Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat

Kompas.com, 6 Februari 2026, 17:00 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Umat Muslim di Arab Saudi diperkirakan akan menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan durasi yang lebih singkat pada 2026.

Bulan suci Ramadan diproyeksikan jatuh pada musim dingin, sehingga waktu puasa harian menjadi lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh pakar astronomi Arab Saudi, Abdullah Al-Mosned. Kondisi ini dinilai memberi kenyamanan lebih bagi umat Muslim selama menjalankan ibadah puasa dan salat malam.

Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN

Puasa Ramadan 2026 Diprediksi 12–13 Jam

Dilansir dari Islamic Information, Abdullah Al-Mosned memprediksi durasi puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi berada pada kisaran 12 hingga 13 jam per hari, tergantung wilayah masing-masing.

Durasi ini jauh lebih singkat dibandingkan Ramadan yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir saat jatuh pada musim panas.

Pada periode tersebut, umat Muslim menjalani puasa dengan jam yang lebih panjang disertai suhu udara ekstrem.

Baca juga: Tarhib Ramadhan Adalah Tradisi Sunnah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ramadhan Musim Dingin Dinilai Lebih Nyaman

Dengan jatuhnya Ramadan pada musim dingin, suhu udara yang lebih sejuk diperkirakan memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan saat menjalani puasa di siang hari, tetapi juga ketika melaksanakan ibadah malam seperti sholat Tarawih.

Durasi puasa yang lebih pendek juga dinilai membantu menjaga stamina, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Penetapan Awal Ramadhan Tetap Menunggu Rukyat

Meski proyeksi astronomi telah disampaikan, penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Arab Saudi tetap menunggu hasil rukyat atau pengamatan hilal. Penentuan resmi diperkirakan dilakukan pada Februari 2026 sesuai tradisi dan ketentuan yang berlaku.

Proses ini dilakukan untuk memastikan awal bulan Ramadan ditetapkan secara sah berdasarkan pengamatan langsung.

Fenomena Astronomi Februari 2026

Dilansir dari laman Himpuh, Asosiasi Astronomi Jeddah turut menyampaikan sejumlah perkiraan terkait kondisi astronomi pada Februari 2026. Asosiasi tersebut menyebut Februari sebagai bulan yang kaya akan fenomena astronomi.

Berbagai peristiwa langit menjadikan bulan ini menarik bagi para pengamat untuk memantau pergerakan bulan, planet, dan bintang.

Namun, pengamatan benda langit yang redup diperkirakan akan terganggu pada pekan pertama Februari akibat cahaya bulan yang sangat terang. Hal ini disebabkan bulan berada pada fase purnama pada 1 Februari.

Baca juga: Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat

Penjelasan soal Istilah “Bulan Salju”

Ketua Asosiasi Astronomi Jeddah, Majid Abu Zahrah, menjelaskan bahwa istilah “Bulan Salju” yang kerap digunakan untuk menyebut purnama Februari bukanlah istilah ilmiah.

Ia menyebut istilah tersebut berasal dari tradisi sebagian masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkannya dengan musim salju. Penamaan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dalam kajian astronomi modern.

Posisi dan Pergerakan Bulan Secara Ilmiah

Abu Zahrah menegaskan bahwa dalam astronomi, bulan diklasifikasikan berdasarkan posisi geometrisnya terhadap Matahari dan Bumi.

Fase purnama terjadi ketika bulan berada pada sudut elongasi sekitar 180 derajat dari Matahari. Penamaan tradisional tidak memengaruhi sifat fisik bulan maupun cara pengamatannya.

Ia menambahkan bahwa musim, cuaca, dan lokasi geografis tidak menentukan fase bulan. Di belahan bumi utara, bulan purnama bergerak pada lintasan tinggi di langit, terbit bersamaan dengan terbenamnya Matahari dan terbenam saat Matahari terbit.

Sementara itu, di belahan bumi selatan, lintasan bulan tampak lebih rendah dan mengikuti jalur Matahari musim dingin.

Baca juga: Hukum Membayar Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Syaban, Apakah Boleh?

Okultasi Bulan dan Bintang Regulus

Menurut Abu Zahrah, pada malam 2 atau 3 Februari—tergantung lokasi geografis—akan terjadi peristiwa okultasi. Fenomena ini berupa tertutupnya bulan cembung yang sedang menyusut terhadap bintang Regulus atau Qalb Al-Asad, bintang paling terang di rasi Leo.

Peristiwa tersebut dapat diamati di wilayah Afrika Barat Laut hingga sebagian Kanada bagian timur dan tengah serta Amerika Serikat.

Sementara itu, di Arab Saudi dan sebagian besar negara Arab, peristiwa tersebut hanya akan terlihat sebagai konjungsi antara bulan dan bintang Regulus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar