks Arab, lafal (latin), dan artinya.

Doa Qunut Subuh Sendirian (Mufrad)

Arab:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Lafal (Latin):

Allahummahdinii fiiman hadait,
wa ‘aafinii fiiman ‘aafait,
wa tawallanii fiiman tawallait,
wa baarik lii fiimaa a’thait,
wa qinii syarra maa qadhait,
fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik,
wa innahu laa yadzillu man waalait,
wa laa ya’izzu man ‘aadait,
tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait,
falakal hamdu ‘alaa maa qadhait,
astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Arti:

Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk,
berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan,
pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin,
berkahilah aku pada apa yang telah Engkau berikan,
lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.

Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menghukum-Mu.
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin,
dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.
Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau tetapkan.
Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

Doa Qunut Subuh untuk Imam (Berjamaah)

Arab:

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوبُ إِلَيْكَ

Lafal (Latin):

Allahummahdinaa fiiman hadait,
wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait,
wa tawallanaa fiiman tawallait,
wa baarik lanaa fiimaa a’thait,
wa qinaa syarra maa qadhait,
fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik,
wa innahu laa yadzillu man waalait,
wa laa ya’izzu man ‘aadait,
tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait,
falakal hamdu ‘alaa maa qadhait,
nastaghfiruka wa natuubu ilaik.

Arti:

Ya Allah, berilah kami petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk,
berilah kami kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan,
pimpinlah kami bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin,
berkahilah kami pada apa yang telah Engkau berikan,
lindungilah kami dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.

Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menghukum-Mu.
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin,
dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.
Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau tetapkan.
Kami memohon ampun kepada-Mu dan kami bertaubat kepada-Mu.

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Arti dan Dalil Mengamalkannya

Kesimpulan

Doa qunut Subuh pada dasarnya sama, baik untuk imam maupun saat shalat sendirian. Namun, perbedaan terletak pada penggunaan kata ganti:

Sendirian: menggunakan bentuk tunggal (aku)
Imam: menggunakan bentuk jamak (kami)

Perubahan ini sederhana, tetapi penting agar makna doa tetap tepat sesuai dengan posisi orang yang membacanya.

Bagi Anda yang sering menjadi imam atau shalat sendiri, memahami detail ini bisa menjadi langkah kecil untuk menyempurnakan ibadah sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar