Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salah Kaprah Istilah Hati dalam Islam. Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kompas.com, 7 Januari 2026, 12:34 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang cukup rancu dalam mengartikan kata hati. Ada ketidak konsistenan dalam menerjemahkan kata tersebut sehingga membuat pemahaman menjadi salah kaprah.

Dalam Bahasa Inggris, hati disebut dengan heart yang mengarah pada organ jantung. Demikian pula dalam bahasa Arab, hati disebut dengan qalbu yang juga mengarah pada kata jantung.

Sementara dalam bahasa Indonesia, heart diartikan sebagai hati. Padahal hati adalah organ yang disebut dengan liver, bukan jantung. Dalam mengartikan beberapa istilah juga rancu. Heart diartikan hati, sementara heart beat diartikan detak jantung, bukan detak hati.

Baca juga: Dzikir Penenang Hati: Hasbunallah wa Nimal Wakil

Dalil Bahwa Hati Berdimensi Fisik Jantung

Dalam diri manusia, ada sebuah organ yang merupakan pusat kendali seluruh aktivitas manusia, baik aktivitas lahir maupun batin. Organ ini sangat vital bagi manusia karena keberlangsungan hidup manusia tergantung padanya.

Jika organ ini berfungsi dengan baik, maka semuanya akan menjadi baik. Jika organ ini rusak atau tidak berfungsi, semuanya akan terganggu. Organ tersebut adalah hati.

“Ingatlah bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baiklah seluruh badan, tetapi apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh badan. Ingatlah bahwa benda itu adalah qalb (hati).” (Muttafaq 'alaih).

Meluruskan Pemahaman tentang Hati

Qalbu dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi hati. Padahal hati dalam arti fisik merujuk pada organ hati yang terletak di dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Dalam bahasa Inggris, organ ini disebut liver dan dalam bahasa Arab disebut kibdatun.

Sedangkan yang dimaksud dengan qalbu adalah organ yang terletak di dalam dada.

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (Q.S. Al Hajj: 46).

Baca juga: Kumpulan Doa Dijauhkan dari Penyakit Hati Lengkap dengan artinya

Qalbu mempunyai dua dimensi, yaitu fisik dan batiniah. Kata qalb adalah bentuk masdar (kata benda dasar) dari qabala yang berarti berubah, berpindah, atau berbalik (bolak-balik).

Jika dikaitkan dengan dimensi fisik, makna qalbu lebih tepat diartikan sebagai jantung yang terus berdetak sehingga bentuknya berubah-ubah atau berbolak-balik.

Definisi ini juga bisa dikaitkan dengan tugas jantung untuk mengatur sirkulasi darah dalam tubuh. Darah bersih dipompakan keluar dari dalam jantung menuju ke seluruh tubuh, kemudian darah kotor dibawa dari organ-organ tubuh menuju ke jantung.

Apabila kerja jantung terganggu, metabolisme tubuh juga akan terganggu. Bahkan jika kerja jantung terhenti, maka berakhirlah kehidupan manusia. Sedangkan secara batiniah, hati adalah penguasa atau raja dengan anggota tubuh menjadi bawahannya. Semua gerak dan aktivitas tubuh maupun jiwa diperintah oleh hati.

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan hati adalah jantung sebagai wujud fisiknya. Sedangkan secara batin, hati bermakna pusat jiwa dengan segala dinamikanya.

Penelitian Mengenai Jantung Mampu Berpikir

Dikutip dari buku Ihsan Ways karya Agus Susanto, Penelitian J. Andrew Armour, M.D. Ph. D. menemukan adanya keberadaan lebih dari 40.000 neuron-neuron (tipe sel-sel yang dimiliki otak) di dalam jantung manusia.

Neuron-neuron dalam jantung ini mampu memproses informasi tanpa bantuan dari neuron-neuron otak. Dalam kesimpulannya, beliau menjelaskan bahwa jantung memiliki otak kecilnya sendiri yang mampu menganalisis komputasi kompleks dengan sendirinya.

Baca juga: Doa Saat Sakit Hati agar Diberi Ketenangan dan Kesabaran

Pemahaman mengenai anatomi dan fungsi sistem syaraf jantung yang kompleks menyumbangkan sebuah dimensi tambahan pada pandangan yang muncul baru-baru ini tentang jantung sebagai pusat pemrosesan informasi mutakhir yang tidak hanya berfungsi bersama-sama dengan otak, tetapi juga secara mandiri.

Jika otak merupakan pusat kecerdasan intelektual manusia, hati (jantung) merupakan pusat dari kecerdasan yang bersifat intuitif. Kecerdasan intuitif adalah kecerdasan yang bersumber pada kepekaan rasa untuk mengetahui sesuatu tanpa melalui penalaran rasional.

Bentuk kecerdasan intuitif berupa kecerdasan emosional (Emotional Intelligence) yang berkaitan dengan pemahaman dan sikap terhadap diri, orang lain, dan lingkungan sekitar dan kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence) yang berkaitan dengan nilai-nilai religius dan spiritual.

James E. LeDoux dalam The Emotional Brain: The Mysterious Underpinnings of Emotional Life menyatakan bahwa tidak benar emosi berasal dari otak. Sementara Gohar Mushtaq dalam bukunya Intelleigent Heart menambahkan bahwa hati (jantung) memainkan peran utama dalam mengatur emosi-emosi manusia dan berhubungan langsung dengan kecerdasan emosional.

Sebuah hadits Rasulullah SAW menegaskan bahwa hati mempunyai kemampuan untuk berpikir dan merasakan sesuatu.

اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَاسْتَفْتِ نَفْسَكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ

Artinya: "Mintalah fatwa pada hatimu (3x), karena kebaikan adalah yang membuat tenang jiwa dan hatimu. Dan dosa adalah yang membuat bimbang hatimu dan goncang dadamu." (H.R. Ahmad).

Baca juga: Bahaya Menyakiti Hati Tetangga, Bisa Masuk Neraka

Kesimpulan

Salah kaprah mengenai pemahaman hati sebagai liver atau jantung sudah cukup lama berlangsung. Hal ini karena ada ketidak kosistenan dalam menggunakan terminologi kata hati.

Bila mengacu pada kata qalbu dan heart, maka yang dimaksud dengan hati adalah organ jantung bukan liver. Inilah pemahaman yang lurus mengenai hati.

Hati secara fisik adalah jantung dan secara batiniah sebagai pusat jiwa manusia. Hati bisa berpikir untuk menentukan baik dan buruk serta menjadi sumber emosi bagi manusia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar