Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Ingatkan Waspada Travel Umrah, Ini Tips Hindari Penipuan Jemaah

Kompas.com, 7 Februari 2026, 08:34 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan cermat dalam memilih travel umrah.

Edukasi ini dilakukan melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah sebagai bagian dari upaya perlindungan jemaah.

Langkah tersebut diambil karena masih ditemukannya aduan terkait dugaan penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan ibadah umrah.

Baca juga: Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi

Kemenhaj mengimbau calon jemaah untuk selalu memastikan legalitas serta kredibilitas penyelenggara perjalanan sebelum mendaftar dan melakukan pembayaran.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kehati-hatian sejak tahap awal menjadi kunci utama pencegahan penipuan travel umrah.

“Jemaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian,” ujar Andi, beberapa waktu lalu, dilansir dari laman Kemenhaj.

Baca juga: Arab Saudi Bekukan Perusahaan Umrah yang Gagal Sediakan Akomodasi Jamaah

Verifikasi Legalitas Penyelenggara Umrah

Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk memastikan travel umrah terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Pengecekan dapat dilakukan melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) milik Kemenhaj.

Melalui sistem tersebut, jemaah dapat melihat status izin, nomor surat keputusan, akreditasi, serta masa berlaku izin penyelenggara.

Travel yang tidak terdaftar dalam SATU HAJI dinyatakan ilegal dan berisiko merugikan jemaah.

Selain legalitas, Kemenhaj juga menyarankan jemaah memastikan keberadaan kantor fisik travel serta rekam jejak operasional minimal dua tahun.

Paket umrah dengan harga tidak wajar diminta untuk diwaspadai karena sering menjadi indikasi praktik penipuan.

Baca juga: Saudi Antisipasi Padatnya Umrah Ramadhan dengan Smart Crowd

Telusuri Reputasi dan Testimoni Jemaah

Jemaah dianjurkan menelusuri reputasi travel umrah sebelum mendaftar.

Ulasan dapat diperiksa melalui Google Reviews, media sosial, maupun situs resmi agen perjalanan.

Rekomendasi dari keluarga atau kerabat yang pernah menggunakan jasa travel tersebut juga menjadi referensi penting.

Kemenhaj mengimbau jemaah menghindari travel yang tidak memiliki testimoni kredibel atau jejak layanan yang jelas.

Kemenhaj juga menyarankan jemaah memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis oleh Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi.

Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari penyelenggara yang pernah terlibat pelanggaran.

Cermati Dokumen, Biaya, dan Mekanisme Pembayaran

Kemenhaj meminta jemaah meninjau seluruh dokumen dan biaya perjalanan secara teliti sebelum melakukan pelunasan.

Jemaah berhak meminta rincian biaya lengkap, termasuk tiket pesawat, visa, akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

Bukti reservasi hotel serta kepastian jadwal keberangkatan harus diterima sebelum pembayaran dilakukan.

Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kontrak perjanjian perjalanan.
Klausul pengembalian dana dan perlindungan asuransi wajib dipahami secara menyeluruh.

Pembayaran disarankan dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, dengan seluruh bukti transaksi disimpan sebagai arsip.

Baca juga: Talbiyah dalam Ibadah Haji dan Umrah: Lafal, Makna, dan Cara Membacanya

Pastikan Standar Fasilitas dan Layanan

Kemenhaj mengingatkan agar jemaah memilih travel yang menyediakan fasilitas dan layanan sesuai standar.

Travel umrah wajib memiliki pembimbing ibadah bersertifikat, akomodasi yang layak, serta jadwal keberangkatan yang jelas.

Membandingkan beberapa paket umrah dari penyelenggara terpercaya juga dianjurkan sebelum mengambil keputusan akhir.

Kemenhaj Dorong Jemaah Aktif Melapor

Kemenhaj menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat membantu pengawasan penyelenggaraan umrah.

Andi menekankan bahwa laporan dari jemaah menjadi elemen penting dalam upaya perlindungan.

“Laporan dari jemaah adalah bagian penting dari pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj,” katanya.

Pengaduan dapat disampaikan melalui email pengaduan@haji.go.id
atau WhatsApp di nomor +62 823 1101 4646.

Melalui edukasi berkelanjutan dan keterbukaan layanan pengaduan, Kemenhaj berharap jemaah dapat menjalankan ibadah umrah secara aman, nyaman, dan tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com