Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammad Fahmi, Perjalanan Panjang Jadi Imam Masjid Indonesia di London

Kompas.com, 30 Desember 2025, 17:29 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Muhammad Fahmi Reksa Alfarisi terpilih sebagai Imam Masjid di Indonesian Islamic Centre London setelah melalui proses seleksi ketat.

Fahmi terpilih di antara puluhan pelamar yang memiliki latar belakang keilmuan keislaman dan kompetensi yang beragam.

Ia mengungkapkan bahwa awalnya terdapat sekitar 32 kandidat yang mengikuti seleksi.

Baca juga: Kejujuran Membawa Keselamatan, Kisah Imam Syafii Kecil

Proses tersebut kemudian menyisakan empat kandidat yang lolos ke tahap wawancara dan pemaparan rancangan program keimaman.

“Ketika keputusan akhir diumumkan, saya benar-benar terkejut,” ujar Fahmi melalui pesan singkat, Selasa (30/12/2025), dilansir laman Kemenag.

Fahmi menilai banyak kandidat lain memiliki hafalan Alquran yang lebih kuat serta penguasaan khazanah keislaman yang lebih mendalam.

Meski demikian, ia meyakini penetapannya sebagai imam merupakan bagian dari takdir dan amanah besar.

Amanah tersebut memiliki makna khusus karena Indonesian Islamic Centre London merupakan masjid pertama milik Indonesia di Inggris.

Baca juga: Nasehat Imam Ghazali Agar Mempunyai Sifat Tawadhu

Bukan Sekadar Jabatan Formal

Bagi Fahmi, posisi imam bukan sekadar jabatan formal, melainkan kelanjutan dari perjalanan intelektual dan spiritual yang telah ditempuhnya.

Ia menempuh pendidikan pesantren selama 13 tahun sebagai fondasi awal keilmuan keislaman.

Pendidikan tersebut dilanjutkan dengan jenjang sarjana serta studi magister melalui program dual degree Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan SOAS University of London.

Meski memiliki latar pendidikan panjang, Fahmi mengaku tidak ingin terlalu percaya diri terhadap kesiapan dirinya.

“Semua ilmu yang saya peroleh sejauh ini masih terasa belum cukup untuk sepenuhnya menjawab kebutuhan umat dan tantangan zaman,” tuturnya.

Baca juga: Wali Kota New York Zohran Mamdani dan Imam Shamsi Ali Awali Hari Pemilihan dengan Baca Al-Fatihah

Ia menyebut pengalaman akademik dan keilmuan tersebut sebagai fondasi awal yang terus perlu dikembangkan.

Menjalankan peran di Indonesian Islamic Centre London menempatkan Fahmi di tengah persinggungan identitas, tradisi, dan keberagaman.

Masjid tersebut menjadi rumah spiritual bagi masyarakat Indonesia di Inggris sekaligus ruang ibadah bagi jamaah lintas budaya dan kebangsaan.

Fahmi mengakui tanggung jawab tersebut memiliki makna besar sekaligus tantangan tersendiri.

Ia harus menjaga tradisi keagamaan Indonesia sambil tetap merespons kebutuhan komunitas Muslim yang lebih luas.

Perbedaan praktik ibadah kerap ditemui dalam kehidupan jamaah sehari-hari.

Fahmi memandang perbedaan tersebut sebagai ruang pembelajaran, bukan sumber perpecahan.

“Perbedaan tidak memisahkan, justru membuka ruang saling belajar dan memperkaya pemahaman,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Tokoh Pemuda Islam Teladan dari Ali bin Abi Thalib hingga Imam Bukhari

Pengalaman hidup sebagai Muslim minoritas di London juga memengaruhi cara pandangnya dalam berdakwah.

Fokus pelayanan bergeser dari perdebatan menuju upaya menghadirkan ruang ibadah yang damai dan inklusif.

Masjid diharapkan menjadi tempat umat Islam beribadah dengan tenang dan bermartabat.

Di tengah kesibukan akademik dan tanggung jawab keagamaan, Fahmi menyimpan harapan bagi generasi berikutnya.

Ia berharap mahasiswa program dual degree UIII–SOAS dapat melanjutkan peran serupa di masa depan.

Fahmi menyebut hal tersebut sebagai estafet dakwah yang perlu dijaga kesinambungannya.

“Kebutuhan akan terus bertambah dan pelayanan terbaik harus terus diupayakan,” katanya.

Bagi Fahmi, mimbar di London bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang pengabdian.

Ia memaknai perannya sebagai titik temu antara keilmuan, pelayanan umat, dan proses belajar yang terus berlanjut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar