Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Resep Takjil Populer Khas Nusantara untuk Buka Puasa Ramadhan Bersama Keluarga

Kompas.com, 24 Februari 2026, 16:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan identik dengan sajian takjil manis dan segar untuk berbuka puasa.

Beragam resep takjil populer khas Nusantara selalu menjadi pilihan keluarga saat waktu Maghrib tiba.

Mulai dari jajanan tradisional berbahan ketan hingga minuman segar berbasis santan dan buah, semuanya memiliki cita rasa khas.

Berikut rangkuman resep takjil populer yang dilansir Kompas.com dari Sajian Sedap.

Baca juga: 5 Resep Kolak Terfavorit saat Buka Puasa Ramadhan untuk Obati Rasa Kangen Kampung Halaman

1. Lupis Ketan Gula Merah

Lupis ketan gula merah merupakan takjil sederhana dengan rasa manis legit dan tekstur lembut. Hidangan ini dibalut kelapa parut gurih dan disiram saus gula merah kental.

Bahan

Bahan Lupis:

  • 300 gram beras ketan putih, rendam 2–3 jam lalu tiriskan
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus
  • Air untuk merebus

Bahan Pelapis:

  • 150 gram kelapa parut kasar
  • ½ sdt garam
  • 1 lembar daun pandan (opsional)
  • Bahan Saus Gula Merah:
  • 200 gram gula merah, serut
  • 2 sdm gula pasir (opsional)
  • 250 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 sdt larutan tepung maizena (opsional)

Cara Membuat:

  • Bentuk daun pisang menjadi kerucut atau segitiga.
  • Masukkan beras ketan, lipat dan sematkan hingga rapat.
  • Susun dalam panci, tuang air hingga terendam.
  • Rebus sekitar 60 menit sampai matang. Tiriskan dan dinginkan.
  • Campur kelapa parut, garam, dan daun pandan. Kukus 10–15 menit.
  • Rebus gula merah, gula pasir, air, dan pandan hingga larut.
  • Saring, masak kembali hingga mengental. Tambahkan maizena jika perlu.
  • Sajikan lupis dengan kelapa parut dan siram saus gula merah.

2. Es Pisang Ijo

Pisang ijo menjadi takjil khas dengan balutan adonan hijau dan siraman saus santan manis. Sajian ini semakin segar dengan tambahan es batu dan sirop.

Bahan

Bahan pisang:

  • 125 gram tepung beras
  • 50 gram tepung sagu
  • 400 ml santan
  • 3/4 sdt garam
  • 75 ml air suji
  • 1/2 sdt air kapur sirih
  • 75 gram gula pasir
  • 1 tetes pewarna hijau
  • 8 buah pisang raja bulu kukus
  • 8 lembar daun pisang

Bahan Saus:

  • 550 ml santan
  • 45 gram tepung beras
  • 10 gram maizena
  • 75 gram gula pasir
  • 3/4 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan

Bahan Pelengkap:

  • 400 ml sirup cocopandan
  • 1.200 gram es serut

Cara Membuat:

  • Campur bahan adonan, masak hingga meletup.
  • Pipihkan adonan, bungkus pisang.
  • Bungkus dengan daun pisang dan sematkan.
  • Kukus 30 menit, dinginkan, lalu potong.
  • Rebus bahan saus hingga kental.
  • Sajikan bersama saus dan pelengkap.

3. Es Oyen

Es oyen dikenal sebagai minuman takjil segar berbahan santan dan aneka buah.

Bahan

Bahan Kuah:

  • 500 ml santan encer
  • 100 gram gula pasir
  • 1 lembar daun pandan
  • ½ sdt garam

Bahan Isian:

  • Alpukat
  • kelapa muda
  • pacar cina
  • kolang-kaling
  • nangka

Bahan Pelengkap:

  • Sirup cocopandan
  • Es batu

Cara Membuat:

  • Masak santan, gula, pandan, dan garam hingga mendidih. Dinginkan.
  • Rebus pacar cina hingga matang.
  • Susun bahan isian dalam mangkuk.
  • Tambahkan es batu, siram kuah santan, lalu beri sirup.

4. Es Kuwut

Es kuwut menjadi pilihan takjil segar khas berbahan kelapa muda dan melon.

Bahan

Bahan isian:

  • 3 buah kelapa muda dan 1.200 ml airnya
  • 200 gram melon keruk
  • 1 sdm selasih
  • Air 4 jeruk nipis
  • 500 gram es batu

Bahan Sirop:

  • 250 gram gula pasir
  • 3 lembar daun pandan
  • 200 ml air

Cara Membuat:

  • Rebus bahan sirop hingga mendidih, dinginkan.
  • Sajikan kelapa muda, melon, dan selasih dalam gelas.
  • Tambahkan sirop, air jeruk nipis, dan es batu.

5. Bongko Pisang

Bongko pisang merupakan kue tradisional berbahan tepung beras, santan, dan pisang.

Bahan:

  • 250 gram tepung beras
  • 700 ml santan
  • 50 gram tepung sagu
  • 125 gram gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan
  • 2 buah pisang tanduk kukus
  • Daun pisang

Cara Membuat:

  • Masak santan, gula, garam, pandan, dan tepung beras hingga meletup.
  • Tambahkan larutan tepung sagu dan aduk rata.
  • Masukkan potongan pisang.
  • Bungkus dalam daun pisang dan sematkan.
  • Kukus 30 menit hingga matang.

Beragam resep takjil populer khas Nusantara ini bisa menjadi inspirasi menu buka puasa Ramadhan di rumah. Selain mudah dibuat, cita rasanya juga cocok dinikmati bersama keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Aktual
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Aktual
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar