Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiga Tingkatan Manusia dalam Islam Lengkap dengan Penjelasannya

Kompas.com, 7 Januari 2026, 10:53 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ada sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Umar bin Khattab yang membahas tentang Islam, Iman, dan Ihsan. Pemilihan urutan kata yang dimulai dari Islam, kemudian Iman, dan terakhir Ihsan dalam hadits tersebut tidak bersifat acak.

Penempatan urutan itu mempunyai maksud tertentu, termasuk pemberian makna dari masing-masing kata itu. Menurut para Ulama, urutan tersebut menunjukkan tingkatan manusia dalam menerapkan agama Islam dalam hidupnya.

Untuk lebih mendalam memahami tentang tingkatan manusia berdasarkan hadits Islam, Iman, dan Ihsan, berikut penjelasan lengkapnya seperti dikutip dari buku Ihsan Ways karya Agus Susanto.

Baca juga: Ihsan: Jalan Menuju Kesempurnaan Iman

1. Muslim (Orang Islam)

Kualitas manusia yang pertama adalah Muslim atau golongan Islam. Konteks Islam dalam hal ini bukan bermakna Islam sebagai agama, tetapi lebih mengarah kepada kualitas personal.

Seseorang yang mencapai derajat Muslim berarti telah memiliki pemahaman agama tetapi baru sebatas ritual fisik (tataran syariat). Agama dipandang secara sempit sebatas rutinitas ritual tanpa pemaknaan mendalam.

Seorang yang sudah Islam belum tentu beriman. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 14.

قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: "Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"."

Ada tiga karakteristik orang yang berada pada derajat ini, yaitu:

- Lebih mementingkan kuantitas dalam mengamalkan ajaran agama tanpa mengindahkan kualitas.

- Memahami agama hanya sebatas ibadah mahdhah (khusus).

- Terkadang tidak mengindahkan aturan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Kisah Penggembala Kambing yang Jujur dan Telah Mencapai Derajat Ihsan

2. Mukmin (Orang Beriman)

Tingkatan manusia kedua adalah Mukmin atau golongan orang yang beriman. Golongan ini lebih tinggi dari tingkatan sebelumnya.

Seorang mukmin sudah memiliki pondasi berupa pemahaman akidah yang lurus. Iman sudah masuk ke dalam hatinya dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Karakteristik golongan ini adalah:

- Memperhatikan kualitas ibadah.

- Mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari tetapi masih sebatas mengedepankan hubungan vertikal (hablun minallah)

- Terkadang tidak memperhatikan hubungan antar sesama manusia (hablun minannas).

3. Muhsin (Orang Ihsan)

Tingkatan terakhir atau tertinggi adalah Muhsin atau golongan orang yang mencapai derajat Ihsan. Inilah golongan manusia tertinggi dan sempurna imannya.

Karakteristik golongan ini ada empat, yaitu:

- Memperhatikan kuantitas dan kualitas dalam beribadah.

- Menjalankan agama secara total baik dalam hal ibadah mahdhah maupun ibadah ‘amm (umum).

- Memperhatikan keseimbangan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk-Nya.

- Kehidupan kesehariannya dihiasi dengan akhlak mulia.

Baca juga: Hadits tentang Islam, Iman, dan Ihsan

Hubungan Tiga Tingkatan Manusia

Ketiga tingkatan tersebut bersifat hirarki. Artinya, tingkat yang lebih tinggi hanya dapat dicapai setelah melewati tingkat sebelumnya.

Mukmin hanya dapat dicapai setelah terlebih dahulu seseorang menjadi muslim, dan muhsin hanya dapat dicapai oleh orang yang telah melewati derajat muslim dan mukmin.

Jadi, seseorang yang muslim belum tentu mukmin maupun muhsin. Sedangkan seseorang yang muhsin, sudah pasti dia muslim dan mukmin.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com