Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ibadah dan Aktivitas Selain Shalat yang Berkaitan dengan Arah Kiblat

Kompas.com, 7 September 2026, 06:48 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kiblat merupakan arah yang menjadi rujukan umat Islam dalam menjalankan berbagai ibadah dan aktivitas keagamaan.

Selain shalat, terdapat sejumlah ibadah dan keadaan tertentu yang berkaitan dengan menghadap atau memperhatikan arah kiblat.

Baca juga: Cara Memperbarui Arah Kiblat Secara Mandiri, Cukup Gunakan Tongkat

Aktivitas Selain Shalat yang Berkaitan dengan Arah Kiblat

Dilansir dari laman Muhammadiyah, dalam buju Panduan Ukur Arah Kiblat (2024) yang disusun Rahmadi Wibowo Suwarno, dkk., berikut lima ibadah atau keadaan selain shalat yang berkaitan dengan arah kiblat.

1. Mengubur Jenazah

Menghadapkan jenazah ke arah kiblat menjadi salah satu tata cara yang diperhatikan dalam proses pemakaman menurut syariat Islam.

Baca juga: Kuota Menuju Kabah: Ketika Ibadah Bertemu Kekuasaan

Jenazah diletakkan di dalam liang lahad dengan posisi miring ke kanan dan menghadap kiblat.

Hal tersebut didasarkan antara lain pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:

عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ حَدَّثَهُ، وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ؟ فَقَالَ: هُنَّ تِسْعٌ، فَذَكَرَ مَعْنَاهُ زَادَ: وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ الْمُسْلِمَيْنِ، وَاسْتِحْلَالُ الْبَيْتِ الْحَرَامِ قِبْلَتِكُمْ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا [رواه أبو داود]

Artinya: “Dari ‘Ubaid bin ‘Umair, dari ayahnya, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu?’ Beliau menjawab, ‘Dosa-dosa besar itu ada sembilan,’ lalu menyebutkan maknanya, dan menambahkan, ‘…dan durhaka kepada kedua orang tua Muslim, serta menghalalkan hal-hal yang haram dilakukan di Baitul Haram, kiblat kalian, baik dalam keadaan hidup maupun mati.’” [HR. Abu Dawud].

Hadis tersebut menyebut Baitul Haram sebagai kiblat umat Islam, baik bagi orang yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Dalam praktik penguburan, jenazah kemudian ditempatkan dengan posisi menghadap kiblat.

2. Melempar Jumrah

Melempar jumrah merupakan salah satu rangkaian ibadah haji yang memiliki tata cara tertentu. Dalam pelaksanaannya, menghadap kiblat dilakukan setelah melempar jumrah untuk berdoa, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Hal tersebut tercermin dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، كَانَ يَرْمِي الجُمْرَةَ الدُّنْيَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ، ثُمَّ يُكَبِّرُ عَلَى إِثْرِ كُلِّ حَصَاةٍ، ثُمَّ يَتَقَدَّمُ فَيُسْهِلُ، فَيَقُومُ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ قِيَامًا طَوِيلًا، فَيَدْعُو وَيَرْفَعُ يَدَيْهِ، … وَيَقُولُ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ [رواه البخاري]

Artinya: “Dari Salim bin ‘Abdullah, bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar melempar jumrah awal dengan tujuh kerikil, kemudian bertakbir pada setiap lemparannya, lalu maju hingga sampai pada permukaan yang datar, dia berdiri menghadap kiblat dengan agak lama, berdoa, dan mengangkat kedua tangannya, … lalu berkata, ‘Begitulah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya.’” [HR. Bukhari].

Hadis tersebut menunjukkan bahwa setelah melempar jumrah, ‘Abdullah bin ‘Umar menghadap kiblat untuk berdoa. Praktik itu dilakukan sebagai bentuk mengikuti teladan Rasulullah SAW.

3. Berdoa dan Berzikir

Berdoa dan berzikir juga termasuk amalan yang berkaitan dengan arah kiblat. Rasulullah SAW dicontohkan menghadap kiblat ketika berdoa dalam sejumlah keadaan.

Salah satunya ketika memohon hujan, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى هَذَا الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي فَدَعَا وَاسْتَسْقَى ثُمَّ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَقَلَبَ رِدَاءَهُ [رواه البخاري]

Artinya: “Dari ‘Abdullah bin Zaid, ia berkata, ‘Nabi SAW keluar menuju tempat shalatini untuk meminta hujan, lalu beliau berdoa meminta hujan dengan menghadap kiblat dan membalikkan selendangnya.’” [HR. Bukhari].

Hadis tersebut menggambarkan Rasulullah SAW menghadap kiblat ketika memohon hujan. Menghadap kiblat saat berdoa menjadi salah satu bentuk adab dalam berdoa yang dicontohkan Nabi SAW.

4. Menyembelih Binatang Kurban

Menyembelih hewan kurban juga berkaitan dengan arah kiblat. Hewan kurban dianjurkan untuk dihadapkan ke arah kiblat sebelum proses penyembelihan dilakukan.

Hal tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ذَبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الذَّبْحِ كَبْشَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مُوجَأَيْنِ فَلَمَّا وَجَّهَهُمَا قَالَ إِنِّي وَجَّهْتُ [رواه أبو داود]

Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, ‘Nabi SAW pada hari kurban menyembelih dua domba yang bertanduk dan berwarna abu-abu yang terkebiri. Ketika beliau telah menghadapkan keduanya, beliau mengucapkan: “Innii Wajjahtu …”’” [HR. Abu Dawud].

Menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat sebelum disembelih merupakan bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa ibadah kurban dilakukan sebagai bentuk penghambaan dan keikhlasan kepada Allah.

5. Buang Hajat

Buang hajat bukan termasuk ibadah, tetapi aktivitas tersebut memiliki ketentuan yang berkaitan dengan arah kiblat. Aturan ini menunjukkan adanya adab seorang Muslim dalam menghormati kiblat sebagai arah suci umat Islam.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِي أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَتَيْتُمُ الغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا القِبْلَةَ، وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِقُوا أَوْ غَرِّبُوا [رواه البخاري ومسلم]

Artinya: “Dari Abu Ayyub al-Ansari, bahwa Nabi SAW bersabda, ‘Apabila kalian buang hajat, janganlah menghadap atau membelakangi kiblat. Namun, menghadaplah ke timur atau ke barat.’” [HR. Bukhari dan Muslim].

Hadis tersebut menegaskan larangan menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat.

Ketentuan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap Ka’bah sekaligus menunjukkan bahwa Islam mengatur adab seorang Muslim dalam berbagai aktivitas kehidupan.

Arah Kiblat dalam Ibadah dan Aktivitas Muslim

Lima contoh kegiatan ibadah dan aktivitas keseharian tersebut menunjukkan bahwa arah kiblat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan shalat.

Mengubur jenazah, melempar jumrah, berdoa, menyembelih hewan kurban, hingga buang hajat memiliki ketentuan atau adab tertentu yang berkaitan dengan arah kiblat.

Dalil-dalil hadis tersebut memperlihatkan bahwa memperhatikan kiblat menjadi bagian dari ketaatan dan penghormatan terhadap Ka’bah.

Pemahaman mengenai arah kiblat juga membantu umat Islam menjalankan berbagai ibadah dan aktivitas sesuai dengan tuntunan yang dicontohkan dalam ajaran Islam.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Islam ala KH Ahmad Dahlan: Berakar Kuat, Terbuka, dan Membebaskan
Islam ala KH Ahmad Dahlan: Berakar Kuat, Terbuka, dan Membebaskan
Aktual
Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kalender Islam September 2026 Lengkap: Tanggal Hijriah, Weton Jawa, Hari Besar Islam, dan Libur
Kalender Islam September 2026 Lengkap: Tanggal Hijriah, Weton Jawa, Hari Besar Islam, dan Libur
Aktual
Gus Kikin Targetkan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung 30 Hari usai Muktamar
Gus Kikin Targetkan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung 30 Hari usai Muktamar
Aktual
Doa Saat Gunung Meletus Menurut Imam An-Nawawi: Arab, Latin dan Artinya
Doa Saat Gunung Meletus Menurut Imam An-Nawawi: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Nasihat KH Bisri Mustofa untuk Pendakwah di Era Media Sosial
Nasihat KH Bisri Mustofa untuk Pendakwah di Era Media Sosial
Aktual
MUI Ingatkan Warga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau: Waspada, Ikhtiar, dan Perkuat Empati
MUI Ingatkan Warga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau: Waspada, Ikhtiar, dan Perkuat Empati
Aktual
Erupsi Anak Krakatau, MUI Imbau Jangan Pasrah, Ikuti Mitigasi dan Peringatan Dini
Erupsi Anak Krakatau, MUI Imbau Jangan Pasrah, Ikuti Mitigasi dan Peringatan Dini
Aktual
Dari Kitab Kuning hingga Lemhannas, Jejak Pendidikan Holistik Darul Amanah
Dari Kitab Kuning hingga Lemhannas, Jejak Pendidikan Holistik Darul Amanah
Aktual
5 Ibadah dan Aktivitas Selain Shalat yang Berkaitan dengan Arah Kiblat
5 Ibadah dan Aktivitas Selain Shalat yang Berkaitan dengan Arah Kiblat
Aktual
Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Puluhan Jemaah Umrah Ditampung di Asrama Haji Sudiang
Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Puluhan Jemaah Umrah Ditampung di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Deklarasi GIHES 2026: AI Harus Menjadi Alat Pendukung, Bukan Penentu Pendidikan
Deklarasi GIHES 2026: AI Harus Menjadi Alat Pendukung, Bukan Penentu Pendidikan
Aktual
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Aktual
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Aktual
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar