Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Siapkan Relawan Medis di Masjidil Haram dan Nabawi

Kompas.com, 7 Januari 2026, 13:45 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Arab Saudi memperkenalkan kerangka kerja terbaru bagi relawan pertolongan pertama yang akan bertugas di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Program ini digagas oleh Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bersama Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi, sebagai bagian dari langkah memperkuat layanan kesehatan serta menjamin keselamatan jamaah.

Mengutip laporan Saudi Press Agency (SPA), inisiatif tersebut bertujuan mendorong budaya kesukarelawanan sekaligus meningkatkan efektivitas respons darurat di dua masjid suci tersebut.

Langkah ini sejalan dengan target Visi Arab Saudi 2030 yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan jamaah haji dan umrah sebagai prioritas utama.

Baca juga: Tak Berhenti di Hajar Aswad, Kemenhaj Saudi Ingatkan Adab Tawaf

Kerangka kerja baru ini dirancang untuk mengatur peran relawan pertolongan pertama dalam sistem yang terintegrasi, sehingga prosedur penanganan darurat dapat berjalan seragam dan koordinasi antarorganisasi lebih efektif.

Melalui sistem tersebut, otoritas berharap dapat mencapai standar tertinggi dalam hal kualitas pelayanan dan keselamatan.

Relawan pertolongan pertama diposisikan sebagai bagian penting dari rantai respons darurat, khususnya dalam menghadapi situasi medis yang membutuhkan penanganan cepat di area dengan kepadatan jamaah yang tinggi.

Dikutip dari Arab News, Rabu (7/1/2026), otoritas menjelaskan bahwa asosiasi atau organisasi yang ingin terlibat harus memenuhi sejumlah persyaratan umum.

Baca juga: Kemenhaj Buka Layanan Haji di Hari Libur, Percepat Perekaman Biometrik Jamaah

Di antaranya, memiliki akreditasi resmi dan terdaftar pada otoritas yang berwenang. Asosiasi relawan tanggap darurat juga bertanggung jawab menyediakan tenaga medis, peralatan, serta perlengkapan darurat yang dibutuhkan selama bertugas.

Seluruh aktivitas relawan akan dilakukan dalam koordinasi langsung dengan Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi.

Koordinasi ini bertujuan memastikan kesiapan penuh tim di lapangan, sekaligus menjamin kemampuan mereka dalam merespons berbagai kondisi darurat secara cepat dan tepat.

Otoritas juga menetapkan bahwa tim relawan harus mencakup praktisi kesehatan berlisensi atau spesialis bersertifikat, termasuk personel yang memiliki pelatihan bantuan hidup dasar (basic life support).

Selain itu, seluruh relawan diwajibkan mematuhi instruksi dan protokol operasional yang ditetapkan oleh kedua otoritas terkait.

Baca juga: Menhaj: Haji Bukan Sekadar Urusan Teknis, tetapi Amanah Moral dan Spiritual

Untuk memperluas partisipasi, Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi membuka kesempatan bagi asosiasi nasional yang berminat untuk mengajukan permohonan resmi.

Pengajuan aplikasi harus memuat rincian tim, spesialisasi, bidang tugas, serta daftar nama anggota, dan dapat dikirimkan melalui surat elektronik ke alamat volunteer@gph.gov.sa

Pihak otoritas menegaskan bahwa peluncuran kerangka kerja ini mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan mutu layanan di dua masjid suci tersebut.

Selain memperkuat kemitraan dengan berbagai entitas nasional, program ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman jamaah haji dan umrah, dengan tetap menjunjung tinggi standar keselamatan dan perawatan kesehatan yang optimal.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 12 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Mi'raj
Khutbah Jumat 12 Januari 2026: Belajar Keteguhan Iman dari Abu Bakar di Peristiwa Isra Mi'raj
Doa dan Niat
Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028
Pembangunan Kompleks Haji di Makkah, Sebagian Tower Diharapkan Bisa Dipakai 2028
Aktual
Persiapan Haji 2026 Masuki Tahap Krusial, Kloter 221.000 Jemaah Mulai Disusun
Persiapan Haji 2026 Masuki Tahap Krusial, Kloter 221.000 Jemaah Mulai Disusun
Aktual
Salah Kaprah Mengamalkan Ayat Seribu Dinar, Bikin Tak Terasa Khasiatnya
Salah Kaprah Mengamalkan Ayat Seribu Dinar, Bikin Tak Terasa Khasiatnya
Doa dan Niat
Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jalan Menuju Ampunan Allah
Sayyidul Istighfar: Doa Penghapus Dosa dan Jalan Menuju Ampunan Allah
Doa dan Niat
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Kalender dan Amalan Utamanya
Aktual
Persiapan Haji Kian Matang, Menhaj Pastikan Layanan Utama Hampir Rampung
Persiapan Haji Kian Matang, Menhaj Pastikan Layanan Utama Hampir Rampung
Aktual
12 Nama Bulan Hijriyah dan Maknanya yang Penuh Sejarah dan Filosofi
12 Nama Bulan Hijriyah dan Maknanya yang Penuh Sejarah dan Filosofi
Aktual
Healing Terbaik yang Jarang Disadari, Tapi Paling Dibutuhkan
Healing Terbaik yang Jarang Disadari, Tapi Paling Dibutuhkan
Doa dan Niat
Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam
Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam
Aktual
Peran Suami dalam Islam: Tanggung Jawab dan Kepemimpinan Keluarga
Peran Suami dalam Islam: Tanggung Jawab dan Kepemimpinan Keluarga
Aktual
MUI Dukung Pilkada via DPRD dan Soroti Dampak Negatif Pilkada Langsung
MUI Dukung Pilkada via DPRD dan Soroti Dampak Negatif Pilkada Langsung
Aktual
Isra Mi'raj Menjadi Ujian Terbesar Bagi Keimanan Umat Islam
Isra Mi'raj Menjadi Ujian Terbesar Bagi Keimanan Umat Islam
Doa dan Niat
Nikah Siri: Pengertian, Syarat Sah Agama, dan Dampak Hukum di Indonesia
Nikah Siri: Pengertian, Syarat Sah Agama, dan Dampak Hukum di Indonesia
Aktual
Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah
Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com