Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah

Kompas.com, 15 Januari 2026, 13:30 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Arab Saudi memasang sensor pintar di Masjidil Haram sebagai bagian dari upaya mengendalikan arus jamaah dan meningkatkan keselamatan ibadah.

Penerapan teknologi sensor pintar ini memungkinkan pemantauan pergerakan jamaah secara real-time di seluruh pintu masuk, pintu keluar, serta koridor internal Masjidil Haram.

Sistem tersebut membantu pengelola mendeteksi perubahan kepadatan jamaah secara cepat sehingga langkah pengaturan dapat segera dilakukan.

Baca juga: Arab Saudi Siapkan Relawan Medis di Masjidil Haram dan Nabawi

Dilansir dari Islamic Information, menurut Otoritas Umum Pengelola Dua Masjid Suci, data pemantauan real-time menjadi kunci penting dalam mendukung koordinasi lapangan selama operasional ibadah.

Informasi yang diperoleh dari sistem sensor memungkinkan petugas mengambil keputusan lebih cepat dan tepat untuk mengatur pergerakan jamaah.

Penerapan sistem pengelolaan kerumunan berbasis teknologi ini juga berperan dalam menjaga distribusi jamaah tetap merata di berbagai area Masjidil Haram.

Jalur perlintasan, lantai utama, hingga pelataran masjid dapat dipantau agar tidak terjadi penumpukan berlebihan.

Salah satu keunggulan utama dari sensor pintar Masjidil Haram adalah kemampuan mendeteksi potensi kemacetan sejak dini.

Baca juga: Masjidil Haram Sediakan Layanan Tahalul Gratis di Pelataran

Ketika sistem membaca peningkatan kepadatan jamaah, petugas dapat segera melakukan intervensi sebelum kondisi memburuk.

Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah risiko keselamatan yang dapat timbul akibat kerumunan berlebih.

Pengelolaan berbasis teknologi tersebut dijalankan secara terpadu dengan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Sinergi antara teknologi pengelolaan jamaah dan sumber daya manusia disebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran ibadah.

Baca juga: Masjidil Haram Terapkan Gelang Identitas untuk Cegah Anak Tersesat Saat Umrah dan Haji

Otoritas menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menekan risiko kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan jamaah.

Selain aspek keamanan, penerapan teknologi ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan ibadah bagi para jamaah.

Lingkungan ibadah yang lebih tertata dan terkendali diharapkan mampu mendukung pengalaman spiritual jamaah selama berada di Masjidil Haram.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran
Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran
Aktual
7 Langkah Praktis Bersyukur kepada Allah SWT untuk Hidup Lebih Berkah
7 Langkah Praktis Bersyukur kepada Allah SWT untuk Hidup Lebih Berkah
Doa dan Niat
Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Peringatan Isra Mikraj, Menag: Jika Ada Masalah Rumah Tangga, Jangan Langsung ke Pengadilan
Aktual
Musim Dingin Ekstrem Menguji Pengungsi Gaza Utara, Selimut Hangat Jadi Penyelamat
Musim Dingin Ekstrem Menguji Pengungsi Gaza Utara, Selimut Hangat Jadi Penyelamat
Aktual
Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah
Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah
Aktual
Apakah Greenland Disebut dalam Al Quran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Apakah Greenland Disebut dalam Al Quran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Aktual
Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Jarang Dibahas dalam Sejarah Islam
Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Jarang Dibahas dalam Sejarah Islam
Aktual
Ramadhan Datang Senyap, Pergi Terlalu Cepat: Mengapa Bulan Suci Selalu Terasa Singkat?
Ramadhan Datang Senyap, Pergi Terlalu Cepat: Mengapa Bulan Suci Selalu Terasa Singkat?
Aktual
Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat
Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat
Aktual
KJRI Jeddah: Kartu Nusuk Jamaah Haji Indonesia Dibagikan Sejak di Tanah Air
KJRI Jeddah: Kartu Nusuk Jamaah Haji Indonesia Dibagikan Sejak di Tanah Air
Aktual
Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan
Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan
Aktual
Penampakan Berbagai Siksaan di Malam Isra Mi'raj: Peringatan Nyata Bagi Manusia
Penampakan Berbagai Siksaan di Malam Isra Mi'raj: Peringatan Nyata Bagi Manusia
Doa dan Niat
Isra Miraj Biasanya Ngapain? Ini Kegiatan dan Amalan yang Dianjurkan
Isra Miraj Biasanya Ngapain? Ini Kegiatan dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Mulai 2026, Ganggu Ibadah Agama Lain Bisa Masuk Penjara
Mulai 2026, Ganggu Ibadah Agama Lain Bisa Masuk Penjara
Aktual
Cara Nabi Muhammad Menjawab Keraguan Quraisy soal Isra Miraj
Cara Nabi Muhammad Menjawab Keraguan Quraisy soal Isra Miraj
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com