Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Intan dari Langkat Tembus Banjir Sejauh 4 Kilometer demi Lomba PAI di Jakarta

Kompas.com, 2 Desember 2025, 22:31 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Perjalanan Intan Syakira menuju panggung Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) di Ancol, Jakarta, bukan sekadar kisah peserta lomba dari daerah.

Perjalanan itu adalah kisah seorang siswi kelas VII dari Langkat, Sumatera Utara, yang harus menembus banjir sejauh empat kilometer hanya demi memastikan ia tetap bisa berangkat mengikuti olimpiade.

Hujan deras berhari-hari mengubah kampung tempat tinggal Intan menjadi genangan luas. Air yang awalnya masuk perlahan ke rumah, dalam waktu singkat naik hingga setinggi dada orang dewasa.

Baca juga: Seluruh Masjid Diimbau Shalat Gaib dan Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera Saat Shalat Jumat

Di tengah kondisi itu, Intan tetap memegang erat naskah pidatonya, duduk di atas sofa sambil terus menghapal.

“Orang udah tidur semua, Intan masih ngapalin. Intan duduk di sofa, banjir masuk… Intan tetap hapalan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/12/2025), dilansir dari laman Kemenag.

Tembus Banjir Setinggi Pinggang

Rumah nenek yang mereka datangi untuk mengungsi pun turut terendam. Situasi makin sulit ketika jaringan komunikasi terputus. Pihak sekolah dan Kemenag Langkat tidak bisa menghubungi keluarga Intan selama beberapa hari.

Banyak yang menduga Intan tidak mungkin berangkat karena seluruh akses jalan lumpuh total.

Namun, pada H-3 keberangkatan, keluarga Intan mengambil keputusan yang mengubah segalanya.

Intan, ibunya, sepupunya, dan aparat TNI berjalan menembus banjir setinggi pinggang sejauh empat kilometer.

Tujuannya satu, mencari lokasi yang memiliki sinyal agar bisa memberi kabar kepada sekolah bahwa Intan tetap siap berangkat ke Jakarta.

Baca juga: Doa Tolak Bala Agar Indonesia Dijauhkan dari Berbagai Bencana

Perjalanan itu berlangsung dalam kondisi gelap gulita tanpa listrik, arus air deras, lumpur yang menjerat kaki, dan hujan yang belum berhenti. Intan menggenggam erat plastik kecil berisi Rp 600.000, satu-satunya uang yang berhasil mereka selamatkan.

Mobil tidak dapat melintas karena arus terlalu kuat. Mereka berjalan, menumpang bak kendaraan, turun lagi, berjalan lagi, berganti angkutan, hingga akhirnya mencapai titik yang memungkinkan mereka keluar dari wilayah banjir.

Proses yang biasanya hanya membutuhkan waktu setengah jam berubah menjadi perjalanan hampir satu hari penuh.

Siti Aminah dari Seksi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Langkat menggambarkan kondisi Intan saat mereka akhirnya bertemu.

“Badannya penuh lumpur, kakinya luka-luka, beberapa hari tidak ganti pakaian. Kami menangis melihatnya,” ujarnya.

Baca juga: Doa Agar Hujan Tidak Berubah Menjadi Bencana Lengkap dengan Artinya

Malam itu, sekitar pukul 22.00, para pembina dan staf Kemenag serta Dinas Pendidikan berkeliling mencari toko yang masih buka untuk membelikan Intan pakaian bersih.

Langkah kecil itu menjadi simbol dukungan dari banyak pihak terhadap perjuangan yang telah dilakukan Intan dan keluarganya.

Ketika Intan akhirnya naik pesawat menuju Jakarta, perjalanan itu bukan lagi perjalanan biasa. Itu adalah simbol dari keberanian, ketekunan, dan keyakinan seorang anak yang menolak menyerah meski bencana menghalangi jalannya.

Bagi Intan, panggung Olimpiade PAI bukan hanya tempat lomba pidato. Perjalanan itu menyampaikan pesan bahwa bencana tidak selalu mematahkan langkah. Dalam banyak keadaan, tekad justru menjadi cahaya saat lingkungan sekitar terasa gelap.

Di balik kisah ini, Siti mengingatkan bahwa banjir tidak lepas dari perilaku manusia. Kerusakan lingkungan, sampah yang dibuang sembarangan, dan deforestasi menjadi faktor yang memperburuk bencana.

“Ekoteologi dan kesadaran menjaga bumi harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Perjalanan Intan menembus banjir empat kilometer menjadi cermin bahwa pendidikan, kepedulian lingkungan, dan karakter merupakan fondasi yang harus terus dipupuk bersama.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini



Terkini Lainnya
Putra Mahkota Dubai Pulihkan Tubuh Secara Esktrem: Terapi Es Minus 110 Derajat
Putra Mahkota Dubai Pulihkan Tubuh Secara Esktrem: Terapi Es Minus 110 Derajat
Aktual
Ramadhan Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Ramadhan 2026 dan Persiapannya
Ramadhan Berapa Hari Lagi? Cek Hitung Mundur Ramadhan 2026 dan Persiapannya
Aktual
Kuota Haji NTB Bertambah 1.299 Orang, Daftar Tunggu Capai 26 Tahun
Kuota Haji NTB Bertambah 1.299 Orang, Daftar Tunggu Capai 26 Tahun
Aktual
Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026: Tinggal 28 Hari Lagi, Ini Prediksi Awal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026: Tinggal 28 Hari Lagi, Ini Prediksi Awal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Bulan Suci?
Hitung Mundur Puasa 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Bulan Suci?
Aktual
Amalan Sebelum Tidur: Penenang Jiwa dan Penjaga Iman di Malam Hari
Amalan Sebelum Tidur: Penenang Jiwa dan Penjaga Iman di Malam Hari
Doa dan Niat
Panduan Lengkap Sholat Tahajud: Keutamaan, Waktu Terbaik, dan Bacaan Doanya
Panduan Lengkap Sholat Tahajud: Keutamaan, Waktu Terbaik, dan Bacaan Doanya
Doa dan Niat
Doa Setelah Sholat Tahajud: Melangitkan Doa Kala Pintu Doa Terbuka
Doa Setelah Sholat Tahajud: Melangitkan Doa Kala Pintu Doa Terbuka
Doa dan Niat
Apakah Tabur Bunga di Makam Berasal dari Islam? Simak Penjelasan Para Ulama
Apakah Tabur Bunga di Makam Berasal dari Islam? Simak Penjelasan Para Ulama
Doa dan Niat
Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?
Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?
Doa dan Niat
Video Viral, Ayah di Gaza Saring Reruntuhan Cari Tulang Istri dan Anak
Video Viral, Ayah di Gaza Saring Reruntuhan Cari Tulang Istri dan Anak
Aktual
Tradisi Sadranan di Bulan Sya’ban: Begini Pandangan Para Ulama
Tradisi Sadranan di Bulan Sya’ban: Begini Pandangan Para Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap 2026
Puasa Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap 2026
Aktual
Empat Dzikir Ringan Penghapus Dosa yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Empat Dzikir Ringan Penghapus Dosa yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Sejarah Khulafaur Rasyidin: Empat Khalifah Dalam Naungan Nubuwah
Sejarah Khulafaur Rasyidin: Empat Khalifah Dalam Naungan Nubuwah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com