Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RI Sukses Punya Kampung Haji di Mekkah, Poin Baru Pelayanan Haji

Kompas.com, 7 Januari 2026, 05:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan keberhasilan Indonesia memenangkan proses bidding pembangunan Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi, yang dinilai akan menjadi terobosan dalam pelayanan kepada calon jamaah haji.

Kemenangan ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan diumumkan langsung Prasetyo di sela-sela retret di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” kata Prasetyo dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Janji Keberangkatan Tak Terpenuhi, Kemenhaj Dalami Aduan Haji Furoda 2025

“Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekkah,” tambahnya.

Prasetyo menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari diplomasi strategis pemerintah, terutama peran langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi merubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi,” ujarnya.

Bagi umat Islam di Indonesia, keberhasilan ini dipandang sebagai hadiah sekaligus titik awal pelayanan haji yang lebih terintegrasi dan berkelas.

“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” ungkapnya.

Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Tiga Syarat PK Haji Khusus Tahun 2026

Sebelumnya, pemerintah mengikuti proses bidding di lahan seluas beberapa hektare di kawasan Western Hindawiyah, sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dengan mekanisme evaluasi yang menilai rencana pembangunan, desain, dan kepatuhan terhadap standar setempat, bukan sekadar harga penawaran.

Dari sekitar 90 penawar, Indonesia berhasil masuk dua besar kandidat dan kemudian diumumkan sebagai pemenang.

Dalam proses seleksi lahan di Arab Saudi, keputusan tidak semata-mata ditentukan oleh tawaran harga tertinggi, tetapi lebih menitikberatkan pada evaluasi terhadap rencana pembangunan, kualitas desain, serta kesesuaian dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Proyek ini diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak dan strategis bagi jamaah haji Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kerjasama bilateral dengan Arab Saudi di bidang pelayanan umrah dan haji.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com