Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Menjadi Manusia Beruntung: Dunia Didapat, Akhirat Selamat

Kompas.com, 6 Januari 2026, 20:40 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Menjadi manusia beruntung menjadi dambaan setiap orang. Beruntung sering diartikan mempunyai harta yang banyak, jabatan tinggi, dan kenikmatan dunia lainnya. Padahal dalam Islam, beruntung mempunyai makna yang lebih mendalam.

Keberuntungan sejati akan diperoleh ketika manusia bisa menjalani kehidupan dengan baik di dunia, dan selamat di akhirat dimasukkan ke dalam surga. Keberuntungan bukan suatu kebetulan, keberuntungan adalah sesuatu yang harus diusahakan.

Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia mengajarkan rahasia menjadi manusia beruntung. Hal ini terdapat dalam beberapa ayat Al Quran yang menggambarkan ciri-ciri orang beruntung.

Baca juga: 6 Ciri Orang Beriman yang Beruntung dan Balasan yang akan Didapatkan

Konsep Beruntung dalam Islam

Secara bahasa, beruntung artinya bernasib baik, mendapat keuntungan, atau berhasil mencapai sesuatu yang luar biasa secara tak terduga. Beruntung seringkali dianggap sebagai faktor di luar kendali diri sendiri.

Dalam Islam, keberuntungan bukan faktor kebetulan. Keberuntungan merupakan hasil dari ikhtiar kebaikan manusia sehingga Allah SWT ridha kepadanya dan memberikan berbagai kebaikan dalam hidupnya.

Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah, beruntung artinya memperoleh apa yang di harapkan, selamat dari siksaan baik di dunia maupun di akhirat, dan beruntung dalam artian kekal didalam surga. Orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dengan memperoleh kejayaan baik di dunia dan di akhirat.

Sedangkan menurut Ahmad Mustafa Al Maraghi dalam Tafsir Al Maraghi menjelaskan bahwa beruntung adalah berhasil mencapai tujuan yang dicita-citakan berdasarkan ilham yang diberikan Allah pada orang-orang yang senantiasa bertakwa untuk mencapai keberhasilan.

Baca juga: 6 Tanda Lemah Iman yang Harus Diwaspadai

Dalil Al Quran tentang Manusia Beruntung

Orang yang beruntung telah disinggung dalam Al Quran. Kitab suci umat Islam ini menjelaskan tentang beberapa ciri orang yang beruntung. Berikut ini beberapa ayat yang menjelaskan tentang orang yang beruntung.

1. Q.S. Al Baqarah ayat 2-5

Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menggambarkan tentang ciri-ciri orang yang beruntung, yaitu:

- Beriman kepada yang gaib;

- Mendirikan Shalat;

- Menginfakkan sebagian rezeki yang dititipkan Allah SWT;

- Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT;

- Yakin akan adanya akhirat.

2. Q.S. Al Mu'minun ayat 1-11 dan Ayat 102

Surat Al Mu'minun ayat 1-11 menjelaskan tentang ciri-ciri orang beriman yang beruntung. Ada 6 ciri seorang mukmin yang beruntung, yaitu:

- Khusyuk dalam shalat;

- Menjauhkan diri dari hal-hal yang sia-sia;

- Menunaikan zakat;

- Menjaga kemaluan dan kehormatan diri;

- Memelihara amanah dan janji;

- Konsisten dalam menjaga shalat;

- Berat timbangan kebaikannya.

Baca juga: Kumpulan Doa Agar Diberi Iman yang Kokoh Lengkap dengan Artinya

3. Q.S. Ali Imran Ayat 104 dan At Taubah Ayat 88

Menurut surat Ali Imran ayat 104 dan surat At Taubah Ayat 88, ciri-ciri orang yang beruntung adalah:

- Menyeru kepada kebajikan;

- Menyuruh kepada perkara ma'ruf;

- Mencegah perbuatan keji;

- Beriman kepada Allah SWT;

- Berjihad dengan harta dan jiwa.

Rahasia Menjadi Manusia Beruntung Menurut Al Quran

Berdasarkan dalil Al Quran tentang ciri-ciri orang yang beruntung, maka manusia bisa menjadi manusia yang beruntung bila mampu menginternalisasikan dalam diri ciri-ciri orang yang beruntung.

Dengan demikian, maka rahasia menjadi manusia yang beruntung menurut Islam adalah seseorang harus mampu menjadi manusia sebagai berikut:

1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT;

2. Mendirikan dan menjaga shalat dengan khusyuk;

3. Menunaikan zakat dan menginfakkan sebagian harta yang dimiliki;

4. Menjaga kemaluan dan kehormatan diri;

5. Tidak melakukan perbuatan yang sia-sia;

6. Terus menyeru dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran;

7. Menjaga amanah yang diberiakn dan menunaikan janji yang telah terucap;

8. Berjihad dengan harta dan jiwa;

9. Berat timbangan kebaikannya.

Secara sederhana, orang yang beruntung adalah orang yang bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT.

Baca juga: Ayat Seribu Dinar: Rahasia Hidup Mudah dan Berkecukupan

Bentuk Keberuntungan dalam Islam

Bentuk keberuntungan terbesar dalam Islam adalah beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Sebab dengan iman dan takwa, seseorang akan mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

Bentuk keberuntungan lain di dunia disampaikan dalam Al Quran surat Thaha ayat 2-3. Ayat ini dikenal sebagai ayat seribu dinar karena dipercaya mendatangkan rezeki dan keberuntungan.

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Orang yang beruntung dalam Islam akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, dicukupi semua keperluannya, dan diselesaikan setiap masalahnya oleh Allah SWT.

Baca juga: Doa Agar Hidup Berkah dan Beruntung dalam Segala Urusan

Mengapa Ada Orang tidak Bertakwa Tapi Beruntung

Sebelumnya telah dibahasa bahwa orang yang beruntung adalah orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Lantas bagaimana dengan orang yang kafir tetapi hidupnya selalu beruntung? Dalam hal ini Allah SWT sudah menjelaskan dalam firman-Nya.

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ

Artinya: "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." (Q.S. Asy Syura: 20).

Orang yang berbuat baik, meskipun tidak bertakwa akan mendapatkan balasan dari kebaikannya sehingga ia menjadi orang yang beruntung. Namun di akhirat, ia tidak mendapatkan balasan apa-apa karena semua sudah diberikan di dunia.

Doa Agar Menjadi Orang Beruntung

Salah satu upaya untuk memperoleh keberuntungan adalah dengan doa. Islam mengajarkan sebuah doa supaya manusia beruntung. Berikut doanya:

Arab:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْلِحِينَ، وَارْزُقْنَا رِضَاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ

Latin:

Allaahummaj'alnaa minal muflihiiin, warzuqnaa ridhaaka fiddunyaa wal akhirati, wa adkhilnal jannata ma'al abraar, Yaa 'Aziiz Yaa ghaffaar.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang beruntung, karuniakanlah kepada kami ridha-Mu di dunia dan di akhirat, serta masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang saleh. Wahai Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun.

Baca juga: Doa Agar Bisnis Maju dan Beruntung Lengkap dengan Artinya

Penutup

Rahasia menjadi orang beruntung dalam Islam adalah ketika seseorang mampu menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT dengan sepenuh hati. Keberuntungan yang akan didapatkan adalah mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka, diselesaikan semua masalah, dan dicukupi semua kebutuhan.

Keberuntungan bukan suatu kebetulan. Keberuntungan adalah hasil dari ikhtiar takwa kepada Allah SWT sehingga Allah memberikan semua kebaikan dan kemudahan dalam hidup seseorang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com