Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Salju Turun di Arab Saudi? Ini Penjelasan Otoritas Setempat

Kompas.com, 18 Desember 2025, 13:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Fenomena salju yang kembali berpotensi turun di sejumlah wilayah Arab Saudi memancing rasa penasaran publik.

Negara yang identik dengan gurun pasir itu diprakirakan akan mengalami salju di wilayah utara seperti Qassim, serta kawasan dataran tinggi di Tabuk dan Hail pada Kamis, seiring sistem cuaca ekstrem yang masih memengaruhi sebagian besar wilayah Kerajaan.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) menyebut prakiraan tersebut merupakan kelanjutan dari peringatan cuaca buruk yang telah dikeluarkan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Salju Guyur Arab Saudi, Wilayah Ini Masuk Zona Waspada

Wilayah Qassim bahkan ditetapkan dalam status peringatan merah akibat hujan lebat yang berpotensi memicu banjir.

Para ahli meteorologi menjelaskan, suhu di kawasan dataran tinggi diperkirakan turun hingga di bawah nol derajat Celsius. Kondisi ini dinilai ideal untuk memicu turunnya salju, bersamaan dengan badai petir, hujan es, dan angin kencang.

Menanggapi anggapan bahwa salju di Arab Saudi adalah fenomena yang aneh, astronom Arab Saudi Mohammed bin Reddah Al Thaqafi menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah hal luar biasa saat musim dingin.

“Fenomena salju memang tidak mengikuti siklus astronomi yang tetap, tetapi terjadi secara berkala setiap musim dingin, tergantung kondisi iklim dan atmosfer,” ujar Al Thaqafi, pakar di Taif Astronomical Sundial sekaligus anggota Arab Union for Space and Astronomy Sciences, dilansir dari Gulfnews.

Ia menjelaskan, salju biasanya tercatat antara Desember hingga Februari, terutama di wilayah yang lebih terpengaruh sistem cuaca Mediterania, seperti Tabuk, Al Jouf, dan Arar.

Beberapa lokasi yang paling berpotensi mengalami salju antara lain Jabal Al Lawz, Alaqan, dan Al Dhahr di Tabuk; Sakaka dan Dumat Al Jandal di Al Jouf; Arar di wilayah Northern Borders; Jabal Aja dan Jabal Salma di Hail; serta dataran tinggi Abha di wilayah Asir.

Meski tidak setiap musim dingin diiringi salju, kawasan-kawasan tersebut tetap menjadi wilayah yang paling konsisten menghadirkan nuansa musim dingin di Arab Saudi.

Al Thaqafi mengingatkan masyarakat, khususnya pengendara dan wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi salju.

Jalan licin dan jarak pandang terbatas berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi hal penting.

Laporan salju sendiri telah muncul dari kawasan Jabal Al Lawz di Tabuk, di mana puncak pegunungan tampak diselimuti lapisan putih.

NCM menyebut kondisi tersebut diperkirakan berlangsung sejak siang hingga sore hari, disertai potensi badai petir sedang hingga lebat, hujan es, dan angin kencang di beberapa wilayah.

Juru bicara NCM Hussein Al Qahtani memastikan pihaknya terus memantau perkembangan atmosfer.

Ia juga membantah klaim yang beredar di media sosial mengenai banjir besar di Riyadh dan mengimbau masyarakat untuk hanya merujuk pada sumber informasi resmi di tengah cuaca yang masih tidak stabil.

Sebelumnya, fenomena serupa juga terjadi di kawasan Jabal Al Lawz atau Almond Mountain di Tabuk.

Pegunungan setinggi sekitar 2.580 meter di atas permukaan laut itu kembali diselimuti salju dan hujan es, menghadirkan panorama musim dingin yang memukau dan viral di media sosial.

Foto-foto salju yang diabadikan fotografer Mushir Al Balawi atau “Marshall” memicu antusiasme warga.

Banyak penduduk Tabuk berbondong-bondong mendatangi kawasan tersebut untuk menikmati pemandangan yang jarang dijumpai di negara Timur Tengah.

Baca juga: Salju Turun di Arab Saudi, Jabal Al Lawz Berubah Jadi Negeri Musim Dingin

Tak hanya di Tabuk, hujan es juga dilaporkan terjadi di kota Buraidah, hingga butiran es menumpuk di sejumlah ruas jalan.

Arab Saudi saat ini diketahui tengah mengalami periode hujan deras yang disertai hujan es di beberapa wilayah, sementara kota-kota lain mengalami hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.

Fenomena ini menegaskan bahwa meski tergolong jarang, salju bukanlah peristiwa asing di Arab Saudi, terutama di wilayah pegunungan saat musim dingin tiba.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar