Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keimanan yang Dibayar Mahal, Kisah Keteguhan Khalid bin Said Al Ash

Kompas.com, 25 Desember 2025, 11:48 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah tekanan Quraisy yang kian keras terhadap para pengikut Nabi Muhammad SAW, muncul sosok muda dari kalangan bangsawan Mekkah yang memilih jalan sunyi, beriman dan bertahan.

Ia adalah Khalid bin Said bin Al Ash, putra pemuka Bani Umayyah yang kekuasaannya disegani di Mekkah.

Keputusan Khalid untuk memeluk Islam bukanlah perkara ringan. Ia harus berhadapan dengan ayah kandungnya sendiri, Said bin Al Ash.

Seorang tokoh terpandang yang memusuhi dakwah Nabi. Namun keyakinan yang tumbuh dalam hati Khalid tak lagi dapat dibendung.

Baca juga: Kisah Umar Bin Khattab, Dari Penentang Menjadi Pembela Islam

Mimpi dan Awal Keyakinan

Dikutip dari buku 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi karya Dr. Abdurrahman Ra'fat al-Basya, awal perubahan Khalid bermula dari sebuah mimpi. Ia melihat dirinya berada di tepi jurang neraka, sementara Nabi Muhammad SAW menariknya menjauh dari kehancuran.

Mimpi itu mengguncang batinnya. Khalid pun mencari Rasulullah dan menyatakan keimanannya secara sembunyi-sembunyi.

Sejak saat itu, ia mulai membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan beribadah secara diam-diam. Ia sadar, keislamannya akan menjadi ancaman bagi kehormatan keluarga besarnya, terutama sang ayah yang dikenal keras dan tak kompromistis terhadap ajaran baru.

Amarah Seorang Ayah

Kekhawatiran Khalid terbukti. Ketika kabar keislamannya sampai ke telinga ayahnya, kemarahan pun meledak.

Said bin Al Ash memukul kepala dan tubuh Khalid dengan tongkat besar hingga darah mengalir.

Tak berhenti di situ, Khalid diikat dan dikurung di sebuah ruangan gelap selama tiga hari tanpa diberi makan dan minum.

Ancaman lain menyusul. Ayahnya bersumpah tidak akan memberi nafkah sepeser pun jika Khalid tetap mengikuti Muhammad.

Namun jawaban Khalid tegas dan tenang. Rezeki katanya adalah urusan Allah, bukan manusia. Keimanan telah memberinya keberanian yang tak pernah ia miliki sebelumnya.

Baca juga: Syahid yang Berjalan di Bumi, Kisah Pengorbanan Thalhah bin Ubaidillah

Bertahan di Bawah Tekanan

Tekanan keluarga dan sosial tak membuat Khalid surut. Ia menolak kembali ke keyakinan lama, meski dihadapkan pada siksaan fisik dan pengucilan.

Bahkan ketika beberapa kerabat membujuknya agar berpura-pura kembali demi keselamatan diri, Khalid menolak. Baginya, iman bukan perkara yang bisa ditukar dengan rasa aman sementara.

Situasi makin memburuk ketika ayahnya memerintahkan agar Khalid dibuang ke padang pasir Mekkah, diikat dan dibiarkan di bawah terik matahari.

Dalam kondisi lemah dan hampir tak berdaya, Khalid tetap memuji Allah dan memohon keteguhan hati.

Hijrah dan Pengabdian

Ketika Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslimin berhijrah ke Habasyah, Khalid termasuk yang berangkat.

Ia meninggalkan kemewahan hidupnya sebagai bangsawan Quraisy dan memilih hidup sederhana sebagai muhajir.

Bertahun-tahun ia tinggal di negeri asing, setia memegang iman yang telah ia pilih dengan penuh risiko.

Khalid kemudian kembali dan turut berhijrah ke Madinah. Kehadirannya disambut Rasulullah SAW dengan kegembiraan.

Ia dikenal sebagai sosok yang lembut, jujur, dan teguh. Dalam berbagai peperangan, Khalid turut ambil bagian, bahkan salah satu saudaranya gugur sebagai syahid.

Baca juga: Perjuangan dan Bakti Tanpa Batas kepada Ibu, Kisah Uwais al-Qarni

Keteguhan yang Mengubah Sejarah

Dalam sejarah Islam awal, Khalid bin Said Al Ash disebut sebagai salah satu dari orang-orang pertama yang memeluk Islam.

Ia meninggalkan status, harta, dan pengaruh keluarga demi keyakinan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kisah Khalid adalah potret tentang iman yang tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian melawan arus.

Ia mengajarkan bahwa keyakinan sejati sering kali menuntut harga mahal, namun justru di sanalah kemuliaan manusia diuji dan ditentukan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar