Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya

Kompas.com, 6 Februari 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kepastian waktu menjadi hal penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial.

Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, telah lebih dulu menetapkan jadwal awal puasa Ramadhan 2026 melalui maklumat resmi.

Penetapan ini menjadi penanda dimulainya hitung mundur menuju bulan yang selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026

Dikutip dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan:

1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026

1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Penetapan ini dilakukan setelah Muhammadiyah meninjau ulang data astronomis global serta memvalidasi parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menjadi rujukan resmi persyarikatan.

Artinya, umat Islam yang mengikuti keputusan Muhammadiyah akan mulai menjalankan ibadah puasa lebih awal dibandingkan kalender Hijriah yang saat ini beredar dari pemerintah.

Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN

Mengapa Muhammadiyah Bisa Lebih Awal Menetapkan Puasa?

Berbeda dengan pemerintah yang menunggu hasil pemantauan hilal, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dikembangkan secara sistematis dan konsisten.

Dalam buku Hisab dan Rukyat karya Susiknan Azhari, dijelaskan bahwa hisab tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung astronomis, tetapi juga sebagai metode ilmiah yang memberi kepastian waktu ibadah.

Pendekatan ini membuat Muhammadiyah dapat menetapkan awal Ramadhan jauh hari sebelumnya, sehingga umat memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan diri secara matang.

Apakah Jadwal Puasa Muhammadiyah Sama dengan Pemerintah?

Untuk Ramadhan 2026, terdapat perbedaan potensi awal puasa. Dalam kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun, pemerintah belum menetapkan tanggal resmi karena masih akan melakukan rukyatul hilal dan sidang isbat pada akhir bulan Syaban, tepatnya 17 Februari 2026.

Hasil sidang isbat biasanya diumumkan setelah Magrib dan menjadi acuan resmi nasional.

Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Saat Puasa Ramadhan 2026 Resmi dari Pemerintah

Hitung Mundur Ramadhan: Waktu Terbaik Mempersiapkan Diri

Penetapan lebih awal ini memberi ruang bagi umat Islam untuk melakukan persiapan spiritual sejak jauh hari. Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan, tetapi momentum transformasi diri.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alal-ladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah proses pendidikan spiritual, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Jadwal Libur Lebaran dan Cuti Bersama 2026

Selain jadwal puasa, perhatian publik juga tertuju pada libur Idul Fitri dan cuti bersama. Pemerintah telah menetapkan jadwal tersebut melalui SKB 3 Menteri Tahun 2026.

Berikut jadwal libur Lebaran Idul Fitri 1447 H:

  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri
  • Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri 1447 H
  • Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri 1447 H
  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama
  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama

Dengan jadwal ini, masyarakat memiliki waktu cukup panjang untuk mudik, bersilaturahmi, dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Baca juga: Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Memaknai Keutamaan Bulan Syaban

Ramadhan dan Idul Fitri dalam Perspektif Sosial

Dalam buku Panduan Puasa bersama Quraish Shihab karya Quraish Shihab, dijelaskan bahwa Ramadhan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga membentuk solidaritas sosial, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

Idul Fitri kemudian hadir sebagai puncak dari proses tersebut—kembali kepada kesucian, mempererat hubungan, dan memperbaiki relasi antarmanusia.

Menyambut Ramadhan dengan Kesadaran Penuh

Dengan adanya kepastian jadwal dari Muhammadiyah dan libur resmi dari pemerintah, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadhan 2026 dengan persiapan yang lebih baik.

Bukan hanya menyiapkan kalender dan jadwal, tetapi juga niat, ilmu, dan hati. Sebab Ramadhan selalu datang sebagai tamu agung. Ia singgah sebentar, lalu pergi meninggalkan jejak, apakah berupa perubahan atau sekadar kenangan.

Kini, hitung mundur telah dimulai. Pertanyaannya, sudah sejauh apa kesiapan kita menyambutnya?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar