Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholat Dhuha dan Doa-doanya, Amalan Pagi yang Diyakini Membuka Rezeki

Kompas.com, 7 Januari 2026, 06:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Sholat dhuha merupakan salah satu amalan sunah yang ringan dikerjakan, tetapi memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Ibadah ini melatih keistiqamahan seorang muslim dalam menjaga hubungan dengan Allah, sekaligus mengisi waktu pagi agar tidak berlalu dalam kelalaian.

Pelaksanaan sholat dhuha juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan, kesempatan hidup, dan rezeki waktu yang diberikan setiap hari.

Dilansir dari laman MUI, secara tata cara, sholat dhuha dikerjakan sebagaimana sholat sunah lainnya, dengan niat yang cukup dihadirkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Baca juga: Kapan Waktu Sholat Dhuha Dimulai hingga Berakhir? Ini Penjelasan Ulama

Niat Sholat Dhuha

Adapun lafal niat sholat dhuha yang umum dibaca adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat sholat sunah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Doa-doa Sholat Dhuha

Setelah mengakhiri sholat dengan salam, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa-doa kebaikan, terutama doa yang berisi permohonan kelapangan rezeki dan keberkahan hidup.

Salah satu doa yang dikenal luas dan sering dibaca setelah shalat dhuha adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu; wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah, jika berada di bumi, maka keluarkanlah, jika dipersulit maka mudahkanlah, jika tercampur dengan yang haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah, dengan hak dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, karuniakanlah kepadaku apa yang Engkau karuniakan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Selain doa tersebut, terdapat pula doa singkat yang mencerminkan sikap tawakal dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Dhuha Lengkap dengan Tata Cara dan Doanya

Doa tersebut berbunyi sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ

Artinya: “Dengan-Mu aku menerjang, dengan-Mu aku berusaha, dan dengan-Mu aku berjuang.”

Sebagian ulama juga menganjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa tobat setelah sholat dhuha, yang dapat dibaca sebanyak 40 atau 100 kali.

Doa istighfar tersebut adalah sebagai berikut:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku, sungguh Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”

Menghidupkan pagi hari dengan sholat dhuha menjadi ikhtiar sederhana yang diyakini dapat menghadirkan ketenteraman batin, keberkahan rezeki, serta limpahan rahmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com