Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025

Kompas.com, 4 Februari 2026, 15:42 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelayanan ibadah haji dan umrah di Arab Saudi terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Sepanjang tahun 2025, tingkat kepuasan jemaah global dilaporkan menembus angka 90 persen.

Capaian ini menjadi sinyal kuat keberhasilan reformasi tata kelola pelayanan ibadah yang dilakukan pemerintah Saudi dalam kerangka Visi 2030.

Mengutip laporan Saudi Gazette, Pusat Manajemen Kinerja Nasional Arab Saudi (National Center for Performance Management/Adaa) mencatat lebih dari 19,5 juta jemaah dari berbagai negara dunia mengunjungi Tanah Suci sepanjang 2025.

Lonjakan jumlah tersebut berhasil diimbangi dengan kualitas layanan yang semakin terstruktur, berbasis teknologi, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Baca juga: Kemenhaj Gelar Diklat PPIH 2026, Perkuat Kesiapan Petugas Layani 221.000 Jemaah Haji

Lonjakan Kepuasan Jamaah di Tengah Jumlah Pengunjung yang Tinggi

Dalam laporan resmi Program Pelayanan Tamu Allah (Pilgrims Service Program), tingkat kepuasan jemaah haji tercatat mencapai 91 persen, sementara kepuasan jemaah umrah bahkan menyentuh angka 94 persen.

Angka ini menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah pengelolaan layanan haji dan umrah modern.

Pencapaian tersebut mencerminkan sinergi lintas lembaga. Lebih dari 60 instansi pemerintah dan swasta terlibat aktif dalam perencanaan operasional, manajemen transportasi, akomodasi, kesehatan, keamanan, hingga pengaturan arus jemaah di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pendekatan kolaboratif ini memperlihatkan perubahan paradigma pelayanan ibadah dari sekadar administratif menuju model pelayanan publik terpadu berbasis standar kualitas global.

Baca juga: Gladi Posko Armuzna, Petugas Haji Tangani Jamaah Salah Maktab dan Kelelahan di Arafah

Peran Relawan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Musim haji dan umrah 2025 juga ditandai oleh tingginya partisipasi sosial masyarakat Saudi. Saudi Gazette melaporkan lebih dari 184.000 relawan terlibat langsung dalam berbagai sektor pelayanan.

Para relawan membantu jemaah dalam bimbingan ibadah, pengaturan jalur pergerakan massa, bantuan lansia, hingga pelayanan kemanusiaan di titik-titik krusial.

Kehadiran relawan ini menjadi wajah humanis pelayanan ibadah yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga empati sosial.

Dalam perspektif Islam, melayani tamu Allah memiliki nilai spiritual yang tinggi. Allah SWT berfirman:

وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

Wa man yu‘azhzhim sya‘ā’irallāhi fa innahā min taqwāl qulūb

Artinya: “Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Ayat ini menjadi landasan spiritual bahwa pelayanan ibadah bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari ibadah kolektif umat Islam.

Baca juga: Alasan Arab Saudi Bekukan 1.800 Travel Umrah hingga Stop Visa Baru

Transformasi Digital dalam Pengelolaan Haji dan Umrah

Salah satu faktor utama peningkatan kepuasan jemaah adalah pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah Saudi memperluas penggunaan platform terpadu seperti aplikasi Nusuk, sistem barcode akses Raudhah, manajemen kuota berbasis waktu, serta layanan visa elektronik.

Menurut laporan Kementerian Haji dan Umrah Saudi, digitalisasi ini mampu memangkas antrean, mengurangi kepadatan ekstrem, serta meningkatkan transparansi layanan.

Sistem ini juga membantu jemaah merencanakan perjalanan ibadah secara lebih mandiri dan terorganisasi.

Dalam buku Manajemen Haji dan Umrah karya Prof. Dr. Ali Al-Qaradaghi dijelaskan bahwa modernisasi layanan ibadah merupakan keniscayaan dalam menghadapi pertumbuhan jumlah jemaah global.

Pelayanan berbasis teknologi dinilai mampu menjaga prinsip kemaslahatan tanpa menghilangkan nilai sakral ibadah.

Pengembangan Situs Sejarah untuk Pengalaman Spiritual

Tidak hanya fokus pada aspek teknis, Saudi juga memperluas dimensi edukasi spiritual jemaah.

Sepanjang 2025, sebanyak 18 situs bersejarah yang berkaitan dengan sirah Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah dikembangkan.

Pengembangan ini meliputi penataan kawasan, penyediaan pusat informasi, jalur ziarah tematik, serta sistem panduan digital.

Langkah ini memperkaya pengalaman ibadah dengan pemahaman sejarah perjuangan dakwah Rasulullah SAW.

Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Dr. Akram Dhiya’ Al-Umari, dijelaskan bahwa memahami jejak sejarah Nabi mampu memperdalam kekhusyukan ibadah dan membangun kesadaran spiritual yang lebih kuat.

Baca juga: Arab Saudi Bekukan 1.800 Travel Umrah Asing dan Stop Visa Baru

Saudi Menuju Pusat Pelayanan Ibadah Global

Capaian kepuasan di atas 90 persen memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat pelayanan ibadah dunia yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.

Transformasi ini menjadi bagian penting dari target Visi 2030 yang menempatkan sektor pelayanan haji dan umrah sebagai pilar strategis ekonomi dan diplomasi spiritual.

Pemerintah Saudi menargetkan peningkatan kapasitas jemaah hingga puluhan juta per tahun dalam dekade mendatang, dengan tetap menjaga standar keselamatan, kenyamanan, dan kualitas ibadah.

Bagi jutaan Muslim dunia, keberhasilan ini membawa harapan baru. Ibadah di Tanah Suci tidak lagi dibayangi oleh kekacauan teknis semata, tetapi semakin mengarah pada pengalaman spiritual yang tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.

Pelayanan yang baik pada akhirnya bukan hanya soal fasilitas, melainkan tentang memuliakan tamu Allah.

Dan ketika pelayanan dilakukan dengan niat ibadah, hasilnya bukan sekadar angka statistik, tetapi keberkahan bagi seluruh umat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Madinah atau Jeddah
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Madinah atau Jeddah
Aktual
Wamenhaj: Belum Ada Larangan Perjalanan Umrah ke Arab Saudi
Wamenhaj: Belum Ada Larangan Perjalanan Umrah ke Arab Saudi
Aktual
DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan Akibat Konflik di Riyadh
DPR Minta Kemenhaj Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terdampak Gangguan Penerbangan Akibat Konflik di Riyadh
Aktual
Ratusan Jemaah Umrah Tangerang Batal Berangkat Akibat Konflik di Riyadh
Ratusan Jemaah Umrah Tangerang Batal Berangkat Akibat Konflik di Riyadh
Aktual
Kemlu RI Konfirmasi 2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah
Kemlu RI Konfirmasi 2 WNI Jadi Korban Serangan Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah
Aktual
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Aktual
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Aktual
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Aktual
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Aktual
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Aktual
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Aktual
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar