KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Arab Saudi kembali menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah di Masjidil Haram.
Tahun ini, pemerintah Saudi meluncurkan teknologi mutakhir bernama Smart Crowd System, sebuah sistem pemantauan kerumunan berbasis kecerdasan digital yang memungkinkan pergerakan jamaah terpantau secara real time.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Kerajaan Arab Saudi dalam mengantisipasi lonjakan jamaah umrah yang selalu meningkat tajam selama Ramadhan.
Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara memadati kawasan Masjidil Haram, terutama pada waktu-waktu puncak seperti shalat berjamaah, tarawih, dan malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Baca juga: Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah
Mengutip laporan Gulf News, Smart Crowd System dirancang untuk memantau seluruh akses masuk dan keluar Masjidil Haram secara langsung.
Sistem ini mampu membaca tingkat kepadatan jamaah, mendeteksi potensi kemacetan, serta memberikan peringatan dini kepada petugas lapangan apabila terjadi penumpukan massa di area tertentu.
Melalui data yang dikumpulkan, petugas dapat mengambil keputusan cepat berbasis analisis situasi.
Arus pejalan kaki dapat diarahkan ulang, jalur alternatif dibuka, dan zona rawan kepadatan bisa segera dikendalikan.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan jamaah, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan ibadah.
Baca juga: Saudi Tegaskan Aturan Speaker Masjid Saat Ramadhan, Jemaah Perlu Tahu
Dalam konteks ibadah massal seperti umrah dan haji, pengelolaan kerumunan menjadi faktor krusial.
Dalam buku Haji dan Umrah Bersama M Quraish Shihab karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah di Tanah Suci bukan hanya persoalan ritual, tetapi juga menyangkut manajemen logistik, keamanan, dan keselamatan jamaah.
Ia menegaskan bahwa pengaturan jamaah yang baik merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa (hifz an-nafs) dan menjaga kemaslahatan umat.
Karena itu, pemanfaatan teknologi modern dipandang sebagai ikhtiar yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Smart Crowd System dirancang bekerja optimal pada waktu-waktu krusial. Misalnya saat shalat lima waktu, pelaksanaan tarawih, hingga lonjakan jamaah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dikenal sebagai periode pencarian Lailatul Qadar.
Pada fase ini, Masjidil Haram kerap dipadati jamaah dari berbagai penjuru dunia. Dengan sistem pemantauan digital, potensi kepadatan ekstrem dapat ditekan, sehingga jamaah tetap bisa beribadah dengan aman dan lebih khusyuk.
Baca juga: Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Prinsip keteraturan dan keselamatan dalam beribadah sejatinya telah diajarkan dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:
Wa anfiquu fii sabiilillaahi wa laa tulquu bi aydiikum ilat-tahlukah wa ahsinuu innallaaha yuhibbul muhsiniin.
Artinya: “Dan belanjakanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Ayat ini kerap dijadikan dasar bahwa umat Islam diperintahkan untuk menghindari bahaya serta menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Dalam konteks ibadah massal, pengelolaan kerumunan menjadi bagian dari implementasi nilai tersebut.
Smart Crowd System bukan satu-satunya inovasi yang diterapkan Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, Masjidil Haram telah dilengkapi dengan kamera pintar, sensor kepadatan, layanan navigasi jamaah berbasis aplikasi, hingga pusat kendali terpadu.
Arab Saudi menjadikan kawasan Haramain sebagai model penerapan teknologi religius modern.
Tujuannya bukan sekadar efisiensi, tetapi menciptakan pengalaman ibadah yang lebih aman, tertib, dan manusiawi.
Di balik kecanggihan teknologi, tujuan utama kebijakan ini tetap bermuara pada satu hal: menjaga kekhusyukan ibadah.
Kerumunan yang terkelola dengan baik memungkinkan jamaah beribadah tanpa tekanan fisik berlebih, mengurangi risiko dorong-dorongan, serta menciptakan suasana yang lebih tenang.
Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan penuh limpahan pahala. Dengan dukungan sistem pintar, diharapkan jamaah dapat memaksimalkan ibadah umrah, tarawih, dan doa tanpa terganggu oleh persoalan teknis di lapangan.
Peluncuran Smart Crowd System menjadi bukti bahwa ikhtiar duniawi dan kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai spiritual.
Arab Saudi berupaya menghadirkan keseimbangan antara modernisasi dan kesakralan tempat suci.
Di tengah arus jutaan manusia yang bergerak menuju Baitullah, teknologi ini menjadi “mata digital” yang membantu menjaga keselamatan, ketertiban, dan kekhidmatan ibadah Ramadhan.
Sebuah langkah strategis yang bukan hanya berdampak teknis, tetapi juga membawa pesan bahwa pelayanan terhadap tamu Allah adalah amanah besar yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang