KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan keberhasilan Indonesia memenangkan proses bidding pembangunan Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi, yang dinilai akan menjadi terobosan dalam pelayanan kepada calon jamaah haji.
Kemenangan ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan diumumkan langsung Prasetyo di sela-sela retret di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
“Tadi sudah sempat disampaikan juga keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” kata Prasetyo dikutip dari Kompas.com, Selasa.
Baca juga: Janji Keberangkatan Tak Terpenuhi, Kemenhaj Dalami Aduan Haji Furoda 2025
“Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekkah,” tambahnya.
Prasetyo menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari diplomasi strategis pemerintah, terutama peran langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi merubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi,” ujarnya.
Bagi umat Islam di Indonesia, keberhasilan ini dipandang sebagai hadiah sekaligus titik awal pelayanan haji yang lebih terintegrasi dan berkelas.
“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” ungkapnya.
Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Tiga Syarat PK Haji Khusus Tahun 2026
Sebelumnya, pemerintah mengikuti proses bidding di lahan seluas beberapa hektare di kawasan Western Hindawiyah, sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dengan mekanisme evaluasi yang menilai rencana pembangunan, desain, dan kepatuhan terhadap standar setempat, bukan sekadar harga penawaran.
Dari sekitar 90 penawar, Indonesia berhasil masuk dua besar kandidat dan kemudian diumumkan sebagai pemenang.
Dalam proses seleksi lahan di Arab Saudi, keputusan tidak semata-mata ditentukan oleh tawaran harga tertinggi, tetapi lebih menitikberatkan pada evaluasi terhadap rencana pembangunan, kualitas desain, serta kesesuaian dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak dan strategis bagi jamaah haji Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kerjasama bilateral dengan Arab Saudi di bidang pelayanan umrah dan haji.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang