Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?

Kompas.com, 12 Juni 2026, 12:36 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Surah Al Ikhlas adalah salah satu surah yang paling sering dibaca oleh umat Islam.

Surah yang hanya terdiri dari empat ayat ini kerap dibaca dalam salat, zikir harian, hingga berbagai amalan sunnah.

Meski sangat pendek, kedudukan Surah Al Ikhlas ternyata begitu istimewa. Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an.

Pernyataan tersebut sering menimbulkan pertanyaan. Bagaimana mungkin empat ayat yang singkat dapat memiliki nilai setara dengan sepertiga Al-Qur'an yang terdiri dari 114 surah dan lebih dari 6.000 ayat?

Pertanyaan inilah yang sejak dahulu dijelaskan oleh para ulama tafsir dan ahli hadis. Mereka menerangkan bahwa keutamaan Surah Al Ikhlas bukan terletak pada jumlah ayatnya, melainkan pada kandungan makna yang sangat agung tentang tauhid atau keesaan Allah SWT.

Lalu, mengapa Surah Al Ikhlas disebut setara sepertiga Al-Qur'an?

Hadis Rasulullah SAW tentang Surah Al Ikhlas

Keutamaan Surah Al Ikhlas disebutkan dalam sejumlah hadis sahih.

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya Surah Al Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur'an."

Hadis ini termasuk salah satu hadis yang paling populer terkait keutamaan Surah Al Ikhlas. Para sahabat pun pernah merasa heran dengan keistimewaan tersebut karena ukuran surah ini sangat singkat dibandingkan surah-surah lain dalam Al-Qur'an.

Namun Rasulullah SAW menegaskan bahwa kandungan makna Surah Al Ikhlas memiliki kedudukan yang sangat besar dalam ajaran Islam.

Baca juga: Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?

Makna Al Ikhlas: Memurnikan Keesaan Allah

Surah Al Ikhlas merupakan surah ke-112 dalam Al-Qur'an dan termasuk golongan surah Makkiyah.

Nama "Al Ikhlas" berasal dari kata yang berarti memurnikan atau mengikhlaskan. Dalam konteks surah ini, maknanya adalah memurnikan keyakinan hanya kepada Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun.

Empat ayat dalam Surah Al Ikhlas berbicara tentang sifat-sifat Allah yang paling mendasar:

  • Allah Maha Esa.
  • Allah tempat bergantung segala makhluk.
  • Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
  • Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Pesan yang terkandung di dalamnya menjadi inti dari ajaran tauhid yang dibawa seluruh nabi dan rasul.

Dalam kitab Tafsir Al-Misbah, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa Surah Al Ikhlas merupakan deklarasi paling ringkas sekaligus paling sempurna tentang konsep ketuhanan dalam Islam.

Karena itulah banyak ulama menyebut surah ini sebagai ringkasan akidah Islam.

Mengapa Disebut Setara Sepertiga Al-Qur'an?

Para ulama memberikan beberapa penjelasan mengenai maksud hadis tersebut.

1. Kandungannya Mewakili Salah Satu Tema Besar Al-Qur'an

Dalam buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya Ahmad Zacky El-Syafa dijelaskan bahwa Imam Al-Alusi menyebut adanya beberapa penafsiran mengenai hadis tersebut.

Penafsiran pertama berkaitan dengan isi kandungan Al-Qur'an.

Menurut sebagian ulama, pokok pembahasan Al-Qur'an secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar:

  • Tauhid atau akidah.
  • Hukum dan syariat.
  • Kisah serta pelajaran umat terdahulu.

Surah Al Ikhlas secara khusus membahas aspek tauhid secara sempurna. Karena tauhid merupakan satu dari tiga tema utama Al-Qur'an, maka surah ini dianggap mewakili sepertiga kandungan Al-Qur'an.

Baca juga: Rutin Dibaca Rasulullah, Ini 10 Surat Pendek untuk Shalat

2. Nilai Pahalanya Setara dengan Membaca Sepertiga Al-Qur'an

Penafsiran kedua menyatakan bahwa yang dimaksud adalah pahala membacanya.

Artinya, seseorang yang membaca Surah Al Ikhlas akan mendapatkan pahala yang setara dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur'an.

Namun hal ini tidak berarti kewajiban membaca Al-Qur'an menjadi gugur hanya dengan membaca Surah Al Ikhlas.

Para ulama menegaskan bahwa kesetaraan tersebut berkaitan dengan nilai pahala, bukan menggantikan fungsi membaca seluruh Al-Qur'an.

3. Kandungan Tauhid Menjadi Dasar Seluruh Al-Qur'an

Penafsiran ketiga menjelaskan bahwa seluruh ajaran dalam Al-Qur'an pada hakikatnya bertumpu pada pengenalan manusia kepada Allah SWT.

Tauhid menjadi fondasi dari seluruh ibadah, akhlak, hukum, dan petunjuk hidup.

Karena Surah Al Ikhlas membahas inti tauhid secara langsung dan mendalam, maka kedudukannya menjadi sangat istimewa.

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa surah ini berisi penetapan sifat-sifat Allah yang sempurna sekaligus penolakan terhadap segala bentuk penyekutuan kepada-Nya.

Surah yang Dicintai Allah SWT

Keutamaan Surah Al Ikhlas juga tampak dalam kisah seorang sahabat yang sangat gemar membacanya.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, seorang imam masjid selalu mengakhiri bacaan salatnya dengan Surah Al Ikhlas. Ketika kebiasaannya dilaporkan kepada Rasulullah SAW, beliau bertanya mengenai alasannya.

Sahabat tersebut menjawab bahwa ia mencintai Surah Al Ikhlas karena kandungannya menjelaskan sifat-sifat Allah Yang Maha Pengasih.

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda:

"Sampaikan kepadanya bahwa Allah mencintainya."

Hadis ini menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Surah Al Ikhlas dapat menjadi sebab datangnya cinta Allah SWT kepada seorang hamba.

Baca juga: Surat Yasin Lengkap 83 Ayat: Arab, Latin dan Artinya

Keutamaan Membaca Surah Al Ikhlas

Selain disebut setara dengan sepertiga Al-Qur'an, Surah Al Ikhlas juga memiliki sejumlah keutamaan lain yang disebutkan dalam berbagai hadis.

Mendapatkan Pahala yang Besar

Membaca Surah Al Ikhlas termasuk amalan ringan tetapi berpahala besar.

Karena kandungannya berkaitan langsung dengan tauhid, para ulama menjelaskan bahwa membaca dan memahami surah ini dapat memperkuat keimanan seseorang.

Menjadi Sebab Masuk Surga

Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa kecintaan terhadap Surah Al Ikhlas dapat menjadi sebab seseorang memperoleh rahmat Allah dan dimasukkan ke dalam surga.

Dibaca dalam Zikir Pagi dan Petang

Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Surah Al Ikhlas bersama Surah Al Falaq dan Surah An Nas pada pagi dan petang.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa amalan ini termasuk bagian dari perlindungan diri yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dibaca Sebelum Tidur

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan bahwa Rasulullah SAW setiap malam membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas, kemudian meniupkan ke kedua telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh sebelum tidur.

Amalan ini menjadi salah satu sunnah yang banyak diamalkan umat Islam hingga saat ini.

Pelajaran Besar dari Surah yang Sangat Pendek

Surah Al Ikhlas mengajarkan bahwa ukuran sebuah surah tidak menentukan besarnya nilai yang terkandung di dalamnya.

Hanya dengan empat ayat, surah ini merangkum konsep ketuhanan yang menjadi inti seluruh ajaran Islam.

Ia mengingatkan bahwa Allah Maha Esa, tidak membutuhkan siapa pun, tidak memiliki anak, dan tidak ada makhluk yang mampu menyamai-Nya.

Karena itulah para ulama sepanjang sejarah Islam menempatkan Surah Al Ikhlas sebagai salah satu surah paling agung dalam Al-Qur'an.

Ketika seorang Muslim membaca Surah Al Ikhlas, sejatinya ia sedang memperbarui pengakuan tauhidnya kepada Allah SWT.

Ia bukan sekadar melafalkan empat ayat pendek, melainkan meneguhkan kembali keyakinan yang menjadi dasar seluruh kehidupan seorang mukmin.

Maka tidak mengherankan jika Rasulullah SAW menyebut Surah Al Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur'an.

Di balik singkatnya ayat-ayat tersebut tersimpan pesan besar yang menjadi jantung ajaran Islam: mengenal, mengesakan, dan mengagungkan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Surat Ad-Duha: Bacaan, Tulisan Arab, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Duha: Bacaan, Tulisan Arab, Makna, dan Keutamaannya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar