Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hujan Tak Kunjung Reda? Ini Doa Rasulullah yang Dianjurkan

Kompas.com, 10 April 2026, 11:36 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Langit yang terus mengguyur tanpa jeda sering kali membawa dua rasa sekaligus, syukur dan cemas.

Di satu sisi, hujan adalah rahmat yang menghidupkan bumi. Di sisi lain, ketika turun terlalu deras dan berkepanjangan, ia bisa berubah menjadi kekhawatiran tentang banjir, longsor, hingga aktivitas yang terhenti.

Di titik inilah, Islam mengajarkan satu sikap yang tenang namun penuh makna, berdoa. Bukan untuk menolak hujan sebagai rahmat, tetapi memohon agar ia menjadi kebaikan dan tidak mendatangkan mudarat.

Baca juga: 7 Doa Saat Hujan Turun: Arab, Latin, Artinya

Hujan dalam Perspektif Islam: Rahmat yang Perlu Dijaga

Dalam ajaran Islam, hujan tidak pernah dipandang sebagai sesuatu yang buruk. Ia adalah tanda kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya. Air yang turun dari langit menjadi sumber kehidupan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Dalam Al-Qur’an, hujan berulang kali disebut sebagai bentuk rahmat yang menghidupkan bumi setelah mati.

Namun para ulama menegaskan, sesuatu yang pada dasarnya baik tetap bisa menjadi ujian jika hadir dalam kadar berlebihan.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa sikap seorang muslim terhadap hujan adalah menerima dengan syukur, sekaligus berdoa agar dampaknya membawa manfaat.

Artinya, yang diminta bukan penghentian mutlak, melainkan pengaturan yang terbaik.

Baca juga: Doa dan Dzikir Saat Melihat Hujan Meteor, Amalan Saat Melihat Fenomena Langit

Doa Rasulullah Saat Hujan Terlalu Deras

Ketika hujan turun sangat deras dan berpotensi menimbulkan kerusakan, Rasulullah SAW memberikan tuntunan doa yang penuh adab.

Doa ini tidak meminta hujan dihentikan sepenuhnya, tetapi dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan.

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalainaa wa laa ‘alainaa, Allahumma ‘alal aakaami wazh zhiraabi wa buthuunil awdiyati wa manaabitish syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Turunkanlah ke dataran tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Hadis ini diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis shahih, menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Doa ini sekaligus menjadi pelajaran penting, manusia tidak menolak nikmat, tetapi memohon agar nikmat itu tidak berubah menjadi musibah.

Waktu Mustajab: Mengapa Doa Saat Hujan Istimewa?

Menariknya, hujan justru termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa doa saat hujan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Dalam buku Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menyebutkan bahwa turunnya hujan adalah salah satu momen mustajab untuk berdoa.

Artinya, di balik kekhawatiran yang muncul, ada peluang spiritual yang terbuka lebar.

Seorang muslim tidak hanya melihat hujan sebagai peristiwa alam, tetapi juga sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Baca juga: Kumpulan Doa Ketika Turun Hujan Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Ikhtiar Spiritual: Lebih dari Sekadar Doa

Doa memang menjadi inti, tetapi Islam tidak berhenti di sana. Ada amalan lain yang dianjurkan sebagai bentuk ikhtiar batin:

1. Memperbanyak Istighfar

Memohon ampun diyakini sebagai salah satu sebab turunnya rahmat dan terhindarnya dari bala. Dalam banyak ayat, istighfar dikaitkan dengan turunnya hujan yang membawa keberkahan.

2. Sedekah sebagai Penolak Musibah

Dalam buku La Tahzan karya Aidh al-Qarni dijelaskan bahwa sedekah memiliki kekuatan spiritual yang besar, termasuk dalam menolak bencana.

Sedekah bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi sosial. Saat hujan deras melanda, banyak orang terdampak. Membantu sesama menjadi bentuk nyata kepedulian.

3. Doa Perlindungan dari Bahaya

Selain doa khusus hujan, umat Islam juga dianjurkan membaca doa perlindungan:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul ‘alīm.

Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa ini memberikan ketenangan batin di tengah situasi yang tidak menentu.

Hujan, Lingkungan, dan Tanggung Jawab Manusia

Hujan deras sering kali memperlihatkan satu kenyataan: kerusakan lingkungan memperparah dampaknya.

Saluran air tersumbat, hutan gundul, dan tata kota yang buruk membuat air tidak lagi mengalir sebagaimana mestinya.

Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah. Manusia bukan hanya pengguna bumi, tetapi juga penjaganya.

Dalam buku Islam and Environmental Ethics karya Mawil Izzi Dien dijelaskan bahwa kerusakan alam sering kali menjadi akibat dari ulah manusia sendiri. Maka doa perlu diiringi dengan tindakan nyata.

Baca juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan dan Petir, Ini Doa untuk Perlindungan

Antara Cemas dan Tawakal

Hujan deras memang bisa memicu kecemasan. Namun Islam tidak mengajarkan untuk larut dalam rasa takut. Sebaliknya, ia mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.

Berdoa, berusaha, dan tetap tenang menjadi sikap yang diajarkan. Ketika doa dipanjatkan, hati menjadi lebih ringan.

Ketika sedekah dilakukan, rasa khawatir berkurang. Dan ketika usaha dilakukan, manusia merasa memiliki kendali.

Harapan di Balik Tetesan Hujan

Pada akhirnya, hujan adalah bagian dari siklus kehidupan yang tidak bisa dihindari. Ia datang membawa rahmat, tetapi juga bisa menjadi ujian.

Doa agar hujan berhenti dan cuaca kembali cerah bukan sekadar permintaan, tetapi bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan.

Di balik setiap tetes hujan, ada harapan yang selalu bisa dipanjatkan.

Di balik setiap kekhawatiran, ada ruang untuk berserah.

Dan mungkin, di situlah letak ketenangan itu, bukan pada berhentinya hujan, tetapi pada keyakinan bahwa Allah selalu mengatur segalanya dengan penuh hikmah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar