Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholat Sunnah Rawatib: Waktu, Niat, dan Keutamaannya Lengkap

Kompas.com, 11 November 2025, 05:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Sholat sunnah rawatib adalah ibadah tambahan yang menyertai sholat fardhu.

Ibadah ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sholat qabliyah, yang dilakukan sebelum sholat wajib dan shalat ba’diyah, yang dilakukan setelah shalat wajib.

Dilansir dari laman Baznas, tujuan utama sholat sunnah rawatib adalah untuk menyempurnakan kekurangan dalam sholat fardhu dan memperbanyak pahala melalui ibadah tambahan.

Baca juga: Apakah Perempuan Boleh Sholat Jumat? Ini Jawaban Lengkap Berdasarkan Hadis dan Kitab Fikih

Waktu Pelaksanaan Sholat Rawatib

Waktu pelaksanaan sholat rawatib menyesuaikan dengan jadwal sholat wajib, yaitu:

  • Empat rakaat sebelum ashar.
  • Empat rakaat sebelum dan empat rakaat sesudah zuhur.
  • Dua rakaat sebelum dan sesudah maghrib.
  • Dua rakaat sebelum dan sesudah isya.
  • Dua rakaat sebelum subuh.

Shalat rawatib dapat dikerjakan sesuai kemampuan, selama dilakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

Baca juga: 5 Amalan Sunnah Setelah Sholat Fardu Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Tata Cara dan Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib

1. Sholat Rawatib Ashar

Sholat sunnah rawatib ashar dikerjakan empat rakaat sebelum sholat fardhu.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah akan merahmati hamba-Nya yang sholat empat rakaat sebelum ashar.” (HR. Tirmidzi).

Niatnya:

Ushalli sunnatal ‘ashri arba‘a raka‘atin qabliyyatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah ashar empat rakaat karena Allah Ta‘ala.”

2. Sholat Rawatib Zuhur

Sholat rawatib zuhur terdiri atas empat rakaat sebelum sholat fardhu dan empat rakaat setelahnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menjaga empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah haramkan ia dari api neraka.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Niatnya:

Ushalli sunnatad dzuhri arba‘a raka‘atin qabliyyatan aw ba‘diyyatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah zuhur empat rakaat karena Allah Ta‘ala.”

3. Sholat Rawatib Maghrib

Sholat sunnah rawatib maghrib dilakukan dua rakaat sebelum dan dua rakaat sesudah shalat wajib.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat dua rakaat setelah maghrib sebelum berbicara, maka pahalanya dicatat di surga ‘Illiyyin.” (HR. Ibnu Majah).

Niatnya:

Ushalli sunnatal maghribi raka‘ataini qabliyyatan aw ba‘diyyatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah maghrib dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Baca juga: Niat Sholat Rawatib: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

4. Sholat Rawatib Isya

Sholat sunnah rawatib isya dilakukan dua rakaat sebelum dan dua rakaat sesudah sholat fardhu.

Amalan ini menjadi bentuk penyempurna bagi ibadah malam dan dianjurkan bagi siapa pun yang ingin memperbanyak pahala.

Niatnya:

Ushalli sunnatal ‘isyaa’i raka‘ataini qabliyyatan aw ba‘diyyatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah isya dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Baca juga: 12 Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

5. Sholat Rawatib Subuh

Sholat rawatib subuh dikenal sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Ibadah ini dilakukan dua rakaat sebelum sholat fardhu subuh (sunnah qabliyah).

Rasulullah SAW bersabda, “Dua rakaat sholat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Niatnya:

Ushalli sunnatas subhi raka‘ataini qabliyyatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya shalat sunnah qabliyah subuh dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib

Sholat sunnah rawatib memiliki banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya secara rutin.

Amalan ini menjadi bentuk cinta kepada Allah SWT, sekaligus pelengkap dan penyempurna bagi sholat wajib.

Rasulullah SAW menjanjikan ganjaran besar bagi orang yang menjaga sholat rawatib, termasuk perlindungan dari api neraka dan pahala surga.

Dengan melaksanakan sholat sunnah rawatib secara konsisten, seorang Muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar