Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya

Kompas.com, 8 Januari 2026, 13:52 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Syaban kerap disebut sebagai bulan persiapan menuju Ramadan. Meski tidak sepopuler Ramadan, Syaban menyimpan keutamaan besar yang sering kali luput dari perhatian.

Di bulan inilah Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah, sekaligus mengajarkan umatnya untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Salah satu momentum penting dalam bulan Syaban adalah malam pertengahannya yang dikenal sebagai Nisfu Syaban.

Malam ini menjadi waktu istimewa bagi kaum beriman untuk memperbanyak doa, zikir, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Tata Caranya: Keutamaan, Lafaz, dan Manfaatnya

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis Kementerian Agama RI, malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026.

Perhitungan ini didasarkan pada tanggal 14 Syaban 1447 Hijriyah yang menandai masuknya malam 15 Syaban setelah matahari terbenam.

Perlu dipahami, sistem kalender Hijriah menetapkan pergantian hari sejak waktu Maghrib, bukan tengah malam sebagaimana kalender Masehi.

Karena itu, peringatan Nisfu Syaban dimulai sejak sore hingga malam hari tanggal 2 Februari 2026.

Penetapan ini sejalan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah dan Almanak Nahdlatul Ulama (NU) 2026, yang sama-sama mencatat 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan 2 Februari 2026.

Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis bagi Wanita dan Bacaan Niatnya

Rincian Kalender Bulan Syaban 1447 Hijriyah

Untuk membantu umat Islam mempersiapkan ibadah sepanjang bulan Syaban, berikut rincian lengkap kalender Syaban 1447 H dalam konversi Masehi:

  • 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
  • 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026
  • 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026
  • 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026
  • 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026
  • 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026
  • 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026
  • 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026
  • 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026
  • 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026
  • 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026
  • 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026
  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026 (Malam Nisfu Syaban)
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (Nisfu Syaban)
  • 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026
  • 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026
  • 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026
  • 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026
  • 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026
  • 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026
  • 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026
  • 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026
  • 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026
  • 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026
  • 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026
  • 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026
  • 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026
  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
  • 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Pertengahan bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi keislaman. Dikutip dari Lathaif al-Ma’arif karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, malam Nisfu Syaban disebut sebagai salah satu waktu di mana rahmat dan ampunan Allah SWT tercurah luas kepada hamba-Nya yang memohon dengan penuh keikhlasan.

Pada malam ini Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan kesyirikan dan permusuhan terhadap sesama.

Penjelasan ini mempertegas pentingnya membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial sebelum memohon ampunan.

Dalam Fadhail al-Auqat karya Imam al-Baihaqi juga disebutkan bahwa Syaban merupakan bulan diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW menyukai amalnya diangkat saat beliau sedang berpuasa, sehingga beliau memperbanyak puasa di bulan ini.

Baca juga: Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Syaban

Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan secara syariat pada malam Nisfu Syaban, para ulama sepakat bahwa umat Islam dianjurkan mengisinya dengan amalan sunnah secara umum.

Salah satunya adalah puasa sunnah hari Senin, mengingat 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan hari Senin.

Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa Senin dan Kamis karena pada hari tersebut amalan manusia diperlihatkan kepada Allah SWT.

Selain itu, puasa Ayyamul Bidh juga dapat dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa puasa Ayyamul Bidh dianjurkan Rasulullah SAW sebagai latihan konsistensi ibadah sepanjang tahun.

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak zikir dan doa. Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 41–43 menegaskan perintah bagi orang beriman untuk mengingat Allah sebanyak-banyaknya.

Zikir berfungsi membersihkan jiwa dan menenangkan hati, terutama di waktu-waktu yang penuh keberkahan.

Sebagian umat Islam juga menghidupkan malam ini dengan membaca Surah Yasin. Meski tidak termasuk ibadah yang diwajibkan, tradisi ini dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon umur yang bermanfaat, rezeki yang berkah, serta keteguhan iman dan takwa.

Nisfu Syaban merupakan momentum refleksi yang menghubungkan Syaban dan Ramadan. Malam ini mengingatkan umat Islam untuk menata kembali niat, membersihkan hati, dan memperkuat ibadah sebelum memasuki bulan suci.

Sebagaimana ditegaskan para ulama, keutamaan Nisfu Syaban tidak terletak pada ritual tertentu, melainkan pada kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar