Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Gunung Meletus Menurut Imam An-Nawawi: Arab, Latin dan Artinya

Kompas.com, 7 September 2026, 08:35 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Gunung meletus merupakan salah satu fenomena alam yang dapat menimbulkan kepanikan dan mengancam keselamatan masyarakat di kawasan terdampak.

Dalam situasi seperti itu, selain mengikuti arahan petugas, masyarakat Muslim dapat memperbanyak doa dan zikir untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Sejumlah doa yang berkaitan dengan kondisi takut, tertimpa bencana, menghadapi kesulitan, hingga memohon perlindungan dari bala dibahas Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

Dalam terjemahan Al-Adzkar, terdapat bagian khusus "Bacaan Apabila Tertimpa Bencana" pada halaman 361. Selain itu, ada pula bab tentang bacaan ketika merasa takut atau kaget, menghadapi kesulitan, serta bacaan tolak bala.

Lantas, apa saja doa yang dapat dibaca ketika menghadapi bencana seperti erupsi gunung?

Baca juga: Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan

Doa Saat Gunung Meletus Menurut Kitab Al-Adzkar

Penulis Imam An-Nawawi mencantumkan beberapa bacaan yang berkaitan dengan kondisi bencana dan ketakutan. Doa-doa tersebut dapat diamalkan sebagai bentuk ikhtiar batin ketika seseorang menghadapi situasi yang menakutkan atau tertimpa musibah.

1. Doa ketika tertimpa bencana

Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mencantumkan bab "Bacaan Apabila Tertimpa Bencana".

Doa tersebut dinukil dari Ali RA dan disebutkan sebagai sabda Rasulullah SAW:

يَا عَلِيُّ عَلَيْكَ إِذَا أَصَابَتْكَ كُرُبَاتٌ وَإِذَا وَقَعْتَ فِي وَرْطَةٍ قُلْ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُيَسِّرُ بِهَا مَا شَاءَ مِنْ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ.

Artinya:

"Wahai Ali, apabila engkau mendapatkan beberapa kesulitan dan ketika engkau berada dalam kesulitan, bacalah: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Dengan demikian, sesungguhnya Allah akan memudahkan bagimu apa yang Dia kehendaki dari berbagai macam bencana."

Doa ini merupakan salah satu bacaan yang paling relevan ketika seseorang menghadapi musibah atau kondisi yang berat.

Dalam kitab tersebut, doa ini ditempatkan secara khusus pada bagian bacaan apabila tertimpa bencana, sehingga dapat menjadi salah satu bacaan ketika menghadapi situasi darurat secara batiniah.

2. Doa ketika merasa takut atau kaget

Imam An-Nawawi juga menyediakan bab "Bacaan Apabila Merasa Takut atau Kaget".

Bab tersebut berada pada halaman 358 dalam terjemahan Al-Adzkar. Di dalamnya terdapat bacaan yang dinukil dari sejumlah riwayat tentang apa yang dibaca ketika seseorang menghadapi sesuatu yang membuatnya takut atau terkejut.

Kondisi seperti suara dentuman, hujan abu, getaran, atau kabar mengenai peningkatan aktivitas gunung api dapat membuat masyarakat panik. Dalam kondisi demikian, seorang Muslim dapat memperbanyak zikir dan doa sambil tetap mengikuti prosedur keselamatan.

Salah satu bacaan yang dicantumkan dalam bab tersebut adalah:

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ، وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Artinya:

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."

Doa tersebut mengandung penyerahan diri kepada Allah SWT sekaligus penguatan hati ketika menghadapi keadaan yang menakutkan.

3. Doa ketika menghadapi kesulitan

Dalam Al-Adzkar juga terdapat bab "Bacaan Apabila Menghadapi Kesulitan".

Bab ini tercantum pada halaman 369 dalam terjemahan yang digunakan.

Di antara doa yang dicantumkan adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya:

"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang mendatangkan rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, memperoleh segala kebajikan dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa bagiku kecuali Engkau mengampuninya, tidak pula kesusahan kecuali Engkau melapangkannya, dan tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."

Doa ini dapat menjadi bacaan ketika seseorang berada dalam kondisi penuh tekanan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Doa Tolak Bala dalam Al-Adzkar

Selain doa ketika tertimpa bencana dan menghadapi kesulitan, Imam An-Nawawi juga memuat Bab XIII: Bacaan Tolak Bala.

Dalam bagian tersebut, terdapat bacaan:

مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى عَبْدٍ بِنِعْمَةٍ فِي أَهْلٍ وَمَالٍ وَوَلَدٍ فَقَالَ: مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، فَيَرَى فِيهَا آفَةً دُونَ الْمَوْتِ

Artinya:

"Apabila suatu hikmat yang diberikan oleh Allah kepada seorang hamba, baik pada keluarga, harta dan anak buah, maka hamba itu membaca: Maa syaa Allah, laa quwwata illaa billaah (Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Allah). Ia pun akan melihat bencana yang akan terjadi di balik nikmat itu kecuali kematian yang tidak diperhitungkan."

Bab "Bacaan Tolak Bala" tersebut terdapat pada halaman 371 terjemahan Al-Adzkar.

Bacaan "Bismillah" Saat Menghadapi Bencana

Salah satu doa yang secara langsung terdapat dalam bab "Bacaan Apabila Tertimpa Bencana" adalah bacaan:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dilanjutkan:

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Latin:

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.

Artinya:

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

Dalam konteks erupsi gunung, bacaan ini dapat diamalkan sebagai doa ketika menghadapi musibah, sembari melakukan langkah keselamatan yang diperlukan.

Doa Saat Gunung Meletus Bukan Pengganti Mitigasi Bencana

Membaca doa ketika menghadapi erupsi gunung tidak berarti seseorang boleh mengabaikan langkah keselamatan.

Doa merupakan bentuk ikhtiar batin, sedangkan evakuasi, mengikuti zona bahaya, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menaati informasi petugas merupakan ikhtiar lahiriah.

Karena itu, keduanya dapat berjalan bersama.

Ketika otoritas menetapkan wilayah tertentu harus dikosongkan, masyarakat tetap harus melakukan evakuasi meskipun sedang memperbanyak doa dan zikir.

Sikap tawakal dalam Islam bukan berarti meninggalkan usaha. Justru manusia diperintahkan melakukan ikhtiar sesuai kemampuan sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Doa dan Zikir untuk Menenangkan Diri Saat Erupsi

Situasi bencana dapat menimbulkan rasa takut, cemas, dan kepanikan.

Dalam kondisi tersebut, membaca doa secara perlahan dapat membantu seseorang mengingat Allah SWT dan menjaga ketenangan hati.

Beberapa bacaan yang dapat diamalkan berdasarkan bagian-bagian dalam Al-Adzkar antara lain:

1. Bismillaahir rahmaanir rahiim.
2. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.
3. Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa, 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'azhiim.
4. Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim...
5. Memperbanyak istighfar, zikir, dan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Dengan mengamalkannya, seorang Muslim diharapkan tetap mengingat Allah dalam kondisi sulit sekaligus tidak kehilangan kewaspadaan terhadap ancaman di sekitarnya.

Adab Berdoa Saat Terjadi Bencana

Ketika terjadi erupsi atau bencana lainnya, beberapa hal penting perlu diperhatikan.

Tetap tenang dan tidak panik

Kepanikan dapat membuat seseorang sulit mengambil keputusan. Karena itu, doa dapat disertai upaya menenangkan diri dan mengikuti informasi resmi.

Mengikuti arahan petugas

Jika terdapat perintah evakuasi, masyarakat perlu segera mengikutinya.

Memohon perlindungan kepada Allah

Perbanyak doa, zikir, istighfar, dan tawakal kepada Allah SWT.

Membantu orang yang membutuhkan

Jika berada dalam kondisi aman, seorang Muslim juga dapat membantu keluarga, tetangga, lansia, anak-anak, dan kelompok rentan yang membutuhkan pertolongan.

Kesimpulan

Doa saat gunung meletus tidak ditemukan sebagai bab khusus dengan nama tersebut dalam bagian Al-Adzkar yang dirujuk. Namun, Imam An-Nawawi memuat sejumlah doa untuk menghadapi bencana, rasa takut atau kaget, kesulitan, serta bacaan tolak bala.

Di antaranya adalah doa "Bismillaahir rahmaanir rahiim, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim" yang terdapat dalam bab Bacaan Apabila Tertimpa Bencana pada halaman 361 terjemahan Al-Adzkar.

Baca juga: Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus

Doa-doa tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar batin seorang Muslim ketika menghadapi erupsi gunung atau musibah lainnya.

Namun, doa tidak menggantikan ikhtiar keselamatan. Ketika gunung mengalami erupsi, masyarakat tetap perlu memperhatikan peringatan resmi, menjauhi kawasan berbahaya, dan melakukan evakuasi sesuai arahan pihak berwenang.

Berdoa, berikhtiar, dan bertawakal dapat berjalan bersama dalam menghadapi musibah.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Masjid di Klaten Jadi Dapur MBG, Bagaimana Hukumnya Menurut Fikih?
Aktual
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa Dijauhkan dari Marabahaya, Amalan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa dan Niat
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa Mencari Orang Hilang bagi Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Doa dan Niat
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
MUI Ajak Tobat Ekologi untuk Menghentikan Kerusakan Lingkungan
Aktual
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Gus Kikin: Saya Akan Banyak di Jakarta, tetapi Tidak Melupakan Jawa Timur
Aktual
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
JK Sebut Pendidikan Islam Harus Adaptif, Jangan Menjadi Museum Masa Lalu
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang, Cek Jadwalnya
Aktual
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Darul Amanah Jajaki Beasiswa dan Pertukaran Pelajar dengan Negara-Negara Timur Tengah
Aktual
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat Berjamaah, Adakah Tuntunannya?
Aktual
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 hingga 14 September, Cek Cara Daftarnya
Aktual
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Beasiswa Zakat Kemenag 2026 Diperpanjang, Mahasiswa Baru Masih Bisa Daftar hingga 14 September
Aktual
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Tulisan Assalamualaikum yang Benar: Arab, Latin, Arti, dan Jawabannya
Doa Harian
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Kemenag: Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Sudah 100 Persen
Aktual
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Momentum Kenalkan Al Quran Isyarat kepada Masyarakat
Aktual
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Ijazah Kubro Dalailul Khairat: Menjaga Tradisi Tirakat dan Wirid di Kalangan Nahdliyin
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar